Tahlil dan Doa Bersama 1 Tahun Almarhumah Tukinem: Ikhtiar Batin Mengetuk Pintu Rahmat Allah SWT

Tahlil dan Doa Bersama 1 Tahun Almarhumah Tukinem: Ikhtiar Batin Mengetuk Pintu Rahmat Allah SWT
Dok, foto: Tahlil dan Doa Bersama 1 Tahun Almarhumah Tukinem: Ikhtiar Batin Mengetuk Pintu Rahmat Allah SWT. Kamis (5/2/2026).

MSRI, MOJOKERTO – Dalam suasana yang sarat kekhusyukan dan ketundukan kepada Allah SWT, keluarga besar Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI) menggelar doa bersama dan tahlil dalam rangka memperingati 1 Tahun wafatnya almarhumah Ibu Tukinem, pada Kamis, 6 Februari 2026, bertempat di kediaman almarhumah di Dusun Tempuran, Desa Soko, Kabupaten Mojokerto.

Majelis doa ini menjadi ikhtiar batin yang tulus untuk memohonkan rahmat, ampunan, serta ridha Allah SWT bagi almarhumah.

Sebagaimana firman Allah SWT:

“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. Al-Ankabut: 57).

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia hanyalah persinggahan sementara, sedangkan kematian adalah kepastian yang akan dialami setiap insan.

Rangkaian tahlil dan doa dipimpin oleh Ustadz Sukirno, dengan lantunan kalimat Allahu Akbar, tahlil, tasbih, dan tahmid yang mengalir penuh penghayatan.

Suasana hening dipenuhi zikir dan doa, menghadirkan getaran spiritual yang mendalam di hati para jamaah.

Doa-doa yang dipanjatkan selaras dengan firman Allah SWT:

“Dan orang-orang yang datang setelah mereka berkata: ‘Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami.’” (QS. Al-Hasyr: 10).

Dalam Islam, mendoakan orang yang telah wafat merupakan amalan mulia yang dianjurkan Rasulullah ï·º. Sebagaimana sabda beliau:

“Mintakanlah ampunan untuk saudaramu dan mohonkanlah agar ia diteguhkan, karena sesungguhnya ia sekarang sedang ditanya.” (HR. Abu Dawud).

Hadits tersebut menjadi landasan kuat bagi keluarga dan jamaah untuk bersama-sama memanjatkan doa, memohon agar Allah SWT mengampuni dosa almarhumah, melapangkan alam kuburnya, serta meneranginya dengan cahaya iman.

Majelis tahlil ini dihadiri keluarga, kerabat, serta rekan-rekan lintas media yang datang dengan niat tulus untuk bersama-sama mengetuk pintu langit. Kehadiran mereka menjadi wujud ukhuwah Islamiyah dan solidaritas kemanusiaan yang menguatkan keluarga yang ditinggalkan.

Suasana haru semakin terasa dengan kehadiran Pemimpin Redaksi Media Suara Rakyat Indonesia, Slamet Pramono, yang akrab disapa Bram, yang secara khusus hadir dari Surabaya ke Mojokerto. Kehadiran beliau mencerminkan keteladanan seorang pemimpin yang menjunjung tinggi nilai empati, persaudaraan, dan kepedulian terhadap keluarga besar MSRI.

Rasulullah ï·º juga bersabda:

“Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat seorang hamba di surga. Lalu ia bertanya: ‘Wahai Tuhanku, dari manakah ini?’ Allah berfirman: ‘Ini karena doa anakmu untukmu.’” (HR. Ahmad).

Doa yang dipanjatkan dalam majelis ini diharapkan menjadi sebab terangkatnya derajat almarhumah di sisi Allah SWT serta menjadi amal jariyah bagi mereka yang mendoakannya.

Keluarga besar Media Suara Rakyat Indonesia Cabang Mojokerto menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada seluruh jamaah, rekan-rekan media, serta pimpinan MSRI yang telah hadir dan bersama-sama memanjatkan doa bagi almarhumah Ibu Tukinem, ibu dari istri Bapak Mol.

Semoga Allah SWT menerima seluruh doa yang dipanjatkan, melapangkan alam kubur almarhumah, meneranginya dengan cahaya iman, serta menempatkannya di surga-Nya yang abadi, penuh ketenangan dan ridha. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Reporter : Mbah Mul/Agung

Editor : Redaksi MSRI

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama