Science Class SMA Katolik Frateran Surabaya Dalami Ecoprint sebagai Karya Kreatif Berbasis Keberlanjutan

Science Class SMA Katolik Frateran Surabaya Dalami Ecoprint sebagai Karya Kreatif Berbasis Keberlanjutan


MSRI, SURABAYA - Komitmen menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, kreatif, dan bermakna terus diwujudkan SMA Katolik Frateran Surabaya. Salah satunya melalui workshop bertajuk “Eco Print for Impact: Berkarya dengan Makna, Berdampak bagi Sesama” yang terselenggara atas kolaborasi dengan Universitas Ciputra Surabaya.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 7 Februari 2026, di Gedung Universitas Ciputra Surabaya ini diikuti oleh siswa kelas X Science Class, yakni Natural Science Class (NSC) dan Social Science Class (SSC). Workshop ecoprint tersebut menjadi bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berbasis pengalaman nyata (experiential learning), penguatan kreativitas, serta pembentukan karakter peserta didik.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mempelajari teknik seni berbasis lingkungan, tetapi juga memahami keterkaitan antara kreativitas, kepedulian ekologis, dan peluang kewirausahaan berkelanjutan.

Sejak awal, peserta memperoleh pemaparan mengenai konsep dasar ecoprint sebagai teknik berkarya ramah lingkungan yang memanfaatkan bahan-bahan alami, seperti dedaunan dan berbagai jenis tumbuhan. Para narasumber menekankan pentingnya kesadaran dalam setiap proses kreatif—mulai dari pemilihan bahan, ketelitian pengerjaan, hingga pemaknaan karya sebagai produk yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai ekonomi.

Sesi materi dan pendampingan dipandu oleh dosen Program Studi Fashion Design and Business Universitas Ciputra Surabaya, Bapak Fabio Ricardo Toreh, S.Ds., M.Ds., bersama Kak Callista Oktavia Purnomo Sidi, serta didukung mahasiswa Fashion Design & Business.

Kolaborasi lintas jenjang pendidikan ini menghadirkan suasana belajar yang interaktif, inspiratif, dan aplikatif.

Pada sesi praktik, siswa diajak secara langsung membuat ecoprint dengan teknik pounding, yakni memukul daun di atas media kain totebag untuk menghasilkan motif alami.

Beragam jenis daun dimanfaatkan, dan siswa diberi ruang kebebasan untuk mengekspresikan gagasan kreatif mereka. Tema karya pun beragam, mulai dari pesan cinta lingkungan, representasi figur simbolik seperti rubah ekor sembilan dan lebah, hingga ekspresi personal. Meski prosesnya menuntut ketelatenan dan energi, suasana workshop berlangsung dinamis dan penuh antusiasme.

Usai sesi istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi hasil karya. Siswa tidak hanya menampilkan totebag ecoprint yang telah dibuat, tetapi juga memaparkan filosofi dan narasi di balik desain masing-masing. Diskusi berkembang pada potensi pengembangan ecoprint sebagai produk kreatif bernilai jual, sehingga peserta memperoleh gambaran nyata tentang kewirausahaan berbasis keberlanjutan.

Berdasarkan penilaian dosen Universitas Ciputra dan guru pendamping SMA Katolik Frateran Surabaya, terpilih tiga karya terbaik dengan kriteria kerapian teknik, orisinalitas ide, serta kemampuan storytelling dalam presentasi. Ketiga siswa tersebut adalah Betrand Yobel Chrissander (X NSC), Ni Putu Maritza Prameswari Widyarani (X NSC), dan Joyceline Keisha Trisana (X SSC).

Menjelang penutupan, seluruh peserta mengikuti sesi refleksi bersama untuk meneguhkan makna proses berkarya, nilai kesederhanaan, serta dampak kreativitas terhadap lingkungan dan sesama. Kegiatan ditutup dengan doa bersama, sesi foto, serta campus tour Universitas Ciputra Surabaya, yang memberikan pengalaman tambahan dalam mengenal atmosfer dunia perguruan tinggi.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Katolik Frateran Surabaya, Aloysius Jaka Susanta, menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan arah pengembangan kurikulum sekolah.

“Kolaborasi ini memberikan pengalaman belajar kontekstual yang sangat berharga di luar ruang kelas. Siswa tidak hanya mempelajari teknik seni, tetapi juga memahami integrasi antara kreativitas dan prinsip keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, materi yang disampaikan narasumber relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.

“Kami berharap kegiatan ini mampu memantik inovasi siswa dalam menciptakan produk kewirausahaan yang berdampak positif bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Fabio Ricardo Toreh menjelaskan bahwa teknik ecoprint yang diajarkan dikembangkan secara lebih kreatif dan lebih advance untuk meningkatkan daya saing produk.

“Kami mengajak siswa menghias totebag dengan pendekatan ecoprinting yang lebih inovatif, dengan tujuan meningkatkan daya jual produk,” jelasnya. Ia juga mengapresiasi potensi dan sikap para siswa.

“Saya cukup terkesan dengan kreativitas mereka. Ada yang sudah terampil dalam teknik pounding, ada pula yang unggul dalam storytelling. Mereka juga menunjukkan etika dan sikap yang sangat baik selama kegiatan berlangsung,” ungkapnya.

Antusiasme peserta turut tercermin dari kesan yang disampaikan salah satu siswa, Betrand Yobel Chrissander.

“Workshop-nya melelahkan tapi seru. Suasananya ramai dan aroma daun cukup menyengat, tetapi justru itu yang membuat pengalaman ini berkesan. Belajar ecoprint jadi menyenangkan karena kami langsung praktik bersama mentor yang asik,” tuturnya.

Bagi para guru pendamping, kegiatan ini membuka wawasan baru mengenai ecoprint, khususnya dalam aspek perancangan desain yang mempertimbangkan segmentasi pasar, komposisi motif, serta relevansi dengan tren industri kreatif.

Melalui workshop “Eco Print for Impact” ini, siswa Science Class SMA Katolik Frateran Surabaya diharapkan semakin terbuka terhadap potensi industri kerajinan dan fashion sebagai ruang pengembangan diri dan kewirausahaan masa depan, sekaligus menumbuhkan kepedulian yang lebih mendalam terhadap lingkungan dan sesama.

Reporter : Eka F. A

Editor : Redaksi MSRI

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama