MSRI, GRESIK - Sedikitnya 10 tiang listrik dilaporkan roboh di sepanjang Jalan Raya Manyar menuju kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Kabupaten Gresik, Jumat (7/8/2026) siang. Insiden yang terjadi secara beruntun itu mengakibatkan beberapa kendaraan tertimpa tiang dan kabel listrik, sekaligus memicu kemacetan panjang di jalur utama menuju kawasan industri tersebut.
Berdasarkan pantauan langsung wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI) di lokasi, sejumlah tiang listrik tampak ambruk melintang di badan jalan dengan kabel-kabel masih membentang sehingga akses lalu lintas terganggu. Petugas PLN bersama aparat kepolisian dan instansi terkait terlihat melakukan pengamanan lokasi, mengatur arus kendaraan, serta mengevakuasi material tiang yang roboh agar tidak membahayakan pengguna jalan.
Informasi awal juga diperoleh dari sejumlah warga dan pengguna jalan. Salah satunya Aghniya yang mengaku menyaksikan langsung peristiwa tersebut sekitar pukul 10.47 WIB saat melintas di lokasi. Laporan serupa disampaikan Abdul Ghofar yang menyebut sedikitnya 10 tiang listrik roboh setelah melewati Jembatan Manyar dan menimpa beberapa kendaraan.
Asisten Manajer Jaringan Distribusi PLN UP3 Gresik, Achmad Hidayat, membenarkan adanya 10 tiang listrik yang roboh. Namun hingga kini, penyebab pasti insiden tersebut masih dalam proses penyelidikan.
"Setelah kami lakukan pengecekan memang benar ada 10 tiang listrik yang roboh. Penyebabnya masih kami investigasi," ujarnya.
Achmad menjelaskan bahwa tiang-tiang tersebut merupakan tiang baru yang dipasang sekitar satu bulan lalu sebagai bagian dari penyesuaian proyek pelebaran Jalan Manyar. Menurutnya, proses pemasangan telah dilakukan sesuai standar teknis dan prosedur operasional yang berlaku.
"Itu tiang baru kami tanam sekitar satu bulan lalu karena adanya pelebaran jalan. Pemasangan sudah sesuai aturan dan SOP. Kalau sampai roboh, tentu ada faktor pemicunya yang akan kami telusuri," katanya.
Saat ini PLN memprioritaskan pemulihan pasokan listrik melalui manuver jaringan (switching) agar pelanggan, khususnya sektor industri yang disuplai jaringan tegangan menengah 20 kV, tidak mengalami pemadaman berkepanjangan. Proses evakuasi tiang diperkirakan memerlukan waktu sekitar dua jam.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi mengenai kondisi pengendara yang kendaraannya tertimpa maupun informasi adanya korban jiwa.
Peristiwa robohnya 10 tiang listrik yang baru berusia sekitar satu bulan tentu menjadi perhatian serius masyarakat. Terlebih, tiang tersebut berada di jalur strategis menuju kawasan industri nasional.
MSRI memandang kejadian ini harus menjadi momentum bagi seluruh pihak terkait untuk melakukan investigasi secara terbuka, profesional, dan transparan. Evaluasi tidak hanya menyangkut faktor teknis di lapangan, tetapi juga proses perencanaan, pelaksanaan pekerjaan, pengawasan, hingga pengujian kualitas konstruksi sebelum infrastruktur dinyatakan layak beroperasi.
Masyarakat berhak memperoleh penjelasan yang utuh mengenai penyebab insiden tersebut. Sebab, setiap proyek infrastruktur yang dibiayai dan diperuntukkan bagi kepentingan publik harus mengedepankan aspek keselamatan, kualitas, akuntabilitas, dan tanggung jawab. Jangan sampai peristiwa ini berhenti sebatas alasan "masih diselidiki", tanpa diikuti langkah evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali mengancam keselamatan pengguna jalan.
Reporter: Eka F. A
Kabiro MSRI Gresik Jawa Timur
Editor: Redaksi MSRI
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments