![]() |
| Dok, foto: Pendopo Tlasih Delapan Tujuh: Pusat Pelestarian Nilai Luhur Budaya Mojopahit di Mojokerto. Rabu (13/01/2026). |
MSRI, MOJOKERTO - Pendopo Yayasan Tlasih Delapan Tujuh yang diasuh oleh Mbah Wiro terus berperan sebagai ruang pelestarian budaya dan sejarah di tanah Jawa, khususnya di wilayah Bumi Pertiwi Mojopahit. Pendopo ini berlokasi di Dusun Sumbertempur, RT 04 RW 02, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur.
Pendopo Tlasih Delapan Tujuh bukan sekadar tempat kegiatan budaya, melainkan simbol komitmen menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai luhur budaya Jawa serta warisan sejarah peradaban Mojopahit. Melalui kegiatan uri-uri budaya yang digelar rutin setiap Selasa Kliwon, termasuk pada 13 Januari 2026, nilai-nilai adiluhung tersebut terus diperkenalkan kepada masyarakat lintas generasi.
“Budaya adalah jati diri bangsa. Jika tidak kita rawat bersama, maka generasi penerus akan kehilangan arah dan pijakan sejarahnya,” ujar Mbah Wiro, pengasuh Pendopo Tlasih Delapan Tujuh.
Menurutnya, pendopo ini dibuka untuk seluruh lapisan masyarakat sebagai ruang belajar budaya, sejarah, dan nilai kehidupan yang bersumber dari kearifan lokal Jawa.
“Kami ingin anak-anak muda mengenal tata krama, busana adat, dan filosofi hidup Jawa, agar mereka tumbuh dengan karakter dan budi pekerti yang kuat,” tambah Mbah Wiro.
Upaya pelestarian budaya ini mendapat dukungan dari berbagai tokoh adat dan masyarakat lintas daerah, seperti Surabaya, Lamongan, hingga Bali. Kehadiran para tokoh tersebut menandakan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama, lintas wilayah dan generasi.
Salah satu tokoh adat yang turut memberikan apresiasi adalah Eyang Kanjeng Suro atau Eyang Kerah Putih (Mbah Suro).
“Apa yang dilakukan Mbah Wiro adalah laku budaya. Ini bukan hanya menjaga tradisi, tetapi menjaga ruh dan martabat budaya Jawa agar tetap hidup di tengah perubahan zaman,” tutur Mbah Suro.
Selain tokoh adat, kegiatan pelestarian budaya di Pendopo Tlasih Delapan Tujuh juga mendapat perhatian dari aparat kepolisian setempat. Salah seorang perwakilan Polsek setempat menyampaikan apresiasi atas kontribusi pendopo dalam menjaga keharmonisan sosial dan nilai kebangsaan.
“Kegiatan budaya seperti ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat persatuan, menjaga ketertiban sosial, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat,” ujar perwakilan Polsek setempat.
Pendopo Tlasih Delapan Tujuh sendiri telah memperoleh pengakuan resmi dari negara melalui Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor AHU.08458.50.10.2014 Tahun 2014, sebagai lembaga yang sah dalam bidang pelestarian budaya.
Sementara itu, Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI) melalui Kepala Biro Mojokerto, Mulyono atau Mbah Mul, menegaskan dukungan penuh terhadap keberadaan dan perjuangan Pendopo Tlasih Delapan Tujuh.
“Pelestarian budaya adalah bagian dari menjaga identitas bangsa. MSRI mendukung penuh upaya Mbah Wiro dan para pelaku budaya yang dengan konsisten merawat warisan luhur Mojopahit,” tegas Mbah Mul.
MSRI menilai Pendopo Tlasih Delapan Tujuh sebagai salah satu aset budaya penting di Kabupaten Mojokerto yang patut dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan demi generasi mendatang.
Reporter : Mbah Mul
Editor : Redaksi MSRI
dibaca

.jpg)

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments