Pangkostrad Pimpin Sertijab Pejabat Strategis Antisipasi Ancaman Hibrida

Pangkostrad Pimpin Sertijab Pejabat Strategis Antisipasi Ancaman Hibrida
Dok, foto: Pangkostrad, Letnan Jenderal TNI Mohammad Fadjar, M.P.I.C.T. Pimpin Sertijab Pejabat Strategis Antisipasi Ancaman Hibrida. Keterangan pers, Sabtu (25/4/2026).

MSRI, JAKARTA – Sejumlah jabatan strategis di Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) resmi berganti. Kepastian itu disampaikan dalam acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Tradisi Korps Prajurit Kostrad yang dipimpin langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letnan Jenderal TNI Mohammad Fadjar, M.P.I.C.T., di Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan media suara rakyat Indonesia (MSRI), jabatan yang diserahterimakan meliputi:

1. Kepala Zeni (Kazid) Kostrad: dari Kolonel Czi Harry Pratomo kepada Kolonel Czi Eko Supri Setiawan.

2. Kepala Penerangan (Kapen) Kostrad: dari Kolonel Arm Eko Pristiono kepada Kolonel Arm Asep Hendra Budiana.

3. Kepala Hukum (Kakum) Kostrad: dari Kolonel Chk Fika Budhiana kepada Kolonel Chk Agus Mulyana.

Selain itu, dilaksanakan juga penyerahan jabatan Komandan Polisi Militer (Danpom) Kostrad kepada Pangkostrad, serta penerimaan jabatan Komandan Detasemen Markas (Dandenma) Kostrad oleh Kolonel Inf Eko Bintara Saktiawan.

Dalam amanatnya, Letjen TNI Mohammad Fadjar menegaskan seluruh prajurit Kostrad harus memiliki kesiapan tinggi dalam pelaksanaan Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Kesiapan itu termasuk menghadapi dinamika di wilayah rawan konflik, ancaman separatis bersenjata, serta potensi gangguan keamanan di wilayah perbatasan.

"Perekembangan lingkungan strategis saat ini menghadirkan tantangan yang semakin kompleks dan multidimensi. Ancaman tidak lagi bersifat konvensional, namun juga mencakup ancaman hibrida yang memadukan kekuatan militer dan nonmiliter," tegas Pangkostrad.

Lebih lanjut, Pangkostrad menekankan bahwa setiap jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada pimpinan, tetapi juga kepada prajurit, satuan, serta bangsa dan negara. Para perwira diharapkan memiliki orientasi yang jelas terhadap tugas, berani mengambil keputusan, dan menjadi teladan di garis depan.

Reporter: Roni Yuwantoko

Editor: Redaksi MSRI

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama