Polres Tulungagung Tegaskan Larangan SOTR dan Sound Horeg Selama Ramadan

Polres Tulungagung Tegaskan Larangan SOTR dan Sound Horeg Selama Ramadan
Dok, foto: Kasihumas polres Tulungagung Iptu Nanang Murdianto memberikan keterangan resminya pada wartawan media suara rakyat indonesia MSRI, kamis (19/2/2026).

MSRI, TULUNGAGUNG - Menyambut datangnya Ramadan 1447 Hijriah, Polres Tulungagung, Polda Jawa Timur, menegaskan larangan kegiatan Sahur On The Road (SOTR), khususnya yang menggunakan sound horeg. Kebijakan ini diambil sebagai langkah preventif untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama bulan suci.

Kapolres Tulungagung, AKBP Ihram Kustarto, S.H., S.I.K., M.Si., M.H., melalui Kasihumas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdianto, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memberikan izin terhadap kegiatan SOTR, terlebih yang menggunakan perangkat sound dengan volume tinggi.

Hal tersebut disampaikan saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Kamis (18/02/2026).

“Sasaran kami adalah segala bentuk aktivitas yang berpotensi mengganggu kamtibmas selama Ramadan, termasuk SOTR dengan sound horeg yang setiap tahun memang kami larang,” tegas Iptu Nanang.

Menurutnya, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kegiatan tersebut kerap memicu gangguan ketertiban umum, mulai dari kebisingan yang meresahkan warga hingga potensi bentrokan antar kelompok peserta.

“Setiap tahun ada laporan masyarakat yang merasa terganggu akibat penggunaan sound horeg. Bahkan, tidak jarang terjadi gesekan maupun bentrokan antar peserta SOTR,” tambahnya.

Selain penertiban SOTR, jajaran kepolisian juga memberikan perhatian khusus terhadap operasional tempat hiburan malam selama Ramadan. Pengamanan bulan suci akan diperketat dibandingkan hari biasa, mengingat meningkatnya potensi kerawanan, khususnya menjelang waktu berbuka puasa dan sahur.

Polres Tulungagung telah menyiapkan strategi pengamanan komprehensif, meliputi patroli ngabuburit di pusat keramaian dan lokasi penjualan takjil, antisipasi balap liar, pengamanan ibadah salat tarawih, hingga patroli sahur guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

“Kami akan menerapkan strategi pengamanan yang tepat agar wilayah Kabupaten Tulungagung tetap kondusif selama Ramadan,” pungkas Iptu Nanang Murdianto.

Kebijakan ini diharapkan menjadi langkah preventif yang tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah di bulan suci.

Reporter: Roni Yuwantoko

Kaperwil Jawa Timur

Editor: Redaksi MSRI

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama