SMAK Frateran Surabaya Borong Empat Prestasi Nasional, Siswa Ukir Juara di Empat Kompetisi Akademik

SMAK Frateran Surabaya Borong Empat Prestasi Nasional, Siswa Ukir Juara di Empat Kompetisi Akademik

MSRI, SURABAYA – SMAK Frateran Surabaya kembali menegaskan kualitas akademik peserta didiknya dengan menorehkan empat prestasi di tingkat nasional melalui berbagai kompetisi yang diselenggarakan oleh sejumlah perguruan tinggi.

Capaian tersebut diraih dalam empat ajang berbeda, yakni Petra Food Quest yang diselenggarakan Universitas Kristen Petra, Fun and Challenging Physic Competition (FCPC) 2026 oleh Universitas Katolik Widya Mandala, Civil Engineering Games (CEG) yang juga digelar Universitas Kristen Petra, serta Biolympic 2026 yang diselenggarakan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Empat kompetisi tersebut berhasil menghasilkan dua gelar Juara 1 dan dua gelar Juara 2 tingkat nasional, sekaligus memperlihatkan keberagaman potensi akademik siswa SMAK Frateran Surabaya.

Pada ajang Petra Food Quest, SMAK Frateran Surabaya berhasil meraih Juara 1 tingkat nasional. Prestasi tersebut dipersembahkan oleh Leonard Kevin, siswa kelas 12B, dan Jesselyn Yang, siswa kelas 12NSC.

Keduanya mengaku bahagia sekaligus tidak menyangka dapat meraih posisi tertinggi. Terlebih, kompetisi tersebut menjadi pengalaman pertama mereka mengikuti lomba di bidang yang relatif baru bagi keduanya.

Namun, keberanian mencoba hal baru, kemauan untuk belajar, serta kerja keras justru menjadi modal penting hingga akhirnya mampu membawa nama sekolah meraih prestasi nasional.

SMAK Frateran Surabaya Borong Empat Prestasi Nasional, Siswa Ukir Juara di Empat Kompetisi Akademik

Prestasi berikutnya datang dari ajang Fun and Challenging Physic Competition (FCPC) 2026 yang diselenggarakan Universitas Katolik Widya Mandala. Dalam kompetisi tersebut, Lutfy Kevin Nitihardjo dan David William Setiawan berhasil meraih Juara 2 tingkat nasional.

Bagi keduanya, FCPC 2026 merupakan tantangan tersendiri karena menjadi kompetisi fisika pertama yang mereka ikuti.

Persiapan dilakukan secara intensif selama kurang lebih tiga minggu. Dengan bimbingan rutin bersama Pak Lorent, keduanya memanfaatkan berbagai sumber pembelajaran, mulai dari video edukasi hingga teknologi kecerdasan buatan atau AI sebagai salah satu sarana pendukung belajar.

Hampir setiap hari mereka membahas berbagai soal dan memperdalam materi, bahkan hingga larut malam. Di tengah padatnya persiapan, suasana belajar terkadang dibuat lebih santai dengan ditemani lagu-lagu Bon Jovi.

Menariknya, pada hari pelaksanaan lomba keduanya tidak memasang ekspektasi terlalu tinggi. Waktu persiapan yang relatif singkat dan tingkat kesulitan soal membuat mereka menyadari bahwa persaingan yang dihadapi tidak mudah.

Namun, hasil akhir justru memberikan kejutan. Kerja keras selama tiga minggu berbuah Juara 2 tingkat nasional.

Capaian tersebut sekaligus menjadi pelajaran bahwa keterbatasan waktu bukan alasan untuk berhenti berusaha. Ketekunan, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar mampu membuka peluang menuju prestasi.

Sementara itu, prestasi lainnya diraih melalui Civil Engineering Games (CEG) yang diselenggarakan Universitas Kristen Petra pada 20 September 2026.

Kompetisi tingkat nasional tersebut diikuti sekitar 30 tim dari berbagai sekolah. Tim SMAK Frateran Surabaya yang terdiri dari Leonard Kevin kelas 12B, Stefanus Jovan Ho kelas 12E, dan Christopher Bradley Tan kelas 12NSC berhasil mengamankan Juara 2.

CEG menghadirkan tantangan tersendiri karena materi kompetisi berfokus pada bidang fisika dan matematika. Persaingan dengan puluhan tim dari berbagai sekolah membuat capaian tersebut menjadi prestasi yang patut diapresiasi.

Para siswa mengaku bahagia dan tidak menyangka dapat menempati posisi kedua. Meskipun sebelumnya memiliki keyakinan terhadap kemampuan tim, hasil tersebut tetap menjadi kebanggaan tersendiri setelah melalui rangkaian persiapan dan kompetisi.

Prestasi keempat datang dari bidang biologi melalui Biolympic 2026 yang diselenggarakan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dalam kompetisi tingkat nasional tersebut, Elaine Selyna Hartono berhasil meraih Juara 1.

Bagi Elaine, Biolympic 2026 bukan sekadar kompetisi untuk mengejar gelar juara. Ajang tersebut menjadi ruang untuk mengasah sekaligus menguji kemampuan yang selama ini dipelajarinya di bidang biologi.

Ia mengaku senang dapat mengikuti kompetisi tersebut dan bahkan memiliki keinginan untuk kembali berpartisipasi dalam berbagai kompetisi serupa pada masa mendatang.

Empat capaian nasional tersebut menunjukkan bahwa potensi siswa SMAK Frateran Surabaya tidak hanya terpusat pada satu bidang. Prestasi lahir dari beragam disiplin, mulai dari pangan, fisika, matematika hingga biologi.

Lebih dari sekadar deretan piala dan gelar juara, pengalaman mengikuti kompetisi menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter peserta didik. Para siswa ditempa untuk berani menghadapi tantangan, mampu bekerja sama, disiplin dalam belajar, serta memiliki daya juang untuk terus berkembang.

Saat memberikan keterangan kepada wartawan MSRI, rangkaian prestasi tersebut menjadi gambaran bahwa budaya berprestasi tidak lahir secara instan. Di balik setiap gelar juara terdapat proses belajar, bimbingan guru, latihan berulang, keberanian mencoba, serta konsistensi siswa dalam menghadapi tekanan kompetisi.

Capaian di tingkat nasional itu sekaligus menjadi motivasi bagi siswa lainnya agar tidak ragu untuk mencoba berbagai kompetisi sesuai bidang dan minat masing-masing.

Dengan dukungan sekolah, guru pembimbing, dan semangat belajar peserta didik, SMAK Frateran Surabaya terus membuka ruang bagi lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya juang, kreativitas, kemampuan bekerja sama, dan kepercayaan diri untuk bersaing di tingkat nasional.

Empat prestasi nasional tersebut menjadi catatan positif sekaligus bukti bahwa budaya belajar yang konsisten, keberanian mengambil tantangan, dan dukungan pendidikan yang tepat dapat mengantarkan siswa menuju pencapaian yang lebih tinggi.

Reporter: Excel AW

MSRI - Perspektif Akurat Terpercaya

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama