MSRI, MOJOKERTO - Sebuah truk tangki yang diduga mengangkut bahan bakar minyak (BBM) jenis solar terjun dari ruas Tol Jombang–Mojokerto di Dusun Banci, Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Minggu (1/3/2026) sekira pukul 06.06 WIB. Insiden tersebut tidak hanya mengakibatkan sopir mengalami patah kaki, tetapi juga memunculkan pertanyaan terkait legalitas muatan yang dibawa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kendaraan bernopol L 8273 NH itu dikemudikan Suwono (35), warga Boyolali, Jawa Tengah. Truk dilaporkan terjun dari ketinggian kurang lebih lima meter ke saluran irigasi di bawah badan tol. Benturan keras terdengar hingga radius ratusan meter dan sontak mengundang perhatian warga sekitar.
Kapolsek Gedeg, AKP Sukaren, menyampaikan bahwa dugaan awal penyebab kecelakaan adalah faktor kelelahan pengemudi. “Kejadian terjadi pada pagi hari. Dugaan sementara, pengemudi mengantuk sehingga kehilangan kendali,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI).
Di sisi lain, keterangan warga yang pertama kali mendatangi lokasi turut memperkaya gambaran peristiwa. Heri (42), warga Dusun Banci, mengaku mendengar suara keras menyerupai ledakan.
“Saya kira awalnya ban meletus atau ada tabrakan di jalan bawah. Tapi setelah saya keluar rumah, ternyata truk sudah ada di saluran irigasi. Sopirnya terdengar minta tolong,” ujar Heri kepada wartawan MSRI.
Warga lainnya, Suyati (38), mengatakan situasi sempat panik karena bau solar sangat menyengat. “Baunya kuat sekali. Kami khawatir terjadi kebakaran, apalagi banyak warga yang mendekat. Untungnya tidak sampai ada percikan api,” tuturnya.
Beberapa warga secara spontan berupaya mengevakuasi sopir sebelum petugas datang.
“Kami bersama beberapa orang membantu mengangkat sopir keluar dari kabin. Kakinya terlihat tidak bisa digerakkan,” tambah Heri.
Di lokasi kejadian, sejumlah warga juga terlihat mendatangi area tumpahan solar. Sebagian di antaranya mengumpulkan sisa bahan bakar menggunakan ember dan galon. Aparat segera melakukan pengamanan untuk mengantisipasi risiko kebakaran maupun pencemaran lingkungan.
Data awal menyebutkan muatan solar berkisar antara 800 hingga 8.000 liter. Perbedaan angka tersebut kini menjadi bagian dari fokus penyelidikan. Aparat penegak hukum juga menelusuri dokumen distribusi dan status BBM yang diangkut guna memastikan apakah termasuk kategori subsidi atau non-subsidi serta apakah pengangkutannya telah sesuai prosedur.
Korban saat ini menjalani perawatan di RSUD Basuni Gedeg akibat patah kaki yang dialaminya. Kondisinya dilaporkan stabil dan masih dalam observasi medis.
Petugas kepolisian bersama instansi terkait memastikan arus lalu lintas di ruas tol tetap terkendali selama proses evakuasi dan pengamanan berlangsung.
Hingga berita ini diterbitkan, penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan serta memastikan aspek legalitas distribusi solar yang diangkut.
MSRI akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyampaikan informasi lanjutan setelah keterangan resmi dirilis oleh pihak berwenang.
Reporter : Mbah Mul
Editor : Redaksi MSRI
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments