Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah: Momentum Meneladani Hijrah Rasulullah SAW, Merawat Kearifan Nusantara, dan Memperkuat Persaudaraan

Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah: Momentum Meneladani Hijrah Rasulullah SAW, Merawat Kearifan Nusantara, dan Memperkuat Persaudaraan

MSRI, SURABAYA – Dengan penuh rasa syukur ke hadirat Allah SWT, segenap Jajaran Direksi Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI) mengucapkan:

Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah/2026 Masehi

Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian kalender Hijriah, melainkan momentum spiritual yang mengajak setiap muslim untuk melakukan muhasabah (introspeksi diri), memperbaiki kualitas ibadah, memperkuat akhlak mulia, serta meneguhkan komitmen dalam menebarkan kemaslahatan bagi sesama.

Sejarah Tahun Baru Islam berakar dari peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Peristiwa bersejarah tersebut menjadi tonggak kebangkitan peradaban Islam yang kemudian ditetapkan oleh Khalifah Umar bin Khattab RA sebagai awal penanggalan kalender Hijriah. Hijrah bukan sekadar perpindahan fisik, tetapi merupakan simbol perjuangan, pengorbanan, keteguhan iman, dan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik serta diridhai Allah SWT.

Bagi masyarakat Jawa, datangnya bulan Muharram yang dikenal sebagai Bulan Suro juga memiliki makna yang mendalam. Suro dipandang sebagai bulan yang sakral dan penuh perenungan. Nilai-nilai yang hidup dalam budaya Jawa mengajarkan pentingnya eling lan waspada (selalu ingat kepada Tuhan dan berhati-hati dalam menjalani kehidupan), nglakoni laku prihatin (mengendalikan diri), serta memperkuat kebijaksanaan dalam bertindak.

Filosofi Jawa mengajarkan bahwa manusia harus senantiasa menjaga keseimbangan hubungan dengan Allah SWT, sesama manusia, dan alam semesta. Oleh karena itu, pergantian Tahun Baru Islam menjadi momentum untuk melakukan nginstropeksi diri, membersihkan hati dari sifat iri, dengki, dan kesombongan, serta memperkuat nilai-nilai kejujuran, gotong royong, dan kerukunan.

Pepatah Jawa mengatakan:

"Urip iku mung mampir ngombe."

Hidup di dunia hanyalah persinggahan sementara untuk mempersiapkan bekal menuju kehidupan yang abadi.

Karena itu, Tahun Baru Islam mengingatkan setiap insan agar tidak hanya mengejar keberhasilan duniawi, tetapi juga memperbanyak amal saleh dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

Pemimpin Redaksi Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Slamet Pramono (Bram), menyampaikan bahwa semangat hijrah Rasulullah SAW sangat selaras dengan nilai-nilai luhur budaya Jawa yang menjunjung tinggi kebijaksanaan, kesederhanaan, dan keharmonisan hidup.

"Bagi masyarakat Jawa, Bulan Suro bukanlah bulan untuk ditakuti, melainkan momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki perilaku, serta memperkuat kesadaran bahwa hidup harus dijalani dengan penuh kebijaksanaan dan tanggung jawab. Semangat hijrah Rasulullah SAW mengajarkan keberanian untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik, sementara falsafah Jawa mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan lahir dan batin," ujar Bram.

Menurutnya, di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, nilai-nilai religius dan kearifan lokal harus tetap menjadi fondasi dalam membangun karakter bangsa.

"Tahun Baru Islam 1448 Hijriah hendaknya menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk memperkuat iman, mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta mengedepankan budaya gotong royong yang menjadi jati diri bangsa Indonesia. Sebab sejatinya, kemajuan bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas moral dan spiritual masyarakatnya," tambah Bram.

Lebih lanjut, Bram mengajak seluruh insan pers untuk menjadikan semangat hijrah sebagai inspirasi dalam menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, independen, berimbang, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Melalui momentum 1 Muharram 1448 Hijriah, Jajaran Direksi dan seluruh keluarga besar MSRI mengajak masyarakat untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, menjaga persatuan bangsa, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari demi terwujudnya Indonesia yang damai, bermartabat, dan penuh keberkahan.

"Hijrah Hati, Hijrah Akhlak, Hijrah Perjuangan. Eling lan Waspada, Memayu Hayuning Bawana."

Mari memperindah kehidupan dengan kebaikan, menjaga harmoni sesama, dan menghadirkan manfaat bagi semesta.

Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah

"Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat, hidayah, keselamatan, dan keberkahan kepada seluruh umat Islam serta bangsa Indonesia. Semoga tahun yang baru menjadi awal bagi lahirnya pribadi-pribadi yang lebih bertakwa, amanah, dan berakhlakul karimah."

Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.

{Redaksi MSRI}

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama