Malam ke-25 Ramadan: Umat Muslim Berburu Lailatul Qadar, Pemred MSRI Serukan Perbanyak Ibadah dan Kepedulian

Malam ke-25 Ramadan: Umat Muslim Berburu Lailatul Qadar, Pemred MSRI Serukan Perbanyak Ibadah dan Kepedulian
Dok, foto: Malam ke-25 Ramadan: Umat Muslim Berburu Lailatul Qadar, Pemred MSRI Serukan Perbanyak Ibadah dan Kepedulian.

MSRI, SURABAYA - Pada malam ke-25 bulan suci Ramadan, suasana ibadah terasa semakin khusyuk dan penuh makna. Langit malam seakan berselimutkan ketenangan, sementara dari masjid dan mushala terdengar lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menggetarkan hati. Di sepertiga malam yang sunyi, umat Muslim menundukkan diri dalam sujud, memohon ampunan, mengharap rahmat, serta mendamba ridha Allah SWT.

Malam ke-25 termasuk dalam rangkaian malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadan, yang oleh Rasulullah SAW dianjurkan untuk diperbanyak ibadah. Pada malam-malam inilah umat Islam berharap dapat meraih kemuliaan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan, ketika para malaikat turun membawa keberkahan serta ketetapan dari Allah SWT.

Sejarah kemuliaan Ramadan tidak terlepas dari peristiwa agung ketika Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira. Peristiwa monumental ini menjadi titik awal turunnya wahyu sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.” (QS. Al-Qadr: 1).

Kemuliaan malam tersebut ditegaskan kembali dalam firman Allah SWT:

“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.”(QS. Al-Qadr: 3).

Ayat ini menggambarkan betapa besarnya nilai ibadah yang dilakukan pada malam tersebut. Satu malam yang penuh keberkahan nilainya melebihi ibadah selama lebih dari seribu bulan.

Rasulullah SAW juga memberikan teladan dalam menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan. 

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah binti Abu Bakar, disebutkan:

“Apabila telah masuk sepuluh malam terakhir Ramadan, Rasulullah SAW menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh dalam ibadah, dan mengencangkan ikat pinggangnya.”

(HR. Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj).

Dalam riwayat lain Rasulullah SAW juga bersabda:

“Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadan.”

(HR. Muhammad al-Bukhari).

Karena itu, malam ke-25 menjadi salah satu malam yang sangat dinantikan umat Islam. Banyak hati yang larut dalam doa, memanjatkan harapan agar dipertemukan dengan kemuliaan malam tersebut.

Pemimpin Redaksi Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Pramono Bram, dalam keterangannya kepada wartawan MSRI, mengajak umat Muslim untuk menjadikan malam ke-25 Ramadan sebagai momentum memperkuat iman dan kepedulian sosial.

“Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum membersihkan hati serta memperkuat kepedulian terhadap sesama.

Malam-malam ganjil seperti malam ke-25 ini menjadi kesempatan besar bagi kita untuk memperbanyak ibadah, doa, dan amal kebaikan. Semoga setiap langkah kebaikan yang dilakukan masyarakat menjadi jalan menuju keberkahan dan ampunan Allah SWT,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa semangat Ramadan hendaknya mampu mempererat persaudaraan dan menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.

“Ramadan mengajarkan kita tentang kesederhanaan, kepedulian, dan keikhlasan. Melalui semangat ini, mari kita jadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat persatuan, menjaga kedamaian, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas,” tambahnya.

Di malam yang sunyi itu, ketika manusia terlelap dalam tidur, sebagian hamba memilih terjaga untuk bermunajat kepada Allah SWT. Dalam sujud yang panjang, mereka memohon ampunan dengan doa yang diajarkan Rasulullah SAW saat mencari malam kemuliaan:

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”

Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.

Semoga pada malam ke-25 Ramadan ini, setiap doa yang terucap, setiap air mata taubat yang jatuh, dan setiap amal kebaikan yang dilakukan menjadi jalan bagi kita untuk meraih keberkahan Lailatul Qadar serta mendapatkan ampunan dan rahmat dari Allah SWT. Aamiin.

{Redaksi MSRI}

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama