MSRI Ucapkan Selamat Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama, Tegaskan Peran Pers dalam Merawat Peradaban

MSRI Ucapkan Selamat Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama, Tegaskan Peran Pers dalam Merawat Peradaban


MSRI, SURABAYA - Keluarga Besar Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI) beserta seluruh staf dan jajarannya menyampaikan ucapan Selamat Memperingati Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke-100, yang jatuh pada 31 Januari 1926 – 31 Januari 2026.

Satu abad perjalanan Nahdlatul Ulama merupakan tonggak sejarah penting bagi umat Islam Indonesia. NU didirikan pada 31 Januari 1926 di Surabaya oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, bersama para ulama kharismatik, di antaranya KH. Wahab Hasbullah, KH. Bisri Syansuri, dan para masyaikh Nusantara lainnya. Sejak awal berdiri, NU berkomitmen menjaga ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, merawat tradisi keislaman, serta memperkuat persatuan dan kebangsaan.

Nilai persatuan dan ukhuwah yang menjadi ruh perjuangan Nahdlatul Ulama sejalan dengan firman Allah SWT:

“Dan berpegangteguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.” (QS. Ali ‘Imran: 103)

Mengusung tema “Indonesia Merdeka Menuju Peradaban”, Nahdlatul Ulama terus meneguhkan perannya sebagai organisasi keagamaan yang menghadirkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin, mengedepankan moderasi, toleransi, serta keadaban sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dalam konteks tersebut, wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI) turut mengambil peran strategis sebagai insan pers yang berkomitmen menyebarkan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab, sekaligus menjadi jembatan dakwah kebangsaan yang menyejukkan. Melalui karya jurnalistiknya, wartawan MSRI berupaya merawat nilai persatuan, menangkal disinformasi, serta menguatkan narasi kebangsaan yang sejalan dengan semangat perjuangan Nahdlatul Ulama.

Direktur Utama sekaligus Pemimpin Redaksi MSRI, Slamet Pramono (Bram), menyampaikan bahwa peran pers memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga peradaban bangsa.

“Kami keluarga besar Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), termasuk seluruh wartawan di daerah, berkomitmen untuk terus menghadirkan karya jurnalistik yang mencerdaskan, menyejukkan, dan memperkuat persatuan. Semangat tersebut sejalan dengan khidmah Nahdlatul Ulama dalam menjaga nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dan keutuhan NKRI,” ujar Bram.

Ia menambahkan, peran pers juga merupakan bagian dari ikhtiar menegakkan nilai keadilan dan kebaikan sebagaimana firman Allah SWT:

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan.” (QS. An-Nahl: 90)

Bram berharap, di usia satu abad ini, Nahdlatul Ulama terus istiqamah dalam khidmah, menjadi penuntun umat menuju kemaslahatan, serta bersinergi dengan insan pers dalam membangun Indonesia yang damai, adil, dan berkeadaban.

{Redaksi MSRI}

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama