TELADAN KEBAIKAN DI MALAM MAULID NABI! Kades Masbagik Baru Santuni 80 Yatim dan 50 Lansia, Teruskan Tradisi Amal Sang Ayah

TELADAN KEBAIKAN DI MALAM MAULID NABI! Kades Masbagik Baru Santuni 80 Yatim dan 50 Lansia, Teruskan Tradisi Amal Sang Ayah

MSRI, LOMBOK TIMUR - Malam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Yaqin, Nibas, Masbagik Utara Baru, Lombok Timur, menjadi momentum yang sarat makna. Di tengah lantunan sholawat, tausiah dan doa, semangat mencintai Rasulullah SAW diwujudkan melalui kepedulian nyata kepada anak yatim piatu dan masyarakat lanjut usia.

Kepala Desa Masbagik Baru, Khaerul Ihsan, SH., MA., dalam kesempatan tersebut menyerahkan santunan kepada 80 anak yatim piatu dan 50 lansia. Pemberian santunan dilakukan dalam suasana penuh kekeluargaan dan kekhidmatan, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Bagi Khaerul Ihsan, berbagi pada bulan Maulid bukan sekadar sebuah kegiatan sosial ataupun rutinitas tahunan. Di baliknya terdapat nilai keteladanan yang diwariskan orang tua dan berusaha terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat.

Saat memberikan keterangan kepada wartawan MSRI, Khaerul Ihsan mengungkapkan bahwa tradisi tersebut telah lebih dahulu dilakukan oleh almarhum ayahnya, H. Abdul Kadir Jaelani, yang merupakan salah satu sesepuh sekaligus pengurus Masjid Nurul Yaqin.

TELADAN KEBAIKAN DI MALAM MAULID NABI! Kades Masbagik Baru Santuni 80 Yatim dan 50 Lansia, Teruskan Tradisi Amal Sang Ayah

TELADAN KEBAIKAN DI MALAM MAULID NABI! Kades Masbagik Baru Santuni 80 Yatim dan 50 Lansia, Teruskan Tradisi Amal Sang Ayah

“Dari orang tua kami, almarhum Bapak H. Abdul Kadir Jaelani, kami belajar tentang arti berbagi. Setiap memasuki bulan Maulid, beliau selalu menyisihkan sebagian rezekinya untuk masyarakat. Kebiasaan baik itulah yang ingin kami teruskan sebagai anak dan keturunannya,” ungkap Khaerul Ihsan kepada wartawan MSRI.

Menurutnya, apa yang dilakukan tersebut bukanlah tentang seberapa besar nilai materi yang diberikan, melainkan tentang keikhlasan dan kepedulian kepada sesama.

“Kami berharap santunan ini dapat memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yatim dan para lansia. Mudah-mudahan Allah SWT menerima niat dan amal kita, memberikan keberkahan kepada seluruh masyarakat, serta menjadikan kegiatan ini sebagai amal kebaikan yang terus mengalir,” tuturnya.

TELADAN KEBAIKAN DI MALAM MAULID NABI! Kades Masbagik Baru Santuni 80 Yatim dan 50 Lansia, Teruskan Tradisi Amal Sang Ayah

TELADAN KEBAIKAN DI MALAM MAULID NABI! Kades Masbagik Baru Santuni 80 Yatim dan 50 Lansia, Teruskan Tradisi Amal Sang Ayah

Maulid sebagai Momentum Meneladani Rasulullah SAW

Kepedulian terhadap anak yatim dan mereka yang membutuhkan perhatian merupakan bagian dari nilai yang sangat ditekankan dalam ajaran Islam.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ma’un ayat 1–3, yang mengingatkan tentang pentingnya kepedulian terhadap anak yatim dan orang miskin.

Sementara Rasulullah SAW memberikan kabar gembira bagi mereka yang memberikan perhatian dan tanggung jawab kepada anak yatim. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda bahwa beliau dan orang yang menanggung anak yatim akan berada di surga dengan kedekatan seperti jari telunjuk dan jari tengah.

Pesan tersebut menjadi relevan dalam momentum Maulid Nabi. Sebab, mencintai Rasulullah SAW tidak berhenti pada ungkapan lisan, tetapi seyogianya diwujudkan melalui akhlak, kasih sayang, kepedulian dan amal nyata.

Rangkaian kegiatan kemudian diisi dengan tausiah oleh Tuan Guru H. Abdul Rozi, LC., yang mengangkat tema “Bersholawat dan Mencintai Rasulullah SAW.”

Di hadapan jamaah dan masyarakat, tausiah mengajak umat untuk memperbanyak sholawat, memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW serta menjadikan akhlak beliau sebagai pedoman dalam kehidupan.

TELADAN KEBAIKAN DI MALAM MAULID NABI! Kades Masbagik Baru Santuni 80 Yatim dan 50 Lansia, Teruskan Tradisi Amal Sang Ayah

TELADAN KEBAIKAN DI MALAM MAULID NABI! Kades Masbagik Baru Santuni 80 Yatim dan 50 Lansia, Teruskan Tradisi Amal Sang Ayah

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ahzab ayat 56:

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

Ayat tersebut semakin memberikan ruh pada peringatan Maulid Nabi di Masjid Nurul Yaqin. Jamaah mengikuti rangkaian acara dengan penuh khidmat, sementara suasana masjid dipenuhi lantunan sholawat dan pesan-pesan keagamaan.

Sederhana dalam Pelaksanaan, Khidmat dalam Kebersamaan

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Nurul Yaqin, Ustaz Kamaludin, bersama Kepala Lingkungan setempat, Irpan, menyampaikan bahwa pelaksanaan Maulid Nabi tahun ini digelar secara sederhana karena kondisi masjid masih dalam tahap pembangunan.

Namun, keterbatasan tersebut tidak mengurangi semangat masyarakat untuk menghadirkan syiar Islam dan menjaga tradisi keagamaan.

“Kami melaksanakan Maulid Nabi dengan sederhana karena masjid masih dalam tahap pembangunan. Yang penting masyarakat tetap bisa berkumpul, bersholawat dan bersilaturahmi. Insyaallah, tahun depan mudah-mudahan pembangunan semakin baik dan kita bisa melaksanakan Maulid dengan lebih besar,” ungkapnya.

Harapan juga disampaikan agar masyarakat Nibas senantiasa diberikan kesehatan, umur yang penuh keberkahan, kelapangan rezeki dan perlindungan Allah SWT.

TELADAN KEBAIKAN DI MALAM MAULID NABI! Kades Masbagik Baru Santuni 80 Yatim dan 50 Lansia, Teruskan Tradisi Amal Sang Ayah

Warisan Kebaikan yang Terus Hidup

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Yaqin pada akhirnya bukan hanya menjadi momentum mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ruang untuk menghidupkan kembali nilai-nilai yang beliau ajarkan: kasih sayang, kepedulian, persaudaraan, keikhlasan dan berbagi kepada sesama.

Apa yang dilakukan Khaerul Ihsan juga memperlihatkan bagaimana sebuah keteladanan keluarga dapat diwariskan lintas generasi. Kebiasaan baik yang dahulu dilakukan almarhum H. Abdul Kadir Jaelani pada setiap bulan Maulid kini berusaha diteruskan oleh anaknya melalui kepedulian kepada anak yatim dan para lansia.

Sederhana dalam bentuk, tetapi besar dalam makna.

Karena pada hakikatnya, mencintai Rasulullah SAW bukan hanya dengan memperbanyak sholawat, melainkan juga dengan berusaha menghadirkan akhlak beliau dalam kehidupan: menyayangi yang lemah, menghormati yang lebih tua, membantu yang membutuhkan dan menjadi manusia yang memberikan manfaat bagi sesama.

Semoga setiap santunan yang diberikan menjadi sedekah yang penuh keberkahan, setiap sholawat menjadi bukti kecintaan kepada Rasulullah SAW, dan setiap kebaikan yang ditanam menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya di sisi Allah SWT.

Reporter: Makbul

MSRI - Perspektif Akurat Terpercaya

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama