MSRI, GRESIK - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik memperkuat komitmen menciptakan lingkungan kerja yang disiplin, berintegritas, dan bersih dari penyalahgunaan narkotika. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengarahan internal sekaligus sosialisasi pencegahan bahaya narkoba yang diikuti jajaran pegawai Dishub Gresik, Senin (11/8/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung di Aula Kantor Dishub Kabupaten Gresik, kawasan Terminal Bunder, Jalan Lamongan–Bunder, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.
Pengarahan dipimpin langsung oleh Khusaini, S.E., M.Si., dengan menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik serta melibatkan organisasi masyarakat Passer Wong Bodho yang dikomandoi Sugito, S.H.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah preventif Dishub Gresik dalam membangun kesadaran seluruh pegawai terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika sekaligus memperkuat kedisiplinan dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Khusaini menekankan bahwa integritas dan profesionalisme merupakan fondasi penting bagi setiap aparatur yang memiliki tugas pelayanan publik, terlebih dalam sektor transportasi yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan kepentingan masyarakat.
“Sebagai bagian dari pelayanan publik di bidang perhubungan, kita harus mampu menjaga integritas, kedisiplinan, dan profesionalisme. Bebas dari narkoba bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab moral kita kepada masyarakat Kabupaten Gresik,” tegas Khusaini.
Menurutnya, lingkungan kerja yang sehat dan terbebas dari penyalahgunaan narkotika harus dibangun melalui komitmen bersama. Karena itu, edukasi dan pencegahan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar seluruh pegawai memiliki pemahaman yang memadai mengenai dampak buruk narkoba.
Dalam kegiatan tersebut, BNN Kabupaten Gresik memberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan dan ketergantungan narkotika, termasuk pentingnya membangun kesadaran serta melakukan deteksi dan pencegahan sejak dini.
Sementara itu, keterlibatan Passer Wong Bodho menjadi bagian dari sinergi antara unsur pemerintahan, lembaga terkait, dan elemen masyarakat dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat serta bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Saat memberikan keterangan kepada wartawan MSRI, Khusaini kembali menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun budaya kerja yang semakin disiplin, profesional, dan bertanggung jawab.
“Harapan kami seluruh pegawai Dishub Gresik semakin memahami bahwa kedisiplinan, integritas, dan komitmen untuk menjauhi narkoba harus menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari. Kami ingin memastikan seluruh jajaran dapat menjalankan tugas dengan kondisi yang prima dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa sinergi dengan BNN dan elemen masyarakat akan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan kerja maupun masyarakat secara lebih luas.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan Dishub Gresik sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan transportasi yang aman, tertib, profesional, dan terpercaya.
Dengan semangat kolaborasi dan pencegahan sejak dini, Dishub Kabupaten Gresik menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta menjaga kepercayaan masyarakat melalui aparatur yang berintegritas dan bertanggung jawab.
Reporter: Sanex
Kaperwil MSRI Jawa Timur
Editor: Redaksi MSRI
MSRI - Perspektif • Akurat • Terpercaya
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments