MSRI, LOMBOK TIMUR - Persoalan akses terhadap kebutuhan dasar masyarakat kembali menjadi perhatian. Di tengah kondisi warga yang masih membutuhkan dukungan air bersih, Payung.Creative hadir di Dusun Telone, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Kamis (1/10/2026).
Komunitas yang berasal dari Desa Kopang Rembiga, Kabupaten Lombok Tengah, tersebut tidak hanya membawa bantuan air bersih, tetapi juga menggelar kegiatan literasi bagi anak-anak. Dua kegiatan itu menjadi rangkaian aksi sosial yang mempertemukan kebutuhan dasar masyarakat dengan perhatian terhadap pendidikan generasi muda.
Pantauan dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa distribusi air bersih menjadi salah satu bentuk respons terhadap kebutuhan warga di Dusun Telone. Namun demikian, bantuan air bersih secara berkala pada dasarnya tidak dapat menjadi satu-satunya jawaban apabila persoalan akses air bersih bersifat berulang.
Kondisi tersebut menjadi catatan penting: sejauh mana ketersediaan dan akses air bersih bagi masyarakat Dusun Telone dapat dipastikan secara berkelanjutan? Pertanyaan itu menjadi relevan ketika bantuan sosial harus kembali hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga.
Di sisi lain, persoalan yang dihadapi masyarakat tidak berhenti pada kebutuhan air. Anak-anak di wilayah tersebut juga membutuhkan ruang belajar, akses bacaan, serta kegiatan edukatif yang mampu menumbuhkan minat terhadap literasi.
Atas dasar itu, Payung.Creative menghadirkan kegiatan literasi anak dalam rangkaian aksi sosialnya. Anak-anak diajak membaca, belajar, berinteraksi, dan mengikuti kegiatan edukatif yang diarahkan untuk membangun rasa ingin tahu serta memperluas wawasan.
Lalu Ganta menyampaikan bahwa kehadiran Payung.Creative di Dusun Telone tidak semata-mata untuk menyalurkan bantuan air bersih. Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan anak juga merupakan bagian penting dari kepedulian sosial.
“Kami ingin hadir bukan hanya membawa air bersih, tetapi juga membawa semangat belajar untuk anak-anak. Literasi sejak dini sangat penting karena dari membaca dan belajar, anak-anak bisa membuka wawasan dan melihat dunia yang lebih luas,” ujar Lalu Ganta.
Ia menegaskan bahwa persoalan sosial tidak cukup hanya dilihat dari sisi bantuan material. Menurutnya, masyarakat juga membutuhkan perhatian terhadap pendidikan, pengetahuan, dan pemberdayaan.
“Kolaborasi menjadi kekuatan. Ketika komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat bergerak bersama, hal sederhana yang dilakukan bisa memberikan manfaat yang besar bagi mereka yang membutuhkan,” tambahnya.
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi Payung.Creative bersama Hayy Dapoer, Joe Pastry, dan Miracle of Muslimah.
Bagi Payung.Creative, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas dampak kegiatan sosial. Air bersih menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, sementara literasi diarahkan untuk menyentuh kebutuhan jangka panjang anak-anak.
Namun, kegiatan sosial tersebut sekaligus membuka ruang perhatian yang lebih luas bagi pemangku kepentingan terkait. Persoalan akses air bersih dan kebutuhan literasi masyarakat semestinya tidak hanya menjadi perhatian komunitas atau relawan, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab pembangunan dan pelayanan publik secara berkelanjutan.
MSRI memandang, bantuan sosial penting sebagai bentuk kepedulian masyarakat. Akan tetapi, di balik setiap distribusi bantuan, terdapat persoalan yang patut ditelusuri lebih jauh: mengapa kebutuhan tersebut masih harus dipenuhi melalui bantuan, bagaimana kondisi akses masyarakat selama ini, dan apa langkah berkelanjutan yang disiapkan agar kebutuhan dasar warga tidak terus bergantung pada bantuan sosial?
Pertanyaan tersebut penting untuk mendapatkan jawaban dari pihak-pihak terkait secara proporsional, termasuk pemerintah desa, pemerintah daerah, maupun instansi yang memiliki kewenangan dalam penyediaan layanan dasar masyarakat.
Payung.Creative sendiri berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai aksi sosial sesaat. Gerakan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan yang tidak hanya membantu masyarakat ketika kebutuhan mendesak muncul, tetapi juga ikut mendorong penguatan akses pendidikan, literasi, dan kebutuhan dasar masyarakat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan interaksi bersama anak-anak dan warga Dusun Telone. Kehadiran komunitas tersebut meninggalkan pesan bahwa kepedulian sosial bukan sekadar tentang memberi bantuan, tetapi juga tentang melihat persoalan, mendengar kebutuhan masyarakat, dan mendorong hadirnya solusi yang berkelanjutan.
MSRI - Perspektif • Akurat • Terpercaya
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments