MSRI, JOMBANG - Dalam suasana penuh keberkahan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, Keluarga Besar Padepokan Bino Roso Sejati di bawah kepemimpinan Gus Muhammad Afandi menyampaikan pesan keislaman yang lebih mendalam, tidak hanya tentang saling memaafkan, tetapi juga pentingnya menjaga persatuan bangsa serta mendoakan kedamaian negeri. Sabtu (21/3/2026).
Dari Dusun Gading RT/RW 015/004, Desa Tugusumberjo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, pesan tersebut menggema sebagai ajakan moral dan spiritual kepada seluruh umat Islam agar menjadikan Idul Fitri sebagai titik balik untuk memperkuat ukhuwah, baik ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, maupun ukhuwah insaniyah.
Dalam narasi yang disampaikan, ditegaskan bahwa setiap insan tidak lepas dari kesalahan. Hati yang terluka mungkin pernah membekas, langkah yang diambil mungkin pernah menimbulkan lara, serta lisan yang terucap bisa saja menyisakan luka. Oleh karena itu, Idul Fitri menjadi momentum suci untuk merajut kembali kebersamaan dengan penuh keikhlasan dan kerendahan hati.
Lebih dari itu, Keluarga Besar Padepokan Bino Roso Sejati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan zaman. Perbedaan pandangan, latar belakang, maupun kepentingan hendaknya tidak menjadi pemicu perpecahan, melainkan menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam pesannya, Gus Muhammad Afandi turut mengajak umat untuk memperbanyak doa, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi bangsa dan negara. Ia mengingatkan bahwa situasi global yang diwarnai konflik dan peperangan, khususnya di kawasan Timur Tengah, menjadi pengingat betapa berharganya nikmat kedamaian yang saat ini dirasakan Indonesia.
“Marilah kita panjatkan doa agar Indonesia senantiasa dalam lindungan Allah SWT, diberikan kedamaian, kesejahteraan, serta dijauhkan dari segala bentuk konflik dan perpecahan. Semoga negeri ini tetap aman, rukun, dan menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” demikian seruan yang disampaikan.
Selain itu, masyarakat juga diajak untuk menumbuhkan kepedulian sosial, mempererat silaturahmi, serta menebarkan nilai kasih sayang di tengah kehidupan bermasyarakat.
Idul Fitri diharapkan tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, tetapi benar-benar menjadi momentum transformasi spiritual menuju pribadi yang lebih baik, lebih sabar, dan lebih peduli terhadap sesama.
Sebagai penutup, Keluarga Besar Padepokan Bino Roso Sejati menyampaikan doa dan harapan:
“Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya karim. Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT dan kita semua dipertemukan kembali dengan Ramadan di tahun-tahun mendatang.”
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H. Minal Aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin.
Reporter : Cak Loem
Editor : Redaksi MSRI
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments