![]() |
| Dok, foto: Haul Akbar Buyut Sona di Karang Pakis, Gema Sholawat Ishari Menguatkan Spiritualitas dan Kebersamaan Warga. Jum'at malam (14/2/2026). |
MSRI, JOMBANG - Suasana religius dan penuh kekhidmatan menyelimuti Desa Karang Pakis, Kecamatan Kabu, Kabupaten Jombang, pada Jumat malam (13/02/2026). Ribuan warga tumpah ruah mengikuti Gema Sholawat Ishari dalam rangka Haul Akbar Buyut Sona, leluhur desa yang dikenal berjasa dalam syiar Islam di wilayah tersebut.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan momentum spiritual yang sarat makna. Lantunan Sholawat Ishari menggema di seluruh penjuru desa, disertai doa bersama dan kirim doa akbar bagi para leluhur Desa Karang Pakis serta kaum muslimin se-Nusantara.
Kehadiran Para Tokoh Agama
Acara kian istimewa dengan kehadiran sejumlah tokoh agama terkemuka, di antaranya KH. Dem Yati (Lamongan), Gus Yudi (Jombang), serta Gus Lurah Sugeng (Jombang). Dalam tausiyahnya, para ulama menekankan pentingnya menjaga sanad keilmuan, menghormati para pendahulu, serta meneladani perjuangan para ulama dan pejuang syiar Islam di tanah Jombang.
“Haul bukan hanya mengenang, tetapi mengambil hikmah dan melanjutkan perjuangan dakwah dengan akhlak dan kebersamaan,” pesan salah satu penceramah di hadapan jamaah.
Wujud Syukur dan Pelestarian Nilai Luhur
Bagi masyarakat Karang Pakis, Haul Akbar ini memiliki makna yang mendalam, di antaranya:
• Ungkapan Syukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat, keselamatan, dan keberkahan hasil bumi.
• Doa Keselamatan dan Ketenteraman bagi seluruh warga desa agar senantiasa dalam lindungan-Nya.
• Penguatan Silaturahmi, mempererat ukhuwah Islamiyah dan menjaga kerukunan antarsesama.
• Pelestarian Tradisi Keagamaan, sebagai warisan budaya yang sarat nilai spiritual dan sosial.
Saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Jumat 13 Februari 2026, panitia penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen masyarakat dalam menjaga tradisi religius sekaligus memperkuat persatuan.
“Kami berharap melalui Haul Akbar ini, masyarakat semakin kompak, menjaga nilai-nilai budaya lokal, dan mempertahankan semangat gotong royong di tengah arus modernisasi,” ujarnya.
Menghargai Jejak Dakwah Leluhur
Haul ini juga menjadi wujud penghormatan atas perjuangan Buyut Sona dalam menyebarkan ajaran Islam di Desa Karang Pakis dan sekitarnya.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan turut didukung kolaborasi bersama Yayasan Wong Bejat Manfaat dan Yayasan Wong Bodho Pondok Mburi yang membuka Pawon Berkah menyediakan makan dan minum gratis bagi masyarakat umum.
Kebersamaan tersebut mencerminkan nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin—menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi sesama.
Penutup
Rangkaian acara yang dimulai dari pembacaan Sholawat Ishari hingga doa bersama berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan. Antusiasme warga menunjukkan bahwa kecintaan terhadap tradisi keagamaan dan penghormatan kepada leluhur tetap hidup dan terjaga di tengah dinamika zaman.
Haul Akbar Buyut Sona bukan sekadar peringatan, melainkan ikhtiar kolektif merawat iman, budaya, dan persaudaraan dalam bingkai nilai-nilai Islam yang luhur.
(Loem/Redaksi MSRI)
dibaca



Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments