![]() |
| Dok, foto: Menjaga Warisan Luhur Mojopahit: Ketekunan dan Keahlian Sugeng Riyadi, Perajin Mahkota Bernuansa Budaya. Rabu (14/01/2026). |
MSRI, MOJOKERTO - Ketekunan, kesabaran, dan keahlian menjadi nilai utama yang melekat pada sosok Sugeng Riyadi, yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Mbah Suro. Selain dikenal sebagai seorang spiritual, Mbah Suro juga merupakan perajin mahkota raja dan ratu bernuansa budaya Mojopahitan yang berdomisili di Jalan Tengger, RT 002 RW 003, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.
Dengan keterampilan dan dedikasi yang dimilikinya, Sugeng Riyadi secara konsisten menciptakan karya mahkota yang sarat nilai seni dan filosofi budaya. Karya-karya tersebut bukan semata hasil kerajinan, melainkan wujud nyata pelestarian nilai-nilai luhur budaya Mojopahit yang patut dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Keberadaan Mbah Suro mendapat pengakuan dari warga sekitar. Salah satu warga setempat menyampaikan bahwa sosok Sugeng Riyadi dikenal sebagai pribadi yang rendah hati dan konsisten menjaga nilai budaya.
“Beliau sudah lama dikenal di lingkungan sini. Selain orangnya sabar, karya-karyanya juga mencerminkan budaya Mojopahit yang asli. Kami bangga ada perajin seperti Mbah Suro di lingkungan kami,” ujar seorang warga.
Warga lainnya juga menambahkan bahwa aktivitas Mbah Suro tidak hanya berkarya, tetapi turut memberikan teladan dalam menjaga tradisi.
“Beliau sering berbagi cerita tentang budaya dan filosofi Jawa kepada anak-anak muda di sekitar sini. Ini sangat penting agar budaya tidak hilang,” ungkap warga lainnya.
Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI) telah mendatangi langsung kediaman Sugeng Riyadi untuk memastikan kiprahnya sebagai perajin budaya. Dari hasil konfirmasi tersebut, diketahui bahwa Mbah Suro benar merupakan perajin mahkota raja dan ratu bernuansa budaya Mojopahit yang hingga kini masih aktif berkarya dan berkomitmen melestarikan budaya lokal.
Dalam keterangannya kepada MSRI, Sugeng Riyadi menyampaikan, “Memang benar, saya adalah perajin mahkota raja dan ratu bernuansa budaya. Saya juga bagian dari pelaku budaya yang berupaya melestarikan budaya Mojopahit yang ada di Mojokerto,” ujarnya.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Slamet Pramono, yang akrab disapa Cak Bram, melalui Perwakilan Kepala Biro (Kabiro) Mojokerto, Mulyono atau Mbah Mul, menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi Sugeng Riyadi dalam menjaga warisan budaya.
“Perajin seperti Mbah Suro adalah aset budaya daerah yang sangat berharga. Apa yang beliau lakukan bukan sekadar menghasilkan karya, tetapi juga menjaga identitas dan nilai luhur budaya Mojopahit. Pemerintah daerah seharusnya memberikan perhatian khusus, pembinaan, dan ruang agar karya-karya budaya ini terus berkembang,” tegas Cak Bram sebagaimana disampaikan Mbah Mul.
Lebih lanjut, MSRI berharap Pemerintah Kota Mojokerto dan Pemerintah Daerah Jawa Timur dapat memberikan dukungan nyata kepada para perajin budaya lokal. Dukungan tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi muda Mojokerto yang peduli, mencintai, dan berperan aktif dalam melestarikan budaya luhur warisan Mojopahit di bumi Pertiwi.
Reporter : Mbah Mul
Editor : Redaksi MSRI
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments