Sinergi MA Bidayatul Hidayah, GSN, dan BNN Wujudkan Sekolah Bersih Narkoba di Kabupaten Mojokerto

Sinergi MA Bidayatul Hidayah, GSN, dan BNN Wujudkan Sekolah Bersih Narkoba di Kabupaten Mojokerto

MSRI, MOJOKERTO – Madrasah Aliyah (MA) Bidayatul Hidayah Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, menegaskan komitmennya dalam menjaga dan menyelamatkan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika dengan menggelar Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh antusias tersebut diikuti oleh 373 siswa-siswi dari berbagai pondok pesantren di sekitar Kecamatan Jatirejo, serta didampingi 31 tenaga pendidik. Dalam pelaksanaannya, MA Bidayatul Hidayah menggandeng Yayasan Garda Semeru Nusantara (GSN), bersinergi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Mojokerto.

Acara diawali dengan sambutan Kepala MA Bidayatul Hidayah Jatirejo, Nahar Wibowo, yang menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Nahar mengungkapkan rasa bangga karena lembaga pendidikan yang dipimpinnya dipercaya menjadi pelopor dalam pelaksanaan program P4GN di lingkungan sekolah.

“Kami ingin membangun generasi yang cerdas, berakhlak, dan bebas dari narkoba. Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh peserta didik memiliki pemahaman yang kuat tentang bahaya narkotika dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing,” ujar Nahar.

Ia menambahkan, MA Bidayatul Hidayah yang berada di bawah naungan yayasan pendidikan yang berdiri sejak tahun 1953 tersebut selama ini konsisten mencetak generasi bangsa melalui berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, MI, MTs, MA hingga SMK.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Garda Semeru Nusantara, Dadang Buana, SH, menegaskan bahwa ancaman narkoba kini menyasar seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang usia maupun status sosial.

Dalam keterangannya kepada wartawan MSRI, Dadang menyebut keberhasilan aparat mengungkap penyelundupan narkoba di Cerme, Gresik, dengan barang bukti mencapai 3,3 ton ganja merupakan bukti nyata bahwa Indonesia sedang menghadapi ancaman serius dari jaringan narkotika internasional.

“Para pengedar terus mencari celah untuk merusak generasi muda, khususnya Gen Z, melalui berbagai modus. Karena itu, edukasi dan penguatan karakter menjadi benteng utama untuk menyelamatkan masa depan bangsa,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Garda Semeru Nusantara kembali mempertegas perannya sebagai garda terdepan dalam mendukung upaya penyelamatan generasi muda melalui edukasi dan sinergi bersama lembaga pendidikan.

Senada dengan hal tersebut, Agus Imantoro, Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, dan Organisasi Kemasyarakatan Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur, memberikan motivasi kepada para siswa agar terus berprestasi dan menjauhi narkoba.

Ia mengungkapkan bahwa jaringan narkotika saat ini terus berinovasi dalam menjalankan modus peredarannya, termasuk dengan memanfaatkan tren yang digemari generasi muda.

“Para pelaku sangat memahami apa yang disukai anak muda. Bahkan, narkotika kini dikemas dengan berbagai bentuk dan metode baru yang sulit dikenali. Karena itu, generasi muda harus memiliki daya kritis dan keberanian untuk menolak,” ujarnya.

Suasana semakin semarak ketika seluruh siswa secara serempak mengumandangkan yel-yel sekolah yang menggema di seluruh ruangan, menunjukkan semangat dan komitmen bersama dalam memerangi narkoba.

Kegiatan inti kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari BNN Kabupaten Mojokerto bertajuk ‘Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Bagi Kehidupan Sehari-hari’, yang disampaikan langsung oleh Kepala BNN Kabupaten Mojokerto, AKBP Damar Bastiar Amarapit, ST, didampingi Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Arum Palupi.

Dalam paparannya, AKBP Damar Bastiar menegaskan pentingnya implementasi P4GN guna mewujudkan Generasi Bersinar (Bersih Narkoba).

“Generasi Bersinar adalah generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat secara fisik dan mental serta terbebas dari cengkeraman narkotika,” jelasnya.

Saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), AKBP Damar Bastiar mengapresiasi langkah progresif MA Bidayatul Hidayah Jatirejo yang secara mandiri menginisiasi kegiatan edukatif tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian pihak sekolah. Sosialisasi ini dilaksanakan secara gratis sebagai bentuk komitmen bersama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kejahatan narkotika saat ini termasuk dalam kategori extraordinary crime atau kejahatan luar biasa, sejajar dengan tindak pidana korupsi dan terorisme karena dampaknya yang mampu menghancurkan masa depan generasi bangsa.

Di akhir kegiatan, Kepala BNN Kabupaten Mojokerto mengajak seluruh elemen pendidikan untuk melakukan aksi bela negara melalui Gerakan 3 Berani, yakni Berani Tolak, Berani Rehab, dan Berani Lapor, sebagai bentuk komitmen bersama dalam memerangi peredaran narkotika.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi tonggak awal lahirnya sekolah-sekolah pelopor Bersih Narkoba di Kabupaten Mojokerto, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga generasi penerus bangsa dari ancaman narkotika.

Reporter: Mbah Mul

Editor: Redaksi MSRI

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama