MSRI, SIDOARJO – Upaya memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak terus dilakukan di Kabupaten Sidoarjo. Salah satunya melalui kegiatan Manajemen Kasus Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Tahap II yang digelar dengan melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan serta tokoh yang memiliki kepedulian terhadap isu perlindungan kelompok rentan tersebut.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah pihak terkait, di antaranya perwakilan Partai NasDem, yakni Lita Mahfud, serta Muh. Zakaria Dimas Pratama, S.Kom, yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi NasDem–Demokrat DPRD Kabupaten Sidoarjo sekaligus anggota Komisi C DPRD Sidoarjo.
Pelaksanaan manajemen kasus tahap kedua ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam meningkatkan koordinasi, kapasitas, serta kesamaan persepsi antar lembaga dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Sidoarjo. Melalui forum tersebut, para peserta diharapkan semakin memahami mekanisme penanganan korban secara cepat, tepat, dan terpadu, sekaligus memperkuat sistem pendampingan bagi para korban.
Saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Muh. Zakaria Dimas Pratama menegaskan bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, lembaga terkait, aparat penegak hukum, serta masyarakat agar setiap kasus dapat ditangani secara serius dan korban mendapatkan perlindungan serta pendampingan yang layak,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan manajemen kasus menjadi salah satu kunci penting dalam memastikan korban tidak hanya mendapatkan penanganan hukum, tetapi juga pemulihan secara psikologis dan sosial.
Sementara itu, Lita Mahfud menilai kegiatan tersebut memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesadaran serta kapasitas berbagai pihak dalam menangani kasus kekerasan, khususnya yang menimpa perempuan dan anak sebagai kelompok yang rentan.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap semakin banyak pihak yang memahami pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak, sekaligus mampu memberikan respon yang cepat, tepat, dan berperspektif korban,” ungkapnya kepada wartawan MSRI.
Dengan terselenggaranya kegiatan manajemen kasus ini, diharapkan penanganan korban kekerasan di Kabupaten Sidoarjo dapat berjalan lebih efektif dan terkoordinasi, sehingga tercipta lingkungan yang lebih aman, inklusif, dan ramah bagi perempuan dan anak.
Reporter : Irul
Editor : Redaksi MSRI
dibaca



Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments