Menelusuri Khazanah Ngaji Kitab Kuning MHM Diniyah di Pesantren Internasional AL ILLIYIN

Menelusuri Khazanah Ngaji Kitab Kuning MHM Diniyah di Pesantren Internasional AL ILLIYIN
Dok, foto; Menelusuri Khazanah Ngaji Kitab Kuning MHM Diniyah di Pondok Pesantren Internasional AL ILLIYIN, oleh guru pembimbing profesional.

MSRI, GRESIK - Kegiatan MHM Diniyah di Pondok Pesantren Internasional Al-Illiyin adalah program  kitab kuning yang diikuti oleh para santri dengan bimbingan guru profesional, termasuk Gus Irul sebagai ketua yayasan pendidikan.

Pondok Pesantren Internasional Al-Illiyin juga memiliki visi untuk mewujudkan santri yang memiliki kekuatan iman, profesional di bidang sains dan agama, serta berakhlak unggul berlokasi Jalan Pertamina, Desa Sumberwaru, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik.

Gus Irul menuturkan bahwa ngaji kitab kuning adalah proses mempelajari dan mengkaji kitab-kitab klasik Islam (kitab kuning) untuk memperdalam pemahaman agama dan meningkatkan keimanan.

"Pentingnya ngaji kitab kuning untuk memperkaya khazanah keilmuan dan spiritualitas santri," tutur Gus Irul.

Menelusuri Khazanah Ngaji Kitab Kuning MHM Diniyah di Pesantren Internasional AL ILLIYIN

Menelusuri Khazanah Ngaji Kitab Kuning MHM Diniyah di Pesantren Internasional AL ILLIYIN


Kegiatan MHM Diniyah dilaksanakan setiap malam selepas shalat isya di hari Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Jum'at mulai pukul 19.30 -21.30 WIB.

Makna Ngaji Kitab Kuning

• Pengkajian Teks Klasik: Kitab kuning berisi teks-teks Islam klasik dalam bahasa Arab, dipelajari untuk memahami ajaran Islam lebih mendalam.

• Tradisi Pesantren: Ngaji kitab kuning merupakan tradisi kuat di pesantren-pesantren di Indonesia khususnya di Pondok Pesantren Internasional Al-Illiyin

• Memperkuat Iman dan Akhlak: Tujuannya untuk meningkatkan keimanan, pemahaman agama, dan membentuk akhlak mulia.

Menelusuri Khazanah Ngaji Kitab Kuning MHM Diniyah di Pesantren Internasional AL ILLIYIN

Menelusuri Khazanah Ngaji Kitab Kuning MHM Diniyah di Pesantren Internasional AL ILLIYIN


Karakteristik Kitab Kuning

• Bahasa Arab: Kitab kuning umumnya ditulis dalam bahasa Arab dengan aksara Arab/Jawi.

• Isi: Meliputi fiqih, tauhid, tasawuf, hadits, tafsir, dan lain-lain.

• Metode Pengajian: Biasanya dengan sorogan (santri membaca), bandongan (kiai membacakan), atau halaqah.

Pentingnya Ngaji Kitab Kuning

• Pemahaman Agama Mendalam: Membantu memahami ajaran Islam secara lebih komprehensif.

• Tradisi Keilmuan Islam: Merupakan bagian dari tradisi keilmuan Islam di Nusantara.

• Pesantren sebagai Pusat: Pesantren menjadi pusat pengajian kitab kuning.

{Redaksi}

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama