![]() |
| Dok, foto: Dua Titik Aksi Hari Buruh 2026: Monas Membeludak, DPR Lebih Terkendali dan Humanis. Jumat, 1 April 2026. |
MSRI, JAKARTA – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Ibu Kota berlangsung dinamis dengan dua titik konsentrasi aksi, yakni di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, serta di depan Gedung DPR/MPR RI, Jumat (1/5/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), kawasan Monas menjadi pusat utama peringatan dengan lonjakan massa yang sangat signifikan. Sejak pukul 06.00 WIB, gelombang buruh dari berbagai daerah telah memadati area tersebut, membawa atribut, spanduk, dan bendera serikat pekerja hingga menciptakan lautan manusia di kawasan cawan Monas.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, hadir langsung dalam momentum tersebut sekitar pukul 08.38 WIB. Mengenakan baju safari cokelat dan topi, Presiden menyapa serta menyalami para buruh yang menyambut dengan antusias, menciptakan suasana yang hangat dan komunikatif antara pemerintah dan pekerja.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menyampaikan bahwa jumlah massa yang hadir di Monas diperkirakan mencapai sekitar 400 ribu orang, terdiri dari buruh lintas sektor hingga pengemudi ojek daring. Sejumlah organisasi buruh besar turut ambil bagian, di antaranya KSPSI, SPMI, KSPN, FSPMI, dan SPSI.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan orasi dari pimpinan serikat buruh serta sambutan Presiden. Panitia juga menyiapkan fasilitas ibadah salat Jumat sebagai bentuk pelayanan kepada peserta aksi.
Dalam peringatan tersebut, buruh menyuarakan sedikitnya 11 tuntutan strategis kepada pemerintah, mulai dari penetapan upah layak, perlindungan tenaga kerja, hingga penguatan jaminan sosial. Kehadiran Presiden dinilai membuka ruang dialog langsung antara negara dan kaum pekerja.
Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir mendampingi Presiden, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Ketua MPR Ahmad Muzani, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, serta Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Tokoh buruh Jumhur Hidayat juga tampak hadir bersama jajaran pimpinan serikat lainnya.
Sementara itu, aksi lain berlangsung di kawasan Gedung DPR/MPR RI dengan jumlah massa yang lebih kecil, diperkirakan sekitar 5.000 hingga 7.000 orang. Berdasarkan pemantauan aparat keamanan di lokasi, aksi di titik ini berlangsung lebih tertib, dengan pengamanan yang terukur serta arus lalu lintas yang relatif terkendali.
Perbedaan konsentrasi massa di dua titik tersebut menunjukkan pola baru dalam peringatan May Day di Jakarta, di mana Monas menjadi episentrum utama, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang kerap memusatkan aksi di Gedung DPR.
Saat memberikan keterangan kepada wartawan MSRI di lokasi, salah satu perwakilan aparat pengamanan menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan secara humanis dan persuasif.
“Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif. Kami mengedepankan pendekatan humanis agar aspirasi buruh dapat tersampaikan dengan tertib tanpa mengganggu stabilitas keamanan,” ujarnya.
Momentum May Day 2026 ini juga menjadi kali kedua Presiden menghadiri langsung peringatan Hari Buruh sejak menjabat, setelah sebelumnya turut hadir pada peringatan tahun 2025. Kehadiran tersebut dinilai sebagai sinyal kuat komitmen pemerintah dalam membuka ruang dialog dan memperkuat hubungan industrial yang lebih harmonis di Indonesia.
Reporter : Aditya
Editor : Redaksi MSRI
dibaca



Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments