Sambut Ramadan 1447 H, Ribuan Jemaah Padati Penutupan Sementara Istighosah Neges di Menganti

Sambut Ramadan 1447 H, Ribuan Jemaah Padati Penutupan Sementara Istighosah Neges di Menganti


MSRI, GRESIK - Suasana khidmat berpadu semarak menyelimuti kawasan Pondok Hendrosari, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Senin (2/2/2026). Ribuan jemaah dari berbagai daerah di Jawa Timur memadati lokasi dalam rangka Penutupan Sementara Istighosah Sholawat Fatih Neges sebagai bagian dari persiapan spiritual menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah.

Kegiatan ini menjadi momentum religius yang sarat makna bagi keluarga besar Jam’iyah Neges. Selain sebagai ajang munajat dan sholawat bersama, acara tersebut juga mempererat tali silaturahmi antarjemaah lintas daerah. Menariknya, kegiatan ini turut mendapat perhatian internasional dengan hadirnya perwakilan PWI-LS Malaysia, menandakan luasnya jangkauan dakwah dan ukhuwah Jam’iyah Neges.


Hadirkan Ulama dan Tokoh Kharismatik

Sejumlah ulama dan tokoh agama kharismatik turut hadir dan memberikan keberkahan dalam majelis tersebut, di antaranya:

• Mbah Sayyid Abdullah Dzajuli (Guru Besar Neges)

• Masito Al-Fa’ir / Mbah Gondrong / Gus Itok (Pengasuh Jam’iyah Neges)

• Gus Sukhoiri (Pengasuh Pondok Mburi Wong Bhodho, Gresik)

• KH. Mustofa

• Gus Samsudin (Blitar)

• Mbah Yai Sodrun (Blitar)

Kehadiran para ulama tersebut semakin menguatkan nuansa spiritual dan kebersamaan dalam majelis yang berlangsung hingga malam hari.

Sambut Ramadan 1447 H, Ribuan Jemaah Padati Penutupan Sementara Istighosah Neges di Menganti

Akulturasi Dakwah dan Budaya

Berbeda dengan pengajian pada umumnya, penutupan sementara Istighosah Neges kali ini dikemas dengan sentuhan akulturasi budaya yang kental. Jemaah disuguhkan lantunan Gamelan Terbang Sewu, yang menghadirkan harmoni musik tradisional bernuansa religi, menambah kekhusyukan sekaligus semangat kebersamaan.

Puncak acara semakin semarak dengan pagelaran Wayang Santri yang dibawakan oleh dalang Ki Sudrun (Gus Amanul Muslim). Lakon yang disajikan sarat pesan moral dan nilai dakwah yang disampaikan secara ringan namun mendalam, membuat para jemaah bertahan hingga akhir pertunjukan.

Jemaah Datang dari Berbagai Daerah

Antusiasme jemaah terlihat dari membludaknya area Pondok Hendrosari. Berdasarkan pantauan di lapangan, jemaah datang secara berkelompok menggunakan bus maupun kendaraan pribadi dari berbagai wilayah, seperti Gresik, Surabaya, Lamongan, Sidoarjo, hingga Jombang.

“Ini wujud rasa syukur dan kegembiraan kami dalam menyambut Ramadan. Selain bersholawat, kami juga bisa mempererat silaturahmi antarjemaah se-Jawa Timur,” ujar salah satu jemaah kepada MSRI.

Warung Gratis, Wujud Khidmah Sosial

Di sela-sela acara, Pondok Mburi Wong Bhodho juga membuka warung makan dan minum gratis untuk umum. Inisiatif ini menjadi bentuk khidmah sosial dan kepedulian terhadap sesama, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan pelayanan umat dalam kegiatan keagamaan tersebut.

Dengan ditutupnya sementara Istighosah Neges, seluruh rangkaian kegiatan rutin akan diliburkan selama Bulan Suci Ramadan. Fokus jamaah diarahkan pada peningkatan ibadah personal dan sosial, sebelum kegiatan Istighosah kembali digelar pasca Idul fitri.

Reporter: Eka F. A

Editor: Redaksi MSRI

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama