MSRI, PASURUAN – Kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan peserta didik di SD Negeri Palangsari 1, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, kian meningkat setelah bencana tanah longsor kembali terjadi di area tebing yang berada tepat di samping lingkungan sekolah. Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, sedikitnya dua kali longsor terjadi dan mengakibatkan material tanah serta lumpur masuk ke area sekolah, mengganggu aktivitas belajar mengajar. Sabtu (13/6/2026).
Longsor terbaru terjadi usai hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur wilayah setempat. Material tanah dari tebing yang berada di sisi sekolah meluncur ke bawah dan menutupi sebagian halaman sekolah. Kondisi tersebut memaksa para guru, siswa, serta warga sekitar bergotong royong membersihkan lumpur agar proses pembelajaran dapat kembali berjalan normal.
Menurut keterangan sejumlah warga dan pihak sekolah, kejadian tersebut bukan kali pertama terjadi. Tebing yang berada di sekitar lingkungan SDN Palangsari 1 diketahui memiliki tingkat kerawanan longsor yang cukup tinggi, terutama saat musim penghujan. Namun hingga saat ini belum terlihat adanya langkah penanganan permanen maupun pembangunan infrastruktur pengaman yang memadai.
Saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), salah seorang warga setempat mengungkapkan bahwa laporan mengenai kondisi tebing yang rawan longsor telah beberapa kali disampaikan kepada pemerintah desa maupun instansi terkait.
"Kami bersama pihak sekolah sudah berulang kali melaporkan kondisi ini. Sejauh ini memang ada peninjauan, pengukuran, dan pendataan, tetapi belum ada tindakan nyata yang benar-benar mampu mencegah longsor kembali terjadi," ujarnya.
Situasi tersebut menimbulkan keresahan di kalangan orang tua murid, tenaga pendidik, maupun masyarakat sekitar. Mereka menilai keberadaan tebing yang terus mengalami pergerakan tanah menjadi ancaman serius bagi keselamatan ratusan siswa yang setiap hari menjalani kegiatan belajar di lingkungan sekolah.
Masyarakat pun mempertanyakan lambannya respons penanganan terhadap potensi bencana yang dinilai dapat membahayakan keselamatan jiwa. Mereka berharap Pemerintah Desa Palangsari, Pemerintah Kabupaten Pasuruan, serta dinas terkait segera mengambil langkah konkret melalui pembangunan penahan tebing, sistem drainase yang memadai, maupun upaya mitigasi bencana lainnya.
Saat diwawancarai wartawan MSRI, warga juga menyampaikan kekecewaannya atas belum adanya solusi permanen terhadap persoalan yang telah berulang kali terjadi tersebut.
"Apakah harus menunggu ada korban dari anak-anak sekolah terlebih dahulu baru dilakukan tindakan yang serius?" ungkapnya dengan nada penuh keprihatinan.
Masyarakat dan pihak sekolah berharap pemerintah tidak lagi hanya melakukan pendataan dan kajian semata, melainkan segera merealisasikan langkah penanganan yang konkret dan berkelanjutan. Mengingat keselamatan peserta didik, tenaga pendidik, serta keberlangsungan proses pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang tidak boleh diabaikan.
Peristiwa longsor berulang di SDN Palangsari 1 menjadi peringatan penting bahwa mitigasi bencana di kawasan pendidikan harus menjadi prioritas utama. Penanganan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan dinilai menjadi kebutuhan mendesak demi mencegah terjadinya risiko yang lebih besar di masa mendatang.
{Mbah Mul}
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments