MSRI, SURABAYA - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nusantara Nasional (DPW PNN) Jawa Timur mulai mempercepat konsolidasi organisasi pascadeklarasi. Penguatan struktur, kaderisasi, pembagian tugas, hingga persiapan pembentukan jaringan di tingkat daerah menjadi agenda utama dalam rapat koordinasi struktural yang digelar di SWK Studio, Jalan Jarak No. 20, Surabaya.
Rapat dipimpin langsung Ketua DPW PNN Jawa Timur Slamet Pramono alias Cak Bram dan dihadiri 11 pengurus inti. Forum tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan mesin organisasi tidak berhenti pada momentum deklarasi, melainkan segera bergerak dengan sistem kerja yang lebih terukur.
Salah satu keputusan strategis rapat adalah pembentukan Tim 9 sebagai motor penggerak konsolidasi DPW PNN Jawa Timur.
Tim tersebut diarahkan untuk memperkuat koordinasi internal, membangun pembagian kerja antarpengurus, sekaligus mendorong percepatan konsolidasi organisasi hingga tingkat DPD.
Langkah ini dilakukan tidak lama setelah deklarasi PNN di Rumah Pergerakan HOS Tjokroaminoto. Artinya, jajaran DPW PNN Jawa Timur memilih langsung masuk ke tahap kerja organisasi, bukan sekadar mempertahankan euforia deklarasi.
Ketua DPW PNN Jawa Timur, Cak Bram, menegaskan bahwa konsolidasi menjadi pekerjaan pertama yang harus dituntaskan.
“Kita tidak ingin organisasi hanya kuat secara nama, tetapi lemah dalam struktur dan kerja. Setelah deklarasi, pekerjaan sebenarnya justru dimulai. Kita harus membangun organisasi dengan struktur yang jelas, pembagian tugas yang tegas dan target kerja yang terukur,” tegas Cak Bram.
Menurutnya, Tim 9 dibentuk untuk memastikan setiap bidang memiliki fungsi yang jelas dan dapat bekerja secara terkoordinasi.
“PNN Jawa Timur harus bergerak sistematis. Soliditas pengurus, kaderisasi, komunikasi publik, penguatan jaringan dan program kerakyatan harus berjalan dalam satu garis organisasi,” lanjutnya.
Konsolidasi Dua Kali Sebulan
Rapat juga menetapkan agenda konsolidasi internal secara rutin dua kali dalam satu bulan. Pola tersebut diproyeksikan menjadi mekanisme evaluasi sekaligus kontrol terhadap perkembangan kerja organisasi.
Sekretaris DPW PNN Jawa Timur, Cak Tikno, mengatakan konsolidasi rutin diperlukan agar setiap keputusan organisasi dapat diterjemahkan menjadi pekerjaan konkret.
“Kita membutuhkan ritme organisasi yang jelas. Setiap rapat harus menghasilkan keputusan, setiap keputusan harus memiliki penanggung jawab, dan setiap pekerjaan harus bisa dievaluasi. Dengan pola seperti itu, organisasi akan lebih tertib dan terukur,” ujar Cak Tikno.
Rapat koordinasi berikutnya dijadwalkan pada 21 Oktober 2026 di Rumah Cak Heri.
Enam Bidang Strategis Tim 9
Tim 9 disiapkan dengan sejumlah bidang strategis yang berkaitan langsung dengan kebutuhan pengembangan organisasi, yakni:
- Bappilu/Litbang
- OKK (Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan)
- Hukum dan Advokasi
- Humas, Media dan Komunikasi
- Sosial dan Kemasyarakatan
- Pemberdayaan UMKM
Pembagian tersebut menunjukkan bahwa DPW PNN Jawa Timur mulai membangun struktur kerja berdasarkan fungsi, bukan sekadar susunan jabatan.
Wakil Ketua I DPW PNN Jawa Timur, Cak Hari, menilai pembagian bidang tersebut penting untuk menghindari tumpang tindih pekerjaan sekaligus memperjelas tanggung jawab setiap pengurus.
“Organisasi tidak bisa bekerja kalau semua hal dikerjakan bersama tanpa pembagian tanggung jawab. Masing-masing bidang harus memiliki tugas yang jelas, tetapi tetap bekerja dalam satu koordinasi. Itu yang sedang kita bangun,” kata Cak Hari.
Ekonomi Kerakyatan Masuk Agenda Prioritas
Selain konsolidasi struktural, rapat membahas pengembangan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan UMKM sebagai salah satu agenda yang akan dikembangkan DPW PNN Jawa Timur.
Bendahara DPW PNN Jawa Timur, Neng Eka, menegaskan bahwa agenda organisasi harus memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat.
“Organisasi harus memiliki manfaat yang bisa dirasakan masyarakat. Karena itu, pemberdayaan UMKM dan penguatan ekonomi kerakyatan menjadi salah satu perhatian penting yang perlu disiapkan secara serius dan realistis,” ujar Neng Eka.
Agenda tersebut nantinya diarahkan pada pemetaan potensi masyarakat, penguatan pelaku UMKM, serta penyusunan program yang memungkinkan organisasi berkontribusi secara konkret di tengah masyarakat.
Dari Deklarasi ke Kerja Organisasi
Konsolidasi DPW PNN Jawa Timur ini menjadi fase penting setelah deklarasi organisasi. Tantangan berikutnya bukan lagi sekadar memperkenalkan keberadaan PNN, melainkan memastikan struktur organisasi benar-benar terbentuk dan mampu bekerja sampai tingkat bawah.
Cak Bram menegaskan, DPW PNN Jawa Timur tidak ingin membangun organisasi secara instan.
“Kita membangun dari fondasi. Tidak perlu terburu-buru mengejar besar secara tampilan, tetapi kosong dalam struktur. Yang kita kejar adalah organisasi yang solid, tertib, memiliki kader, memiliki jaringan dan mempunyai program yang jelas,” tegasnya.
Ia juga meminta seluruh jajaran pengurus menjaga soliditas dan tidak bekerja secara individual.
“PNN Jawa Timur harus menjadi satu kesatuan. Ketua, sekretaris, bendahara, wakil ketua maupun seluruh bidang memiliki fungsi masing-masing. Kalau semua menjalankan tugas dengan disiplin dan saling menguatkan, organisasi akan tumbuh dengan sendirinya,” pungkas Cak Bram.
Dengan pembentukan Tim 9, konsolidasi rutin dan penyiapan bidang-bidang strategis, DPW PNN Jawa Timur kini memasuki tahap kerja organisasi yang lebih konkret. Fokus berikutnya adalah memastikan struktur tersebut berjalan efektif dan mampu diteruskan hingga tingkat DPD di berbagai daerah Jawa Timur.
Reporter: Donifsb
MSRI - Perspektif Akurat Terpercaya
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments