MSRI, LOMBOK TIMUR – Pertemuan antara Kepala Sekolah SD 01 Masbagik dengan para tokoh masyarakat berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh semangat membangun. Forum tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pihak sekolah, komite, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang transparan, partisipatif, dan akuntabel.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Masbagik Baru, Haerul Ikhsan, SH., MH., yang juga menjabat sebagai Ketua Komite SD 01 Nibas.
Dalam forum dialog tersebut, terungkap bahwa selama lebih dari enam tahun terakhir komite sekolah dinilai belum dilibatkan secara aktif dalam pembahasan berbagai persoalan maupun perkembangan sekolah. Kondisi tersebut, menurut keterangan yang disampaikan dalam rapat, turut mencakup minimnya pembahasan mengenai penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta sejumlah program sekolah lainnya.
Kepala sekolah dalam kesempatan itu menyampaikan klarifikasi sekaligus mengakui bahwa komunikasi dan pelibatan komite sekolah selama ini masih perlu diperbaiki sebagai bagian dari upaya meningkatkan tata kelola lembaga pendidikan.
Ketua Komite sekaligus Kepala Desa Masbagik Baru, Haerul Ikhsan, menegaskan bahwa komite sekolah dan pihak sekolah seharusnya berjalan beriringan dalam membangun kualitas pendidikan. Menurutnya, keterbukaan informasi dan transparansi, khususnya dalam pengelolaan anggaran sekolah, merupakan prinsip penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
"Komite dan pihak sekolah harus saling bersinergi. Transparansi dalam penggunaan anggaran, termasuk dana BOS, merupakan hal yang sangat penting demi menjaga kepercayaan masyarakat," tegas Haerul Ikhsan.
Melalui musyawarah tersebut, seluruh peserta rapat berhasil mencapai sejumlah kesepakatan bersama. Salah satunya adalah komitmen untuk menyelenggarakan pertemuan rutin setiap tiga bulan sekali antara pihak sekolah dan komite guna membahas perkembangan, evaluasi, serta kebutuhan sekolah secara terbuka dan berkesinambungan.
Dalam forum yang sama, kepala sekolah juga memberikan penjelasan mengenai pengadaan bangku dan meja baru di lingkungan sekolah. Ia menyampaikan bahwa pengadaan maupun perbaikan sarana dan prasarana dilakukan berdasarkan hasil pertimbangan kebutuhan sekolah sesuai kondisi yang ada.
Selain itu, pembahasan juga menyentuh keberadaan pedagang di lingkungan sekolah. Para peserta rapat menyepakati adanya kontribusi sukarela dari para pedagang kepada pihak sekolah yang nantinya akan dikelola secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
Berdasarkan pantauan wartawan MSRI di lokasi, jalannya pertemuan berlangsung kondusif, komunikatif, dan penuh suasana kekeluargaan. Seluruh pihak diberikan kesempatan menyampaikan masukan, kritik, maupun saran secara terbuka demi terciptanya pengelolaan sekolah yang lebih baik.
Di akhir pertemuan, Haerul Ikhsan menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian terhadap dunia pendidikan melalui partisipasi dan pengawasan yang konstruktif. Ia berharap sinergi antara masyarakat, komite, pemerintah desa, dan pihak sekolah terus diperkuat demi meningkatkan mutu pendidikan di SD 01 Nibas, Masbagik Baru.
Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya tata kelola sekolah yang semakin transparan, akuntabel, serta mampu membangun kepercayaan publik melalui kolaborasi yang berkelanjutan.
Reporter: Makbul
Editor: Redaksi MSRI
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments