Sorotan untuk PPK dan Polsek Widang: Proyek Jalan Nasional Diduga Masih Abaikan Keselamatan Pengguna Jalan

Sorotan untuk PPK dan Polsek Widang: Proyek Jalan Nasional Diduga Masih Abaikan Keselamatan Pengguna Jalan

MSRI, TUBAN – Rentetan kecelakaan lalu lintas yang terjadi di lokasi proyek jalan nasional ruas Widang–Tuban, khususnya pada malam hari, kembali memantik sorotan publik terhadap lemahnya pengawasan pelaksanaan proyek. Selain pihak pelaksana dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), perhatian masyarakat juga tertuju kepada jajaran Polsek Widang yang dinilai belum menunjukkan langkah konkret dalam mengantisipasi potensi kecelakaan di lokasi tersebut.

Berdasarkan pantauan dan keluhan sejumlah pengguna jalan, kondisi proyek masih dinilai jauh dari standar keselamatan. Minimnya penerangan, tidak adanya petugas pengatur lalu lintas, serta tumpukan material proyek yang memakan sebagian badan jalan tanpa dilengkapi rambu, barrier, maupun lampu peringatan, masih menjadi pemandangan yang ditemukan di lapangan.

Padahal, ruas Widang–Tuban merupakan jalur nasional yang setiap hari dilintasi kendaraan dengan intensitas tinggi, mulai dari kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga kendaraan bertonase besar. Dalam kondisi demikian, aspek keselamatan pengguna jalan semestinya menjadi prioritas utama selama proses pengerjaan proyek berlangsung.

Publik pun mempertanyakan sejauh mana pengawasan yang telah dilakukan oleh Polsek Widang terhadap aktivitas proyek tersebut. Sebagai institusi yang memiliki tugas menjaga keamanan, ketertiban, serta keselamatan berlalu lintas di wilayah hukumnya, kehadiran aparat tidak hanya dibutuhkan saat kecelakaan telah terjadi, tetapi juga dalam upaya pencegahan sejak dini.

Sebelumnya, persoalan serupa juga telah diberitakan oleh media ini. Namun hingga kini, kondisi di lapangan dinilai belum menunjukkan perubahan yang signifikan. Keluhan mengenai minimnya penerangan pada malam hari dan keberadaan material proyek di badan jalan tanpa perlengkapan keselamatan yang memadai masih terus disampaikan masyarakat.

Saat dikonfirmasi, perwakilan PPK 4.5 Provinsi Jawa Timur yang membawahi ruas Tuban–Babat–Lamongan–Gresik, Muhadi, meminta awak media untuk berkoordinasi langsung dengan pihak kontraktor pelaksana. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan.

Kondisi tersebut memunculkan kesan adanya pembiaran terhadap persoalan keselamatan di lokasi proyek. Padahal, dalam setiap pekerjaan konstruksi jalan, keselamatan pengguna jalan merupakan kewajiban yang tidak dapat diabaikan dan seharusnya menjadi prioritas utama, bukan sekadar pelengkap administrasi.

Masyarakat berharap PPK maupun Polsek Widang segera mengambil langkah nyata melalui pengawasan, koordinasi, dan tindakan tegas terhadap pelaksana proyek yang diduga tidak memenuhi standar keselamatan kerja dan keselamatan lalu lintas. Sebab, langkah preventif dinilai jauh lebih penting daripada penanganan setelah jatuhnya korban.

{Tim/Red}

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama