MSRI, GRESIK – Masa transisi kepemimpinan organisasi Passer Wong Bodho Jawa Timur resmi berakhir. Abah Edi Macan kini ditetapkan sebagai Ketua DPW Passer Wong Bodho Jawa Timur, melanjutkan estafet kepemimpinan dengan mandat untuk memperkuat soliditas organisasi serta memperluas kontribusi sosial di tengah masyarakat.
Penetapan tersebut disambut positif oleh berbagai kalangan, termasuk insan pers dan elemen internal organisasi. Riawan, Kabiro Radar CNN Online Jawa Timur sekaligus Komandan Provos Passer Wong Bodho Indonesia, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas amanah yang kini diemban Abah Edi Macan.
“Selamat dan sukses kepada Abah Edi Macan atas kepercayaan yang diberikan sebagai Ketua DPW Passer Wong Bodho Jawa Timur. Ini adalah amanah besar yang membutuhkan keteguhan, integritas, dan komitmen untuk membawa organisasi semakin solid, maju, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Riawan.
Ia juga menegaskan bahwa dukungan moril dan sinergi akan terus diberikan demi memastikan roda organisasi berjalan selaras dengan nilai-nilai perjuangan yang telah dibangun sejak awal.
Melanjutkan Warisan Perjuangan Almarhum Mas Dedik Susanto
Momentum pergantian kepemimpinan ini juga menjadi refleksi atas jasa dan dedikasi Almarhum Mas Dedik Susanto, sosok pendiri sekaligus pemimpin yang telah meletakkan fondasi kuat bagi perjalanan organisasi.
Semangat dan nilai perjuangan yang diwariskan almarhum diharapkan tetap menjadi pijakan utama dalam setiap langkah kepengurusan ke depan.
“Kita tidak boleh melupakan jasa besar Almarhum Mas Dedik Susanto. Beliau adalah figur sentral yang telah membangun arah dan karakter organisasi ini. Tanggung jawab kita bersama adalah menjaga, merawat, serta melanjutkan perjuangan dan visi beliau dengan penuh kesungguhan,” imbuh Riawan.
Komitmen Kepemimpinan Berbasis Integritas dan Kebersamaan
Di bawah kepemimpinan Abah Edi Macan, Passer Wong Bodho Jawa Timur diharapkan semakin kokoh sebagai organisasi yang tidak hanya solid secara internal, tetapi juga adaptif terhadap dinamika sosial dan mampu menghadirkan karya nyata yang berdampak luas.
Semangat kebersamaan, kesinambungan perjuangan, serta penguatan nilai-nilai moral organisasi menjadi fondasi utama dalam menatap masa depan yang lebih progresif dan bermartabat.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Slamet Pramono yang akrab disapa Bram, turut memberikan pandangan strategisnya terkait momentum ini.
“Pergantian kepemimpinan dalam sebuah organisasi adalah keniscayaan yang harus dimaknai sebagai proses regenerasi dan penguatan arah gerak. Kami melihat sosok Abah Edi Macan memiliki peluang besar untuk membawa Passer Wong Bodho Jawa Timur ke fase yang lebih matang dan berdaya saing, dengan tetap berpegang pada nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan oleh para pendahulu. Kepemimpinan yang kuat lahir dari integritas, konsistensi, dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat luas,” tegas Bram.
Dengan dukungan berbagai pihak serta semangat kolektif yang terjaga, Passer Wong Bodho Jawa Timur optimistis mampu melangkah lebih jauh sebagai organisasi yang berkontribusi nyata bagi pembangunan sosial dan penguatan nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
{Eka F. A}
dibaca



Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments