MSRI, GRESIK – Nuansa religius yang khusyuk dan sarat keberkahan menyelimuti pelaksanaan Haul ke-17 Almarhum KH. Choirur Roji dan Haul ke-6 Almarhumah Nyai Yati Mujiati Indarti yang digelar di maqbaroh beliau, Desa Sumberwaru, pada Sabtu malam (25/04/2026). Kegiatan ini menjadi momentum spiritual yang mempererat tali silaturahmi antara ulama, umara, dan masyarakat luas.
Ribuan jamaah yang hadir larut dalam suasana penuh kehangatan dan kekhidmatan. Sejumlah tokoh agama turut menghadiri acara tersebut, di antaranya KH. Imam Bukhari selaku pengasuh pondok pesantren, KH. Muhammad Zahra beserta keluarga besar pesantren, serta para alim ulama dari berbagai daerah. Di antaranya KH. Muhammad Ali Ismail Musthofa, KH. Ahmad Amanu, KH. Salim, KH. Agus Maulana (da’i asal Sidoarjo), KH. Abdul Kidul Ismail dari Madiun, KH. Hasan dari Malang, Habib Ahmad Assegaf dari Lumajang, KH. Nur Yasmin, KH. Abdul Rasyad dari Jember, KH. Abdul Mujib dari Lamongan, hingga KH. Abdul Qodir Daus, pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah.
Dari unsur pemerintahan dan tokoh daerah, tampak hadir Haji Yaman, SH beserta istri, perwakilan KONI Gresik, jajaran pengurus yayasan, serta tokoh masyarakat lainnya dari berbagai elemen organisasi kemasyarakatan.
Dalam rangkaian sambutan dan tausiyah, para masyayikh menyampaikan pesan-pesan ruhani yang mendalam. Jamaah diajak untuk senantiasa meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak dzikir dan sholawat, serta menjaga kerukunan dan persatuan umat sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan beragama.
Salah satu pesan utama yang menggugah hati adalah pentingnya memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Para ulama menegaskan bahwa sholawat merupakan amalan agung yang tidak hanya dilakukan oleh manusia, tetapi juga oleh Allah SWT dan para malaikat-Nya.
Dijelaskan pula bahwa sholawat terbagi menjadi dua, yakni yang bersumber langsung dari tuntunan Allah dan Rasulullah SAW, serta sholawat yang dirangkai oleh para ulama sebagai ekspresi cinta dan penghormatan kepada Nabi.
Lantunan “Allahumma sholli ‘ala Muhammad” menggema sepanjang acara, menghadirkan suasana haru yang menentramkan jiwa. Jamaah tampak larut dalam dzikir, menautkan hati kepada Sang Pencipta, sekaligus mempertebal kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Selain itu, para penceramah juga menekankan pentingnya meneladani kehidupan para ulama dan orang-orang shalih. Disampaikan bahwa keberkahan hidup, ketenangan hati, serta kemuliaan derajat di sisi Allah SWT akan diraih oleh mereka yang istiqamah dalam ibadah dan menjaga akhlakul karimah.
Rangkaian acara semakin semarak dengan pembacaan tahlil, dzikir bersama, serta lantunan sholawat Ibrahimiyah oleh Jama’ah Sholawat Ibrohimiyah yang turut menghidupkan suasana spiritual malam itu.
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Internasional Al-Iliyin dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa haul bukan sekadar mengenang jasa para pendahulu, melainkan juga menjadi sarana melanjutkan perjuangan dakwah mereka.
“Haul ini adalah wasilah untuk menguatkan iman, mempererat ukhuwah, serta menghidupkan kembali semangat perjuangan para ulama dalam membimbing umat,” ujarnya.
Kisah-kisah perjalanan dakwah dan keteladanan para ulama yang disampaikan dalam tausiyah turut menjadi inspirasi, khususnya bagi generasi muda, untuk terus menuntut ilmu dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sebagai penutup, doa bersama dipanjatkan untuk para almarhum dan almarhumah agar senantiasa mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta bagi seluruh jamaah agar diberikan kekuatan dan keistiqamahan dalam menjalani kehidupan.
Melalui penyelenggaraan haul ini, diharapkan nilai-nilai keikhlasan, keteladanan, serta kecintaan kepada Rasulullah SAW semakin tertanam dalam kehidupan umat, menjadikan momen ini sebagai titik penguatan spiritual yang berkelanjutan.
{ Cak Loem }
dibaca





Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments