MSRI, SURABAYA - Konsolidasi Partai Nasionalis Nusantara (PNN) memasuki tahapan penting menjelang Deklarasi Nasional. Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) PNN, Teten Indra Abdillah, berdialog bersama jajaran Dewan Pengurus Wilayah (DPW) dari 38 provinsi di Hotel Singaraja, Jalan Peneleh No. 60–62, Peneleh, Kecamatan Genteng, Surabaya, Senin (28/9/2026).
Pertemuan berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Namun, sejumlah agenda strategis menjadi pembahasan, mulai dari penguatan struktur organisasi, konsolidasi lintas wilayah, komunikasi DPN dengan DPW, hingga kesiapan menuju Deklarasi Nasional PNN.
Di hadapan jajaran DPW, Teten menegaskan bahwa PNN harus dibangun melalui komunikasi terbuka, kerja yang terukur, serta keterlibatan aktif seluruh wilayah.
“Kita ingin PNN tumbuh dari bawah. Setiap wilayah memiliki karakter dan persoalan yang berbeda. Karena itu, penguatan organisasi harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah. Yang paling penting, komunikasi antara DPN dan DPW jangan sampai terputus,” ujar Teten.
Menurutnya, keberadaan 38 DPW merupakan kekuatan penting dalam membangun jaringan komunikasi dan koordinasi organisasi secara nasional.
“Jangan hanya kuat di struktur, tetapi harus kuat juga dalam komunikasi dan kerja organisasi. Pengurus wilayah harus mampu mendengar aspirasi masyarakat, memahami persoalan daerah, kemudian membawanya dalam forum organisasi untuk dicarikan langkah bersama,” katanya.
Cak Bram: Konsolidasi Harus Melahirkan Kerja Nyata
Ketua DPW PNN Provinsi Jawa Timur, Cak Bram, menyambut positif forum konsolidasi tersebut. Menurutnya, pertemuan DPN bersama jajaran DPW dari berbagai provinsi menjadi ruang strategis untuk menyatukan persepsi dan memperkuat koordinasi menjelang Deklarasi Nasional.
“Bagi Jawa Timur, konsolidasi ini bukan sekadar pertemuan silaturahmi. Ini adalah ruang untuk menyatukan persepsi, memperkuat komunikasi, dan memastikan seluruh jajaran memahami arah organisasi menuju Deklarasi Nasional,” ujar Cak Bram.
Ia menegaskan, Jawa Timur siap mengambil bagian dalam memperkuat komunikasi antardaerah serta membangun koordinasi yang konstruktif dengan seluruh jajaran PNN.
“Kami di Jawa Timur siap membangun komunikasi dengan seluruh DPW. Perbedaan karakter setiap daerah harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi. Yang terpenting, setelah konsolidasi ini harus ada langkah nyata dan kerja organisasi yang terukur,” tegasnya.
H. Syarif: Sulsel Siap Perkuat Sinergi Antarwilayah
Sementara itu, Ketua Umum DPW PNN Provinsi Sulawesi Selatan, H. Syarif, menilai komunikasi antara DPN dan DPW menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun organisasi yang solid.
Menurutnya, setiap daerah memiliki dinamika masing-masing sehingga diperlukan ruang komunikasi yang memungkinkan setiap wilayah menyampaikan kondisi, pengalaman, dan gagasannya secara langsung.
“Kami dari Sulawesi Selatan melihat konsolidasi seperti ini sangat penting. Setiap wilayah memiliki pengalaman dan dinamika yang berbeda. Karena itu, komunikasi antardaerah harus terus dibangun agar kita bisa saling menguatkan,” ujar H. Syarif.
Ia juga menegaskan kesiapan DPW PNN Sulawesi Selatan untuk terus berkoordinasi menyongsong agenda Deklarasi Nasional.
“Sulawesi Selatan siap memperkuat koordinasi dengan DPN maupun DPW lainnya. Kita ingin setiap proses menuju deklarasi dipersiapkan dengan baik, sehingga ketika waktunya tiba, seluruh wilayah memiliki kesiapan organisasi dan pemahaman yang sama,” katanya.
38 DPW, Satu Ruang Konsolidasi
Pertemuan di Surabaya menjadi ruang dialog antara jajaran pengurus nasional dan wilayah dari berbagai provinsi.
Perbedaan karakter serta dinamika daerah dinilai bukan menjadi hambatan, melainkan modal untuk membangun organisasi yang lebih kuat. Komunikasi lintas wilayah menjadi penting untuk menyatukan persepsi sekaligus memastikan setiap jajaran memahami arah organisasi.
Teten menekankan bahwa membangun organisasi tidak cukup hanya dengan memperkuat struktur. Diperlukan disiplin, komunikasi, pembagian tugas yang jelas, serta kemampuan menerjemahkan keputusan organisasi menjadi kerja nyata.
“Kita tidak boleh membangun organisasi hanya dari pusat. Kekuatan PNN harus tumbuh bersama-sama dari daerah. DPN memberikan arah, DPW bergerak sesuai karakter wilayahnya, dan semuanya tetap berada dalam satu garis komunikasi organisasi,” tegas Teten.
Tiga Fokus Penguatan Organisasi
Dalam dialog tersebut, penguatan organisasi diarahkan pada tiga aspek utama.
Pertama, penguatan nilai kebangsaan. Nilai nasionalisme tidak boleh berhenti sebagai slogan, tetapi harus diterjemahkan melalui kepedulian, pengabdian, dan kerja nyata di tengah masyarakat.
Kedua, penguatan struktur organisasi. Setiap DPW diharapkan mampu membangun koordinasi hingga tingkat bawah melalui sistem kerja yang tertib, terukur, dan bertanggung jawab.
Ketiga, penguatan komunikasi dengan masyarakat. Organisasi harus mampu membuka ruang dialog, menyerap aspirasi, sekaligus memahami persoalan yang berkembang di setiap daerah.
Menuju Deklarasi Nasional
Konsolidasi 38 DPW di Surabaya menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju Deklarasi Nasional PNN.
Bagi Teten, deklarasi tidak boleh dipandang sekadar seremoni. Momentum tersebut harus menjadi penanda kesiapan organisasi sekaligus menunjukkan kesamaan langkah seluruh jajaran PNN.
“Deklarasi nanti harus menjadi momentum bersama. Karena itu, sebelum sampai pada deklarasi, kita harus memastikan komunikasi, struktur, dan kesiapan organisasi di setiap wilayah terus diperkuat,” kata Teten.
Pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa komunikasi antara pusat dan daerah menjadi salah satu kunci dalam proses konsolidasi PNN.
Dari Surabaya, jajaran PNN dari berbagai wilayah memperkuat komunikasi dan menyatukan langkah. Jawa Timur menyatakan kesiapan membangun koordinasi antardaerah, sementara Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya memperkuat sinergi dalam menghadapi agenda nasional.
Kini, tantangan berikutnya adalah memastikan hasil dialog tersebut tidak berhenti sebagai pembahasan, tetapi diterjemahkan menjadi program, koordinasi, dan kerja organisasi yang konkret serta terukur menuju Deklarasi Nasional PNN.
MSRI - Perspektif Akurat Terpercaya
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments