![]() |
| Dok, foto: Ramadan dan Spirit Pengawasan: LSM Focus Corruption Bagi Ratusan Takjil di Depan Kantor Pemkab Blitar. Senin (23/2/2026). |
MSRI, BLITAR - Ramadan bukan sekadar momentum menahan lapar dan dahaga, tetapi juga bulan peneguhan integritas, empati, dan tanggung jawab moral. Memasuki hari ke-5 Ramadan 1447 Hijriah, LSM Focus Corruption menggelar Program Bagi Takjil Gratis Tahap I di depan pintu masuk Kantor Pemerintah Kabupaten Blitar, Senin (23/2/2026) sekira pukul 17.55 WIB-selesai.
Di tengah kepadatan arus lalu lintas menjelang waktu berbuka, ratusan paket takjil dibagikan kepada para pengguna jalan secara tertib dan terkoordinasi. Personel lalu lintas setempat turut mengawal jalannya kegiatan sehingga tidak menimbulkan kemacetan maupun gangguan ketertiban umum.
Kegiatan ini diinisiasi oleh aktivis penggiat regulasi anggaran bidang konstruksi, Junn Gondrong, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat kesehatan serta kesempatan menjalankan ibadah puasa. Namun lebih dari sekadar berbagi, kegiatan ini sarat pesan moral tentang pentingnya menjaga amanah.
Sebagaimana firman Allah SWT:
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa…”
(QS. Al-Ma’idah: 2).
Nilai itulah yang menjadi fondasi kegiatan sosial ini — bahwa keberkahan Ramadan harus diwujudkan dalam aksi nyata.
LSM Focus Corruption selama ini dikenal sebagai lembaga yang konsisten mendorong partisipasi publik dalam pencegahan dan pengawasan dugaan tindak pidana korupsi. Momentum Ramadan dijadikan refleksi bahwa pengawasan anggaran dan kebijakan publik sejatinya berakar pada nilai kejujuran dan pengendalian diri — dua prinsip utama dalam ibadah puasa.
Ketua LSM Focus Corruption, Djuned, saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI) menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin tahunan.
“Kami ingin Ramadan menjadi pengingat bahwa integritas adalah pondasi utama, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam tata kelola pemerintahan. Berbagi takjil adalah simbol kepedulian, tetapi pengawasan anggaran adalah bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat Blitar. Keduanya tidak bisa dipisahkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, masyarakat Blitar berhak merasakan pembangunan yang transparan dan akuntabel sebagai wujud nyata dari pajak dan partisipasi publik yang telah diberikan.
“Kami berharap keberkahan Ramadan juga tercermin dalam kebijakan yang bersih dan berpihak kepada rakyat. Jangan sampai nilai puasa hanya berhenti pada ritual, tetapi abai terhadap keadilan sosial,” lanjutnya kepada MSRI.
Kegiatan ini terselenggara atas dukungan Bapak Marsam beserta keluarga dari Blitar Selatan, personel inti Mimin Cantixa dan Rinda, serta dukungan rekan-rekan media yang turut meliput jalannya kegiatan.
Di penghujung acara, Junn Gondrong yang akrab disapa LIMBAD86 menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Terima kasih atas loyalitas dan kebersamaan semua pihak. Semoga kegiatan ini menjadi wasilah keberkahan dan menguatkan solidaritas sosial. Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperbaiki diri dan sistem yang kita jalani bersama,” pungkasnya.
Program Bagi Takjil Gratis Tahap I ini direncanakan berlanjut pada tahap berikutnya. Bagi LSM Focus Corruption, Ramadan bukan hanya tentang membagikan hidangan berbuka, tetapi juga menguatkan komitmen moral untuk menjaga amanah, mengawal anggaran, dan memastikan keadilan tetap berdiri di tengah masyarakat Blitar Raya.
{Doni/Mbah Mul}
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments