Merawat Warisan Majapahit sebagai Amanah Sejarah, Dua Agenda Budaya di Trowulan Jadi Sorotan

Merawat Warisan Majapahit sebagai Amanah Sejarah, Dua Agenda Budaya di Trowulan Jadi Sorotan

MSRI, MOJOKERTO - Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, warisan sejarah dan kebudayaan bangsa patut terus dijaga sebagai bagian dari amanah kehidupan, identitas nasional, serta tanggung jawab bersama kepada generasi mendatang.

Dua agenda kebudayaan yang dijadwalkan berlangsung di kawasan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, menjadi perhatian melalui beredarnya poster susunan acara di media sosial. Agenda tersebut meliputi peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Majapahit ke-733 pada 10 November 2026 di Pendopo Trowulan dan kegiatan di kawasan Candi Brahu yang dijadwalkan pada 14 November 2026.

Kedua agenda ini bukan semata-mata rangkaian kegiatan seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut dapat menjadi ruang untuk mengenang perjalanan sejarah, menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air, serta memperkuat kesadaran bahwa warisan leluhur merupakan kekayaan bangsa yang harus dirawat dengan penuh tanggung jawab.

HUT Majapahit ke-733: Mengenang Sejarah, Meneguhkan Persatuan

Berdasarkan informasi dalam poster yang beredar, peringatan HUT Majapahit ke-733 direncanakan berlangsung pada Selasa, 10 November 2026, bertempat di Pendopo Trowulan. Rangkaian kegiatan yang tercantum meliputi pembukaan, sambutan, penampilan seni budaya, dan agenda utama peringatan.

Dalam perspektif kebangsaan dan nilai religius, mengenang sejarah bukan berarti terjebak pada kebesaran masa lampau. Sejarah seharusnya menjadi pelajaran untuk membangun masa depan yang lebih baik, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan kesadaran bahwa kekuasaan, kejayaan, dan kehidupan manusia tidak pernah terlepas dari tanggung jawab moral.

Merawat Warisan Majapahit sebagai Amanah Sejarah, Dua Agenda Budaya di Trowulan Jadi Sorotan

Nilai persatuan yang kerap dikaitkan dengan perjalanan Majapahit juga relevan untuk kehidupan masyarakat saat ini. Perbedaan suku, agama, budaya, dan latar belakang hendaknya menjadi kekayaan yang memperkuat persaudaraan, bukan alasan untuk membangun perpecahan.

Bagi generasi muda, peringatan sejarah semestinya menjadi kesempatan untuk belajar, memahami jati diri bangsa, dan mengambil hikmah dari perjalanan masa lalu.

Candi Brahu: Menjaga Peninggalan, Menghormati Amanah Leluhur

Agenda berikutnya adalah kegiatan di kawasan Candi Brahu yang berdasarkan poster dijadwalkan pada 14 November 2026. Susunan acara yang ditampilkan memuat kegiatan bertema budaya, upacara, dan hiburan.

Candi Brahu merupakan salah satu situs bersejarah di kawasan Trowulan yang memiliki nilai penting dalam kekayaan arkeologi Indonesia. Keberadaannya perlu dipandang bukan hanya sebagai daya tarik wisata, melainkan juga sebagai bagian dari perjalanan peradaban yang harus dipelajari dan dilestarikan.

Dalam pandangan religius, menjaga peninggalan sejarah dapat menjadi wujud tanggung jawab manusia dalam merawat lingkungan, menghormati karya peradaban terdahulu, dan mewariskan pengetahuan kepada generasi berikutnya. Pelestarian budaya pun harus tetap berjalan dengan menghormati keyakinan masing-masing, tanpa mencampuradukkan penghargaan terhadap sejarah dengan praktik keagamaan yang tidak sesuai dengan keyakinan pribadi.

Setiap kegiatan di kawasan cagar budaya juga perlu memperhatikan ketentuan yang berlaku, menjaga kebersihan, menjamin keamanan pengunjung, serta melindungi kelestarian situs dari potensi kerusakan.

Merawat Warisan Majapahit sebagai Amanah Sejarah, Dua Agenda Budaya di Trowulan Jadi Sorotan

Kemegahan Acara Harus Sejalan dengan Nilai Moral

Penyelenggaraan agenda sejarah dan budaya tentu membutuhkan persiapan yang matang, koordinasi yang baik, serta dukungan masyarakat. Namun, keberhasilan sebuah peringatan tidak cukup diukur dari kemeriahan panggung, banyaknya pengunjung, atau panjangnya susunan acara.

Hal yang jauh lebih penting adalah manfaat yang ditinggalkan setelah kegiatan berakhir. Apakah masyarakat semakin memahami sejarahnya? Apakah generasi muda semakin peduli terhadap peninggalan budaya? Apakah kegiatan tersebut turut memperkuat kerukunan, menggerakkan ekonomi masyarakat, dan menumbuhkan tanggung jawab terhadap lingkungan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut layak menjadi bahan refleksi bersama.

Nilai religius mengajarkan pentingnya kejujuran, amanah, ketertiban, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai kebangsaan mengajarkan persatuan dan penghormatan terhadap keberagaman. Sementara itu, nilai kebudayaan mengingatkan bahwa warisan masa lalu tidak akan bertahan tanpa kepedulian dan tindakan nyata dari generasi masa kini.

Perspektif MSRI: Sejarah adalah Amanah, Pelestarian adalah Tanggung Jawab

Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI) memandang bahwa kegiatan kebudayaan di Trowulan harus menjadi momentum untuk menyatukan semangat religius, nasionalisme, dan penghormatan terhadap warisan sejarah bangsa.

Merawat sejarah bukan berarti mengagungkan masa lalu secara berlebihan, melainkan mengambil hikmah darinya untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Menghormati kebudayaan juga bukan sekadar menampilkan simbol dan pertunjukan, melainkan memastikan bahwa nilai pengetahuan, persaudaraan, dan tanggung jawab sosial tetap hidup di tengah masyarakat.

Dalam ajaran Islam, manusia diajarkan untuk mengambil pelajaran dari perjalanan umat terdahulu, menjaga amanah, serta berbuat kebaikan bagi sesama. Semangat tersebut dapat menjadi landasan moral untuk merawat peninggalan sejarah tanpa mengabaikan nilai-nilai keimanan dan penghormatan terhadap perbedaan.

MSRI berharap kedua agenda ini dapat terlaksana dengan tertib, aman, dan bertanggung jawab, sekaligus memberikan manfaat edukatif bagi masyarakat. Harapan tersebut tentu perlu diiringi persiapan yang baik, keterbukaan informasi penyelenggara, dan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian situs bersejarah.

Sebab, sejarah adalah amanah, budaya adalah identitas, persatuan adalah kekuatan, dan tanggung jawab adalah bukti nyata kecintaan terhadap bangsa.

Semoga setiap ikhtiar yang baik senantiasa mendapat rida Allah SWT, membawa manfaat bagi masyarakat, serta menjadi jalan untuk mewariskan kebudayaan dan nilai luhur kepada generasi penerus.

Reporter: Asrul

MSRI - Perspektif Akurat Terpercaya

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama