![]() |
| Dok, foto: Perhutani Jombang Perkuat Kesiapsiagaan, Gelar Apel dan Patroli Terpadu Cegah Gangguan Hutan. Keterangan pers, Senin (2/3/2026). |
MSRI, JOMBANG - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Perhutani KPH Jombang bersama Divisi Regional Perhutani Jawa Timur meningkatkan pengamanan kawasan hutan melalui apel siaga dan patroli gabungan. Sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gangguan keamanan hutan (Gukamhut) di sejumlah wilayah rawan. Kegiatan ini digelar pada Kamis (26/2/2026)
Apel siaga dipusatkan di Pos Tingan, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tingan, BKPH Ploso Timur, yang berada di Desa Tingan, Kecamatan Sukorame, Kabupaten Lamongan. Usai apel, patroli gabungan dilanjutkan menyusuri petak-petak rawan hingga menuju Pos 1 Krondong, RPH Krondong, BKPH Krondong, Kabupaten Nganjuk.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Divisi Regional Perhutani Jawa Timur, Suratno, dan diikuti jajaran manajemen KPH Jombang, para Asper/KBKPH, Pohutmob, serta personel Polisi Kehutanan (Polhut).
Administratur Perhutani KPH Jombang, Enny Handhayany Y.S., menegaskan bahwa apel siaga ini merupakan bagian dari komitmen Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan negara dari berbagai ancaman, seperti pencurian kayu, perusakan tanaman muda, kebakaran hutan, hingga potensi bencana alam.
Menurutnya, selain penguatan internal, Perhutani juga terus membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, tokoh masyarakat, serta warga sekitar hutan. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat sistem deteksi dini dan mempercepat respons apabila terjadi gangguan di lapangan.
“Secara teknis, kami mengedepankan pendekatan sosial melalui program Perhutanan Sosial dengan melibatkan masyarakat sekitar hutan dalam kegiatan produktif. Ini sekaligus membuka lapangan kerja dan memperkuat komunikasi sebagai upaya pencegahan Gukamhut,” jelas Enny.
Dalam rangkaian apel siaga dan patroli gabungan ini, dilakukan pula pemeriksaan kesiapan personel Polhut, kelengkapan sarana pengamanan, serta pemetaan wilayah hutan yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi. “Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci utama.
Perhutani sebagai BUMN harus menjalankan perannya secara maksimal agar keberlanjutan dan fungsi hutan tetap terjaga,” imbuhnya.
Apel siaga tersebut menjadi penanda kesiapan penuh jajaran Perhutani KPH Jombang dalam memperkuat peran Polisi Kehutanan, guna memastikan perlindungan kawasan hutan berjalan optimal dan berkelanjutan.
Reporter : Cak Loem
Editor : Redaksi MSRI
dibaca


Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments