MSRI, SURABAYA - Jajaran Direksi, Redaksi, dan seluruh keluarga besar Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI) menyampaikan duka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah gempa bumi berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 15 Agustus 2026.
Berdasarkan informasi yang diterima, gempa terjadi sekitar pukul 04.58.24 WIB, dengan pusat gempa sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, NTT. Gempa tersebut dilaporkan berpotensi tsunami dan telah melalui peninjauan oleh seismolog.
Data sementara menyebutkan 41 orang dilaporkan meninggal dunia, terdiri dari 21 orang di Kabupaten Manggarai, 17 orang di Kabupaten Manggarai Timur, dan 3 orang di Kabupaten Sikka.
Pemimpin Redaksi MSRI, Slamet Pramono, akrab disapa Bram, menyampaikan belasungkawa sekaligus mengingatkan pemerintah agar tidak terlambat hadir ketika rakyat menghadapi bencana.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Atas nama keluarga besar MSRI, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga seluruh korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta keikhlasan.”
Bram menegaskan, musibah tidak boleh hanya melahirkan pernyataan belasungkawa dari balik meja. Negara harus hadir secara nyata di tengah rakyat yang sedang kehilangan, ketakutan, dan membutuhkan pertolongan.
“Jangan sampai ketika rakyat membutuhkan negara, yang hadir hanya angka statistik, konferensi pers, dan janji-janji. Rakyat membutuhkan negara yang benar-benar hadir di lapangan—cepat melakukan evakuasi, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, memberikan perlindungan, dan memastikan tidak ada korban yang merasa ditinggalkan,” tegas Bram.
Menurutnya, kecepatan respons pemerintah adalah bagian dari tanggung jawab kemanusiaan dan amanat konstitusi. Dalam kondisi bencana, keselamatan rakyat harus ditempatkan di atas kepentingan birokrasi maupun pencitraan.
“Kita berdoa, tetapi doa juga harus berjalan bersama ikhtiar. Pemerintah jangan hanya menghitung jumlah korban, tetapi harus memastikan setiap warga yang terdampak mendapatkan pertolongan. Jangan biarkan rakyat menghadapi bencana seorang diri,” ujarnya.
MSRI mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan, membantu masyarakat terdampak sesuai kemampuan, serta tetap mengikuti informasi dan arahan resmi dari pihak berwenang.
Semoga Allah SWT memberikan keselamatan kepada masyarakat NTT, menguatkan keluarga korban, melindungi para petugas dan relawan, serta memberikan keteguhan kepada pemerintah agar mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.
MSRI - Perspektif, Akurat, Terpercaya
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments