DPW PNN Jawa Timur Teguhkan Lima Pilar Perjuangan, Cak Bram: Politik Harus Berakhlak dan Berpihak kepada Rakyat

DPW PNN Jawa Timur Teguhkan Lima Pilar Perjuangan, Cak Bram: Politik Harus Berakhlak dan Berpihak kepada Rakyat

MSRI, SURABAYA – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasionalis Nusantara (DPW PNN) Jawa Timur menegaskan komitmennya membangun politik yang bermartabat, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat melalui lima pilar perjuangan, yakni Berakhlak, Nasionalis, Bersatu, Berdaulat, serta Adil dan Makmur.

Ketua DPW PNN Jawa Timur, Slamet Pramono yang akrab disapa Cak Bram, menegaskan bahwa politik tidak semestinya hanya dimaknai sebagai upaya meraih kekuasaan. Lebih dari itu, politik harus menjadi sarana pengabdian untuk menjawab kebutuhan masyarakat, memperjuangkan kepentingan rakyat, dan menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan secara nyata.

Menurut Cak Bram, lima pilar perjuangan PNN bukan sekadar slogan organisasi, melainkan prinsip yang harus diwujudkan melalui sikap, tindakan, dan program kerja seluruh pengurus maupun kader.

Cak Bram: Lima Pilar Bukan Sekadar Slogan

Dalam keterangannya, Minggu (11/10/2026), Cak Bram menekankan bahwa setiap kader harus menjadikan lima pilar perjuangan sebagai pedoman dalam menjalankan amanah organisasi sekaligus ketika berhadapan langsung dengan persoalan masyarakat.

“Bagi kami, politik bukan semata-mata tentang jabatan, kekuasaan, atau kepentingan kelompok. Politik adalah tanggung jawab moral untuk mengabdi kepada masyarakat. Karena itu, lima pilar perjuangan PNN harus menjadi pegangan dalam bersikap, bertindak, dan mengambil keputusan, baik di dalam organisasi maupun ketika berhadapan langsung dengan persoalan rakyat,” tegas Cak Bram.

Ia menjelaskan, pilar Berakhlak harus menjadi fondasi utama dalam membangun budaya politik yang menjunjung tinggi integritas, kejujuran, tanggung jawab, dan keberanian memperjuangkan kebenaran.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut penting agar perjuangan politik tidak kehilangan arah dan tetap berpegang pada etika serta kepentingan masyarakat luas.

“Nasionalisme harus kita buktikan melalui tindakan nyata. Persatuan harus kita rawat, bukan sekadar kita ucapkan. Kedaulatan harus kita perjuangkan melalui kemandirian bangsa, sedangkan keadilan dan kemakmuran harus menjadi tujuan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Jangan sampai lima pilar ini hanya menjadi rangkaian kata-kata tanpa pelaksanaan,” ujarnya.

Cak Bram menambahkan, PNN Jawa Timur ingin membangun organisasi yang kuat secara ideologi, solid dalam persatuan, disiplin dalam menjalankan amanah, serta peka terhadap berbagai persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.

“PNN harus hadir di tengah masyarakat, mendengar keluhan mereka, memahami kebutuhan mereka, dan ikut memperjuangkan solusi. Kami ingin membangun politik yang memiliki arah, integritas, dan keberpihakan yang jelas kepada kepentingan rakyat. Ukuran perjuangan bukan sekadar seberapa besar organisasi, melainkan seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat,” lanjutnya.

Lima Pilar sebagai Arah Perjuangan PNN

Lima pilar PNN menjadi landasan nilai yang mencakup pembangunan karakter, penguatan nasionalisme, pemeliharaan persatuan, kemandirian bangsa, serta pemerataan kesejahteraan.

Pilar pertama, Berakhlak, menitikberatkan pada pembentukan karakter dan integritas serta dorongan terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan bertanggung jawab.

Pilar kedua, Nasionalis, diarahkan untuk memperkuat kecintaan terhadap tanah air, menumbuhkan semangat kebangsaan, dan membangun generasi muda yang peduli terhadap masa depan Indonesia.

Pilar ketiga, Bersatu, menekankan pentingnya merawat kebinekaan, melestarikan budaya bangsa, menghormati perbedaan, dan memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk.

Pilar keempat, Berdaulat, berfokus pada penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan petani dan nelayan, serta dorongan terhadap kemandirian energi sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian nasional.

Sementara itu, pilar kelima, Adil dan Makmur, diarahkan pada pengembangan ekonomi kerakyatan, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perluasan kesempatan kerja, serta perjuangan terhadap akses keadilan dan pemerataan kesejahteraan.

Kelima pilar tersebut diharapkan menjadi pedoman dalam penyusunan program kerja yang terarah, terukur, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Cak Dwi Tekankan Kualitas Kader dan Solusi Konkret

Sejalan dengan arah perjuangan tersebut, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PNN, Cak Dwi, menekankan bahwa kekuatan partai tidak cukup dibangun melalui pembentukan struktur organisasi semata. Kualitas kader dan kemampuan memahami persoalan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjalankan fungsi politik.

“Keberhasilan partai tidak cukup diukur dari besarnya struktur organisasi, tetapi juga dari kemampuan kader memahami persoalan masyarakat dan menghadirkan solusi yang konkret,” ujar Cak Dwi.

Menurutnya, penguatan organisasi harus berjalan beriringan dengan kerja nyata di tengah masyarakat. Kader diharapkan mampu menyerap aspirasi, memahami kebutuhan warga, dan ikut memperjuangkan penyelesaian persoalan sosial maupun ekonomi.

Dalam persiapan menuju Pemilu 2029, Bapilu memiliki peran strategis dalam merancang langkah organisasi, antara lain melalui pemetaan wilayah dan daerah pemilihan, penguatan struktur kepengurusan, rekrutmen kader potensial, serta pendidikan politik.

Persiapan tersebut membutuhkan konsolidasi yang berkelanjutan agar seluruh jajaran memahami arah perjuangan partai dan mampu menjalankan tugas sesuai peran masing-masing.

Bagi PNN, kerja politik tidak hanya berkaitan dengan kesiapan menghadapi kontestasi pemilu, tetapi juga dengan upaya membangun komunikasi publik, menampung aspirasi, dan memperkuat kepercayaan masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata.

Cak Dedik: Penguatan Organisasi Harus Diiringi Kualitas Kader dan Soliditas Keanggotaan

Sementara itu, Kepala Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan PNN, Cak Dedik, menegaskan bahwa penguatan organisasi harus dibangun melalui konsolidasi yang terarah, kaderisasi berkelanjutan, serta penataan keanggotaan yang solid dan bertanggung jawab.

Menurutnya, organisasi partai yang kuat tidak cukup hanya ditopang oleh struktur kepengurusan yang terbentuk secara administratif. Diperlukan kader yang memahami ideologi perjuangan, memiliki integritas, menjunjung tinggi disiplin organisasi, serta mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

“Organisasi yang kuat lahir dari kader-kader yang berkualitas, memiliki komitmen, dan memahami arah perjuangan partai. Karena itu, pembenahan struktur harus berjalan seiring dengan kaderisasi yang berkelanjutan dan penguatan keanggotaan. Kita tidak hanya ingin membangun organisasi yang besar, tetapi juga solid, disiplin, dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Cak Dedik.

Ia menambahkan, kaderisasi merupakan bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia partai yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, dan mampu menerjemahkan lima pilar perjuangan PNN ke dalam tindakan nyata.

Menurut Cak Dedik, nilai Berakhlak, Nasionalis, Bersatu, Berdaulat, serta Adil dan Makmur harus dipahami oleh setiap kader sebagai pedoman dalam berorganisasi maupun ketika menjalankan peran di tengah masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan koordinasi antarpengurus, memperkuat solidaritas antaranggota, serta membangun sistem organisasi yang tertib dan terukur. Dengan demikian, setiap program kerja dapat dijalankan secara terarah, dievaluasi secara berkala, dan disesuaikan dengan kebutuhan organisasi maupun masyarakat.

“Jangan sampai kita hanya kuat dalam struktur, tetapi lemah dalam pelaksanaan. Setiap pengurus dan anggota harus memahami tanggung jawabnya, menjaga kekompakan, serta memiliki semangat yang sama dalam menjalankan perjuangan. Kaderisasi harus mampu melahirkan kader yang tidak hanya loyal terhadap organisasi, tetapi juga berintegritas dan memiliki kepedulian sosial,” demikian pesan Cak Dedik dalam draf pernyataan yang perlu dikonfirmasi sebelum dipublikasikan.

Menuju Politik yang Berintegritas dan Berorientasi pada Rakyat

Penegasan Cak Bram mengenai pentingnya lima pilar, pandangan Cak Dwi tentang kualitas kader, serta penekanan Cak Dedik terhadap penguatan organisasi dan keanggotaan menjadi bagian dari arah pengembangan PNN Jawa Timur.

Ketiganya menempatkan nilai perjuangan, kualitas sumber daya manusia, dan penguatan organisasi sebagai unsur yang saling berkaitan. Struktur yang kuat diperlukan untuk menjalankan program, kader yang berkualitas dibutuhkan untuk menerjemahkan visi menjadi tindakan, sedangkan soliditas keanggotaan menjadi penopang kesinambungan perjuangan.

Dengan demikian, penguatan organisasi tidak semestinya berhenti pada pembentukan kepengurusan atau penambahan jumlah anggota. Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan setiap unsur organisasi memahami tujuan perjuangan, menjalankan tugas secara bertanggung jawab, dan mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Dengan semangat “Hadir untuk Masyarakat”, DPW PNN Jawa Timur menegaskan pentingnya membangun organisasi yang tidak hanya berorientasi pada target politik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial, ekonomi, dan kesejahteraan rakyat.

Implementasi lima pilar tersebut membutuhkan konsistensi seluruh pengurus dan kader, disertai program kerja yang jelas, pelaksanaan yang terukur, serta evaluasi berkelanjutan.

Berakhlak dalam tindakan, nasionalis dalam perjuangan, bersatu dalam keberagaman, berdaulat dalam kemandirian, serta adil dan makmur demi kesejahteraan rakyat.

Semangat itulah yang menjadi pesan perjuangan PNN Jawa Timur dalam membangun organisasi dan menjalankan peran politik di tengah masyarakat.

Salam PNN — Merdeka, Adil, Makmur!

DPW Partai Nasionalis Nusantara Jawa Timur

Hadir untuk Masyarakat, Berjuang untuk Kesejahteraan Rakyat.

Reporter: Excel AW

MSRI - Perspektif Akurat Terpercaya

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama