![]() |
| Dok, foto: Haul Akbar Sunan Drajat ke-516, Bupati Lamongan Ajak Teladani Catur Piwulang Berlandaskan Nilai Al-Qur’an dan Sunnah. Rabu, 11 Februari 2026. |
MSRI, LAMONGAN - Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati area Parkir Timur Museum Sunan Drajat, Rabu (11/2) malam, dalam Malam Puncak Haul Akbar ke-516 Raden Qosim Kanjeng Sunan Drajat. Suasana khidmat dan penuh keberkahan mewarnai peringatan salah satu agenda religius terbesar di Kabupaten Lamongan tersebut.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Pak Yes) hadir bersama para ulama, tokoh masyarakat, dan jajaran Forkopimda. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa haul bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum spiritual untuk merefleksikan ajaran para wali yang berakar kuat pada Al-Qur’an dan Sunnah.
Meneguhkan Catur Piwulang dalam Spirit Al-Qur’an
Pak Yes mengajak masyarakat untuk istiqamah meneladani ajaran Catur Piwulang Sunan Drajat yang menekankan kepedulian sosial dan tanggung jawab kemanusiaan.
“Momentum haul ini mengingatkan kita untuk terus meneladani ajaran para wali dalam membangun kehidupan yang rukun, saling menguatkan, dan penuh kepedulian,” ujarnya.
Empat pesan luhur tersebut meliputi:
1. Wenehono teken marang wong kang wuto (Berilah tongkat kepada orang yang buta).
2. Wenehono mangan marang wong kang luwe (Berilah makan kepada orang yang lapar).
3. Wenehono sandang marang wong kang wudo (Berilah pakaian kepada orang yang tidak berbusana).
4. Wenehono payung marang wong kang kodanan (Berilah payung kepada orang yang kehujanan).
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa…” (QS. Al-Ma’idah: 2)
Selain itu, semangat berbagi dan peduli terhadap sesama juga ditegaskan dalam Surah Al-Insan ayat 8:
“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan.”
Dalam konteks hadits, Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad)
Hadits lain juga menegaskan pentingnya kepedulian sosial:
“Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Menurut Pak Yes, ajaran Catur Piwulang merupakan pengejawantahan nilai Islam yang menekankan kasih sayang, solidaritas, dan tanggung jawab sosial sebagai bekal kehidupan dunia dan akhirat.
Kehadiran Ulama dan Tokoh Nasional
Haul ke-516 Sunan Drajat turut dihadiri sejumlah ulama dan tokoh nasional, di antaranya Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, KH. Marzuki Mustamar, KH. Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali), Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua PCNU Lamongan Gus Syahrul Munir, serta Kepala Biro Kesra Jatim Agung Subagyo yang mewakili Gubernur Jawa Timur. Hadir pula jajaran Forkopimda Lamongan.
Antusiasme jamaah telah terlihat sejak pagi hingga malam hari. Banyak peziarah datang lebih awal untuk berziarah ke makam Sunan Drajat sebelum mengikuti rangkaian acara puncak.
Praktik Nyata Nilai Kepedulian
Semangat berbagi yang menjadi ruh ajaran Sunan Drajat juga tercermin dalam kegiatan sosial selama haul berlangsung. Yayasan Gajah Purwo bersama Yayasan Wong Bodho Pondok Mburi menyediakan ribuan porsi makanan gratis bagi jamaah, sebagai wujud nyata pengamalan nilai Catur Piwulang.
Rangkaian acara yang berlangsung hingga menjelang tengah malam itu menjadi bukti bahwa dakwah Sunan Drajat tetap hidup dan relevan, menginspirasi harmoni sosial serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Lamongan dan sekitarnya.
{Sanex/Redaksi MSRI}
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments