Dua Hari Kepergian Almarhumah Djenap, Warga Tambak Wedi Baru Gang 11 Bersatu dalam Majelis Doa, Yaasiin dan Tahlil

Dua Hari Kepergian Almarhumah Djenap, Warga Tambak Wedi Baru Gang 11 Bersatu dalam Majelis Doa, Yaasiin dan Tahlil

MSRI, SURABAYA - Dua hari telah berlalu sejak almarhumah Djenap berpulang ke Rahmatullah. Suasana duka masih menyelimuti keluarga. Namun, di tengah kesedihan tersebut, kepedulian dan persaudaraan warga Tambak Wedi Baru Gang 11 tetap terjaga.

Kamis malam (3/9/2026), selepas shalat Isya', keluarga bersama warga, tetangga dan kerabat kembali berkumpul di rumah duka, Jalan Tambak Wedi Baru Gang 11 Nomor 53, RT 009/RW 003, Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, Surabaya.

Dalam suasana khidmat, warga mengikuti pembacaan Surah Yaasiin, tahlil dan doa bersama. Lantunan ayat suci Al-Qur’an dan kalimat-kalimat dzikir mengisi malam, menjadi bentuk penghormatan serta ikhtiar untuk mendoakan almarhumah.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Kepergian almarhumah Djenap menjadi pengingat bahwa setiap insan pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT. Dalam suasana tersebut, warga tidak hanya datang untuk menyampaikan belasungkawa, tetapi juga memberikan penguatan kepada keluarga yang tengah berduka.

Tetangga: Kehadiran Warga Bentuk Persaudaraan

Salah seorang tetangga menyampaikan bahwa kehadiran warga dalam majelis doa merupakan bentuk kepedulian terhadap keluarga almarhumah.

“Kami datang sebagai tetangga dan saudara. Ketika ada keluarga yang sedang berduka, sudah selayaknya kita hadir, mendoakan dan memberikan kekuatan. Semoga almarhumah Djenap mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT,” tuturnya.

Tetangga lainnya mengatakan bahwa kebersamaan seperti ini merupakan bagian dari nilai kehidupan bermasyarakat yang harus terus dijaga.

“Kami merasa kehilangan. Semoga doa yang kita panjatkan malam ini menjadi kebaikan dan menjadi penguat bagi keluarga. Kita semua pada akhirnya akan kembali kepada Allah, sehingga sudah sepatutnya kita saling mengingatkan dan memperbanyak amal kebaikan,” ungkapnya.

Sementara seorang warga yang turut hadir dalam doa bersama berharap seluruh amal ibadah almarhumah diterima Allah SWT.

“Semoga Allah mengampuni segala dosa dan kekhilafan almarhumah, menerima amal ibadahnya, melapangkan alam kuburnya dan menempatkannya di tempat terbaik. Untuk keluarga, semoga diberikan kesabaran dan keikhlasan,” ujarnya.

Warga Kenang Sosok Almarhumah

Bagi sejumlah tetangga, kepergian Djenap tidak hanya meninggalkan kesedihan bagi keluarga, tetapi juga meninggalkan rasa kehilangan bagi lingkungan sekitar.

Kehadiran warga selama rangkaian doa menjadi bentuk nyata bahwa hubungan bertetangga tidak berhenti pada kehidupan sehari-hari. Ketika musibah datang, kebersamaan dan kepedulian menjadi kekuatan untuk saling menguatkan.

Seorang tetangga lainnya menuturkan bahwa suasana doa bersama tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat kembali tali silaturahmi antarwarga.

“Mudah-mudahan kebersamaan seperti ini terus terjaga. Bukan hanya ketika ada yang berduka, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan, keselamatan dan keimanan sampai akhir hayat,” katanya.

Keluarga Sampaikan Terima Kasih

Di tengah suasana duka, keluarga almarhumah Djenap menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga, tetangga, kerabat dan sahabat yang telah hadir serta memberikan doa dan dukungan.

Keluarga juga memohon keikhlasan kepada seluruh pihak untuk memaafkan apabila semasa hidup almarhumah terdapat kesalahan, baik dalam perkataan, sikap maupun perbuatan.

Doa dan perhatian masyarakat menjadi penguat bagi keluarga dalam menerima ketetapan Allah SWT.

Duka Menjadi Pengingat tentang Kehidupan

Kepergian almarhumah Djenap menjadi renungan bersama bahwa kehidupan dunia merupakan perjalanan sementara.

Setiap manusia memiliki waktunya masing-masing. Ketika ketetapan Allah SWT telah tiba, tidak ada seorang pun yang mampu menundanya.

Karena itu, majelis Yaasiin, tahlil dan doa yang dilaksanakan warga bukan hanya menjadi bentuk penghormatan kepada almarhumah, tetapi juga menjadi pengingat bagi mereka yang masih hidup agar senantiasa memperbanyak amal saleh, menjaga silaturahmi dan memperkuat keimanan.

Rangkaian doa bersama akan terus dilaksanakan hingga hari ketujuh sebagai bentuk ikhtiar keluarga dan masyarakat untuk senantiasa mendoakan almarhumah.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhumah Djenap, mengampuni dosa dan kekhilafannya, melapangkan alam kuburnya, memberikan cahaya dan rahmat-Nya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan, keikhlasan dan kekuatan dalam menerima ketetapan-Nya.

Al-Fatihah untuk almarhumah Djenap.

MSRI - Perspektif Akurat Terpercaya

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama