MSRI, JAKARTA – Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus), Djon Afriandi, menegaskan kebijakan baru terkait penggunaan baret merah di lingkungan Kopassus. Prajurit TNI Angkatan Darat yang tidak memiliki kualifikasi Komando tidak lagi diperkenankan mengenakan baret merah sebagai bagian dari seragam dinas. Kebijakan ini merupakan bagian dari proses validasi dan penataan organisasi di tubuh Kopassus.
Dalam keterangannya kepada awak media, Jumat (24/4/2026), Pangkopassus menyampaikan bahwa kebijakan tersebut membutuhkan sikap profesional dan kebesaran hati, khususnya bagi prajurit maupun anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) yang selama ini bertugas di Kopassus namun tidak memiliki kualifikasi Komando.
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian mereka, Kopassus menghadirkan solusi simbolik berupa pin khusus. Pin tersebut diperuntukkan bagi prajurit non-Komando yang pernah berdinas di Kopassus, sehingga tetap memiliki identitas dan ikatan emosional dengan satuan elit tersebut.
“Dengan adanya pin ini, setiap prajurit Kopassus akan mengetahui bahwa yang bersangkutan pernah mengabdi di satuan ini dengan dedikasi terbaik,” ujar Pangkopassus.
Ia menegaskan, kebijakan ini sekaligus menghapus praktik pembaretan bagi prajurit non-Komando. Ke depan, baret merah hanya diberikan kepada prajurit yang telah melalui seluruh tahapan pendidikan dan latihan Komando secara utuh.
Lebih lanjut, Pangkopassus menjelaskan bahwa kualifikasi Komando terdiri dari tiga elemen utama yang tidak terpisahkan, yakni brevet Komando, pisau Komando, dan baret merah. Seluruh atribut tersebut hanya dapat diperoleh melalui rangkaian pendidikan dan latihan intensif selama tujuh bulan, atau empat bulan pelatihan inti yang didahului tiga bulan persiapan.
Dalam konteks validasi organisasi, Kopassus ke depan akan menerima sekitar 1.400 prajurit TNI AD non-Komando. Kebijakan ini dinilai penting untuk menjaga profesionalisme, efektivitas pelatihan, serta marwah simbol kehormatan yang melekat pada baret merah sebagai identitas prajurit Komando.
{Redaksi}
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments