MSRI, LAMONGAN – Dugaan skandal perselingkuhan kembali mencuat dan menjadi perhatian publik di lingkungan Pemerintahan Desa Plaosan, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Seorang oknum perangkat desa berinisial IN disebut-sebut terlibat hubungan terlarang dengan HW, yang diketahui merupakan mantan suami dari seorang perempuan bernama Yayuk.
Persoalan tersebut mencuat setelah Yayuk, selaku istri sah HW, mengaku merasa sangat dirugikan secara moral maupun psikologis. Merasa kehormatan rumah tangganya telah tercoreng, ia akhirnya meminta pendampingan kepada Lembaga Swadaya Masyarakat Generasi Masyarakat Adil Sejahtera (LSM GMAS) bersama awak media Radar CNN guna menindaklanjuti dugaan yang dinilainya telah melanggar norma sosial dan etika.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Achmad selaku Sekretaris Wilayah Jawa Timur LSM GMAS turun langsung ke Desa Plaosan bersama sejumlah awak media untuk melakukan penelusuran fakta sekaligus meminta klarifikasi kepada pihak yang bersangkutan.
Namun, saat tim mendatangi kantor desa dan berupaya meminta keterangan dari IN, oknum perangkat desa tersebut justru diduga memilih menghindar. Berdasarkan keterangan di lokasi, IN terlihat panik dan segera meninggalkan area kantor desa tanpa memberikan penjelasan apa pun kepada pihak LSM maupun awak media yang hadir.
“Saya datang atas permintaan Bu Yayuk sebagai istri sah yang merasa hak dan kehormatannya telah dilanggar. Tujuan kami hanya ingin meminta klarifikasi secara baik-baik dari yang bersangkutan, apalagi ia merupakan aparat desa yang seharusnya memberi teladan kepada masyarakat. Namun sangat disayangkan, yang terjadi justru menghindar dan tidak bersedia menemui kami,” tegas Achmad.
Sikap tersebut memicu perhatian masyarakat setempat. Banyak pihak menyayangkan tindakan oknum perangkat desa yang dinilai tidak menunjukkan sikap kooperatif serta dianggap mencoreng citra pemerintahan desa. Sebagai aparatur publik, perangkat desa dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga etika, integritas, dan kepercayaan masyarakat.
LSM GMAS bersama awak media menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kejelasan dan klarifikasi resmi dari pihak terkait. Mereka juga meminta pemerintah desa maupun instansi berwenang untuk mengambil langkah tegas apabila dugaan tersebut terbukti benar, demi menjaga marwah institusi pemerintahan serta mencegah terjadinya pelanggaran serupa di kemudian hari.
Hingga berita ini diterbitkan, IN masih belum memberikan tanggapan ataupun klarifikasi resmi terkait dugaan perselingkuhan yang menyeret namanya.
{Tim/Red}
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments