Jagalah Lima Perkara Sebelum Datangnya Lima Perkara

Jagalah Lima Perkara Sebelum Datangnya Lima Perkara

MSRI, SURABAYA - Allah SWT menciptakan kehidupan di dunia sebagai ladang untuk beramal dan mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat. Setiap nikmat yang diberikan, seperti usia, kesehatan, harta, waktu, dan kesempatan hidup, bukanlah sekadar anugerah, melainkan amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, Rasulullah SAW memberikan nasihat yang sangat berharga agar manusia tidak menyia-nyiakan nikmat tersebut sebelum datang keadaan yang membuatnya tidak lagi mampu beramal.

Rasulullah SAW bersabda:

"Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu." (HR. Al-Hakim No. 7846. Hadis ini dinilai sahih oleh Al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi).

Hadis ini mengandung pelajaran yang sangat mendalam. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa seluruh nikmat di dunia bersifat sementara. Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan masa muda akan berganti menjadi tua, kapan kesehatan berubah menjadi sakit, kapan kekayaan berubah menjadi kesempitan, kapan waktu luang digantikan kesibukan, dan kapan kehidupan berakhir dengan kematian.

Allah SWT berfirman:

"Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, 'Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh.' Tetapi Allah tidak akan menunda seseorang apabila ajalnya telah datang." (QS. Al-Munafiqun: 10–11).

Ayat ini menunjukkan bahwa ketika kematian tiba, manusia baru menyadari betapa berharganya kesempatan beramal selama hidup di dunia. 

Namun penyesalan pada saat itu tidak lagi bermanfaat.

1. Manfaatkan Masa Muda Sebelum Masa Tua

Masa muda merupakan fase ketika seseorang memiliki kekuatan fisik, semangat, kecerdasan, dan peluang yang besar untuk berkarya serta beribadah. Masa ini hendaknya digunakan untuk menuntut ilmu, memperbaiki akhlak, menghafal Al-Qur'an, berbakti kepada orang tua, serta aktif dalam berbagai amal kebajikan.

Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang ilmunya bagaimana diamalkan, tentang hartanya dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakan." (HR. At-Tirmidzi No. 2417, hasan sahih).

Allah SWT juga berfirman:

"Allah-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah kembali dan beruban." (QS. Ar-Rum: 54).

2. Manfaatkan Sehat Sebelum Sakit

Kesehatan adalah nikmat yang sering kali baru disadari nilainya ketika telah hilang. Dengan tubuh yang sehat, seseorang mampu melaksanakan salat berjamaah, berpuasa, bekerja mencari nafkah halal, bersedekah, dan membantu sesama.

Rasulullah SAW bersabda:

"Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu padanya, yaitu kesehatan dan waktu luang."

(HR. Al-Bukhari No. 6412).

Allah SWT berfirman:

"...Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan..."

(QS. Al-Baqarah: 195).

Ayat ini juga menjadi dasar pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari amanah Allah SWT.

3. Manfaatkan Kaya Sebelum Miskin

Harta bukanlah tujuan hidup, melainkan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Rezeki yang dimiliki hendaknya digunakan untuk menunaikan zakat, memperbanyak sedekah, membantu fakir miskin, membangun masjid, mendukung pendidikan, dan berbagai amal jariyah.

Allah SWT berfirman:

"Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki." (QS. Al-Baqarah: 261).

Rasulullah SAW bersabda:

"Harta tidak akan berkurang karena sedekah."

(HR. Muslim No. 2588).

4. Manfaatkan Waktu Luang Sebelum Sibuk

Waktu adalah nikmat yang tidak dapat diulang. Setiap detik yang berlalu tidak akan pernah kembali. Karena itu, Islam mengajarkan agar waktu diisi dengan amal yang bermanfaat.

Allah SWT berfirman:

"Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran." (QS. Al-'Ashr: 1–3).

Ayat ini menegaskan bahwa manusia akan merugi apabila waktu yang dimilikinya tidak digunakan untuk iman, amal saleh, dakwah, dan kesabaran.

5. Manfaatkan Hidup Sebelum Mati

Kehidupan di dunia hanyalah sementara. Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan ajalnya akan tiba. Oleh karena itu, setiap hari merupakan kesempatan untuk memperbaiki diri, bertobat, memperbanyak ibadah, dan meningkatkan ketakwaan.

Allah SWT berfirman:

"Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati."

(QS. Ali 'Imran: 185).

Allah SWT juga berfirman:

"Setiap umat mempunyai ajal. Apabila ajalnya telah datang, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun."

(QS. Al-A'raf: 34).

Rasulullah SAW bersabda:

"Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian."

(HR. At-Tirmidzi No. 2459; dinilai hasan oleh sebagian ulama).

Penutup

Nasihat Rasulullah SAW tentang "lima perkara sebelum lima perkara" merupakan pedoman hidup yang mengajarkan pentingnya menghargai waktu dan setiap nikmat yang Allah SWT berikan. Masa muda, kesehatan, kekayaan, waktu luang, dan kehidupan adalah amanah yang tidak akan kekal. Seluruhnya akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

Karena itu, jangan menunda tobat, jangan menunda ibadah, jangan menunda sedekah, dan jangan menunda berbuat baik. Selama pintu kehidupan masih terbuka, perbanyak amal saleh, jaga hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia, serta jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang pandai memanfaatkan setiap nikmat sebelum datang saat di mana penyesalan tidak lagi berguna. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.

{Redaksi MSRI}

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama