MSRI, MOJOKERTO - Semangat persaudaraan dan nilai-nilai kesatriaan kembali digaungkan oleh tiga bersaudara yang dikenal aktif dalam pelestarian budaya dan penguatan nilai keagamaan di Kota Mojokerto. Dengan jiwa sosial yang tinggi dan dedikasi tanpa lelah, mereka konsisten mengajak masyarakat untuk menjaga harmoni, toleransi, serta keluhuran budaya bangsa.
Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pedepokan Eyang Macan Putih yang berlokasi di Jalan Pulo Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Jawa Timur, kembali menggelar kegiatan rutinan Sabtu Pahing (14/2/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum spiritual sekaligus ajang silaturahmi antara para santri, tokoh budaya, dan tokoh agama.
Melalui pendekatan budaya, ketiga bersaudara tersebut secara konsisten menanamkan pentingnya saling menghormati antarumat beragama serta menjaga kelestarian nilai-nilai peradaban bangsa. Mereka meyakini bahwa budaya adalah jembatan pemersatu yang mampu memperkuat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Salah satu tokoh, Gus Yudi, bersama dua saudaranya menegaskan komitmennya dalam membangun kebersamaan, saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI).
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menundukkan hati menyambut bulan Ramadan yang penuh berkah. Mari kita perkuat persaudaraan, saling menghormati, serta menjaga kerukunan lintas agama dan budaya. Semoga seluruh masyarakat Nusantara senantiasa diberikan perlindungan dari segala mara bahaya, dilimpahi rezeki yang berlimpah, serta kesehatan lahir dan batin,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa Pedepokan Eyang Macan Putih bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan ruang pembinaan nilai-nilai kebaikan, kebudayaan, dan spiritualitas.
“Pedepokan ini adalah wadah untuk mengajarkan kebaikan bersama, mempererat silaturahmi, serta menjaga kerukunan seluruh umat beragama melalui kebudayaan,” tambahnya.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Slamet Pramono yang akrab disapa Bram, melalui Kepala Biro (Kabiro) Mojokerto, Mulyono, menyampaikan apresiasi atas konsistensi tiga bersaudara tersebut dalam menjaga marwah budaya dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan.
“MSRI memandang bahwa gerakan budaya yang dibangun dengan semangat persaudaraan seperti ini merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial. Ramadan adalah momentum refleksi, bukan hanya secara spiritual, tetapi juga dalam memperkuat komitmen kebangsaan,” ujar Mulyono menyampaikan pesan Pemimpin Redaksi.
Ia menambahkan bahwa MSRI akan terus mendukung inisiatif-inisiatif positif yang mempererat persatuan.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga 3K: Kerukunan, Kebaikan, dan Kedaulatan. Jika kita rukun dan berbuat baik, maka bangsa ini akan kuat dan berdaulat. Semua demi Indonesia yang bermartabat dan kokoh dalam bingkai NKRI,” tegasnya.
Semangat yang diusung tiga bersaudara tersebut menjadi refleksi bahwa budaya dan agama bukanlah dua entitas yang terpisah, melainkan fondasi utama dalam membangun persatuan bangsa menuju Indonesia yang damai, kuat, dan berdaulat.
Reporter : Mbah Mul
Editor : Redaksi MSRI
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments