MSRI, JAKARTA – Pergantian pucuk pimpinan Polri resmi terjadi. Komjen Pol. Suyudi Ario Seto kini menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
Pergantian tersebut sebelumnya mendapat persetujuan DPR RI melalui Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027, Kamis (1/10/2026). Komisi III DPR sebelumnya menyetujui Suyudi secara aklamasi setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan.
Setelah memperoleh persetujuan DPR, Presiden Prabowo Subianto kemudian melantik Suyudi sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan tersebut dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 96/POLRI Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kapolri.
Dalam kesempatan yang sama, Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat juga dilantik sebagai Wakapolri berdasarkan Keppres Nomor 97/POLRI Tahun 2026.
Dari BNN ke pucuk pimpinan Polri
Suyudi Ario Seto sebelumnya dipercaya Presiden Prabowo sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Kariernya di lingkungan Polri banyak ditempa pada bidang reserse dan sejumlah jabatan strategis di kewilayahan maupun tingkat pusat.
Sebelum dipercaya menjadi Kapolri, Suyudi pernah menduduki sejumlah jabatan di lingkungan Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, hingga menjabat Kapolda Banten.
Dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR, Suyudi menyampaikan gagasan “Polri Bersama Masyarakat” sebagai arah kepemimpinannya. Ia juga menekankan pentingnya membuka ruang koreksi dari masyarakat sebagai bagian dari upaya perbaikan institusi Polri.
Suyudi menegaskan bahwa jabatan Kapolri bukan sekadar posisi puncak dalam jenjang karier, melainkan tanggung jawab besar dalam menjalankan tugas kepolisian.
Listyo Sigit bergeser ke KSP
Pergantian Kapolri juga diikuti perubahan posisi Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
Presiden Prabowo melantik Listyo Sigit sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman.
Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 105/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Kepresidenan dan Kepala Badan Reforma Agraria Nasional.
Sebelum pelantikan, Listyo Sigit juga telah mengonfirmasi kepada wartawan bahwa dirinya akan dipercaya memimpin KSP.
“Saya akan dilantik menjadi KSP,” kata Listyo saat berada di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (1/10/2026).
Dengan demikian, perpindahan Listyo Sigit ke KSP bukan lagi sebatas informasi yang beredar, melainkan telah menjadi keputusan resmi Presiden.
Dudung Abdurachman masuk jajaran Menko
Perubahan posisi tersebut sekaligus membuat Dudung Abdurachman bergeser dari Kepala Staf Kepresidenan menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam).
Dudung dilantik dalam rangkaian reshuffle Kabinet Merah Putih pada Kamis (1/10/2026).
Selain posisi Menko Polkam, reshuffle juga menyentuh sejumlah posisi strategis pemerintahan, termasuk Menko PMK, Menteri Luar Negeri, Menteri Perindustrian, sejumlah wakil menteri, serta beberapa pimpinan badan pemerintah.
Sugiono bergeser menjadi Menko PMK, sedangkan Arrmanatha Christiawan Nasir atau Tata Nasir dipercaya sebagai Menteri Luar Negeri.
Pergantian Kapolri dan reshuffle berlangsung bersamaan
Rangkaian perubahan tersebut menunjukkan bahwa pergantian Kapolri pada 1 Oktober 2026 berlangsung bersamaan dengan penataan sejumlah posisi strategis dalam pemerintahan Presiden Prabowo.
Suyudi kini memimpin Polri, Listyo Sigit bertugas sebagai Kepala Staf Kepresidenan, sementara Dudung Abdurachman menempati posisi Menko Polkam.
Presiden Prabowo juga memberikan tanda kehormatan kepada Listyo Sigit berupa Bintang Mahaputera Adipurna dalam rangkaian acara pelantikan.
Dengan keputusan tersebut, spekulasi mengenai masa depan Listyo Sigit setelah tidak lagi menjabat Kapolri sekaligus telah terjawab. Ia kini mendapat amanah baru di lingkungan Istana sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments