MSRI, JAKARTA - Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Taman Makam Pahlawan Kalibata, Senin (2/3/2026), saat bangsa Indonesia memberikan penghormatan terakhir kepada Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno.
Upacara pemakaman dilaksanakan secara militer sebagai bentuk penghormatan negara atas jasa dan pengabdian almarhum. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bertindak sebagai inspektur upacara dan memimpin langsung prosesi penghormatan terakhir.
Dalam amanatnya, Presiden menegaskan bahwa darmabakti almarhum semasa hidupnya menjadi teladan bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Semoga pengabdian beliau menjadi suri teladan bagi kita semua, dan semoga arwah almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Presiden dalam sambutannya.
Turut hadir Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden ke-11 Boediono, serta Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, bersama para pelayat dari berbagai kalangan.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini dan Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto turut hadir memberikan penghormatan terakhir.
Rini menegaskan bahwa almarhum adalah sosok prajurit dan negarawan yang menjunjung tinggi integritas serta disiplin dalam setiap amanah yang diemban.
“Beliau adalah figur yang menempatkan kepentingan bangsa di atas segala-galanya. Keteladanan beliau dalam menjaga komitmen, loyalitas, dan integritas menjadi warisan moral bagi seluruh aparatur negara,” ujar Rini.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Slamet Pramono, yang akrab disapa Bram, menyampaikan bahwa kepergian Try Sutrisno merupakan kehilangan besar bagi bangsa Indonesia.
“Almarhum bukan hanya tokoh militer dan negarawan, tetapi simbol konsistensi pengabdian tanpa pamrih. Rekam jejak beliau menjadi bagian penting dalam sejarah perjalanan demokrasi dan kepemimpinan nasional. Bangsa ini kehilangan figur yang tenang, tegas, dan penuh integritas,” ujarnya.
Prosesi ditutup dengan penghormatan militer dan penyerahan bendera Merah Putih kepada pihak keluarga sebagai simbol penghargaan tertinggi negara. Kepergian Try Sutrisno menjadi duka mendalam sekaligus momentum refleksi bagi seluruh elemen bangsa untuk melanjutkan nilai-nilai pengabdian dan keteladanan yang telah diwariskannya kepada Republik Indonesia.
{Redaksi MSRI}
dibaca





Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments