![]() |
| Dok, foto: Eri Cahyadi Pastikan Keamanan Investasi di Surabaya, Pengusaha Diminta Aktif Laporkan Aksi Premanisme. Keterangan pers, Jumat (9/1/2026). |
MSRI, SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar silaturahmi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Premanisme bersama para pengusaha kafe dan restoran di Lantai 2 Balai Kota Surabaya, Jumat (09/01/2026). Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya, Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur, serta pelaku usaha di Kota Pahlawan.
Dalam forum tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mensosialisasikan peran dan mekanisme kerja Satgas Penanganan Premanisme, sekaligus memperkenalkan sistem parkir berbasis portal dan digital. Langkah ini bertujuan menciptakan rasa aman, nyaman, dan kepastian hukum bagi pengusaha yang berinvestasi di Surabaya.
Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan, setiap pengusaha yang mengalami gangguan, intimidasi, atau ketidaknyamanan dalam proses pembangunan usaha maupun pengelolaan parkir akibat ulah oknum tertentu, diminta segera melapor ke Satgas Penanganan Premanisme.
“Satgas ini terdiri dari seluruh unsur Forkopimda Kota Surabaya. Ketika ada laporan masuk, kami turun bersama dan penanganannya cepat. Targetnya, dalam waktu 2×24 jam persoalan harus tuntas dan pelakunya diamankan,” tegas Eri Cahyadi.
Wali kota yang akrab disapa Cak Eri itu memastikan, seluruh layanan Satgas Penanganan Premanisme tidak dipungut biaya alias gratis. Pengusaha dapat melapor melalui Call Center 112 atau Call Center Polri 110 apabila mengalami tindakan tidak menyenangkan saat membuka atau menjalankan usaha.
“Tugas kami menjaga keamanan dan kenyamanan pengusaha di Kota Surabaya. Karena pengusaha juga berkontribusi melalui pajak yang hasilnya dikembalikan untuk kepentingan masyarakat, seperti pendidikan gratis, layanan kesehatan, hingga perbaikan rumah tidak layak huni. Amanah ini wajib kami jaga,” ujar Cak Eri.
Lebih lanjut, Cak Eri mengungkapkan bahwa Satgas Anti Mafia Tanah, yang merupakan bagian dari Satgas Penanganan Premanisme, sebelumnya telah bergerak menindaklanjuti laporan masyarakat terkait sengketa sertipikat tanah. Salah satu kasus kini telah berproses hingga tahap persidangan guna memastikan kepastian hukum.
“Sudah ada kasus yang masuk dan saat ini sedang berjalan di pengadilan untuk pembuktian,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Cak Eri juga mengimbau pengusaha kafe dan restoran untuk menerapkan sistem parkir non-tunai menggunakan portal atau mesin digital EDC (electronic data capture). Sistem ini dinilai mampu meningkatkan transparansi, keamanan, serta kemudahan bagi pemilik usaha dan pengunjung.
“Bagi yang memiliki lahan parkir sendiri, bisa menggunakan gate system atau EDC yang mendukung QRIS dan kartu uang elektronik. Sistem ini akan menciptakan kepercayaan dan transparansi,” imbaunya.
Menurut Cak Eri, penerapan parkir non-tunai akan memperkuat kepercayaan antara pengusaha, pengunjung, dan Pemkot Surabaya. “Transparansi ini penting agar tidak ada saling curiga, saling menyalahkan, dan pembangunan kota bisa berjalan lebih kuat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Apkrindo Jawa Timur, Ferry Setiawan, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran Satgas Penanganan Premanisme menjadi angin segar bagi pelaku usaha, khususnya kafe dan restoran di Surabaya.
“Harapannya Surabaya semakin tertib dan aman, tidak ada lagi gangguan dari pihak ketiga. Dengan situasi kondusif, tentu pendapatan asli daerah (PAD) juga bisa meningkat,” ujar Ferry.
Ferry mengakui, pihaknya kerap menerima keluhan dari pengusaha kafe dan restoran non-mal terkait gangguan oknum tertentu. Melalui sosialisasi ini, para pengusaha diharapkan lebih berani melapor jika mengalami gangguan.
Apkrindo, lanjut Ferry, menyatakan dukungan penuh terhadap Pemkot Surabaya dan Forkopimda dalam memberantas aksi premanisme. “Selama ini banyak yang memilih diam. Sekarang sudah jelas, jika ada gangguan silakan lapor, seperti yang disampaikan Pak Wali dan jajaran TNI-Polri,” pungkasnya.
Reporter : David cs
Editor : Redaksi MSRI
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments