Cak Aldo dan Ning Rara Terpilih sebagai Cak dan Ning Surabaya 2026, Publik Menanti Aksi Nyata

Cak Aldo dan Ning Rara Terpilih sebagai Cak dan Ning Surabaya 2026, Publik Menanti Aksi Nyata

MSRI, SURABAYA – Ajang Pemilihan Duta Wisata Cak dan Ning Surabaya 2026 resmi melahirkan pasangan pemenang baru. Cak Aldo dari Kecamatan Tegalsari dan Ning Rara dari Kecamatan Gubeng berhasil meraih gelar Cak dan Ning Surabaya 2026 dalam malam grand final yang digelar di Balai Kota Surabaya, Sabtu (10/10/2026) malam.

Keduanya diharapkan mampu mengemban amanah sebagai representasi generasi muda Kota Pahlawan, sekaligus menjadi duta yang aktif mempromosikan potensi pariwisata, menjaga kelestarian budaya, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pantauan wartawan MSRI di lokasi, malam grand final berlangsung sebagai puncak dari rangkaian seleksi panjang yang menguji kualitas, wawasan, kepribadian, serta kapasitas para finalis dalam mengemban peran sebagai duta wisata dan budaya Kota Surabaya.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Herry Purwadi, menjelaskan bahwa proses pemilihan Cak dan Ning Surabaya 2026 tidak hanya berfokus pada penampilan peserta di atas panggung. Para finalis telah melewati sejumlah tahapan seleksi yang dirancang untuk mengukur kesiapan mereka sebagai representasi generasi muda Surabaya.

Saat memberikan keterangan kepada wartawan MSRI seusai rangkaian acara, Herry menerangkan bahwa seluruh finalis telah melalui proses seleksi yang panjang, mulai dari seleksi awal, tes tertulis, tahap P1 hingga P3, semifinal, sampai malam grand final.

Menurutnya, setiap tahapan memiliki peran penting dalam mengukur kompetensi peserta secara menyeluruh, sehingga pemenang yang terpilih benar-benar memiliki kapasitas untuk menjalankan tanggung jawab sebagai duta Kota Surabaya.

Penilaian pada malam grand final merupakan akumulasi dari berbagai aspek, meliputi kepribadian, kemampuan berbicara di depan umum, keterampilan berbahasa Inggris, serta pemahaman terhadap seni, budaya, dan kepariwisataan Kota Surabaya.

Selain kompetensi tersebut, aspek manner atau tata krama juga menjadi perhatian penting dalam proses penilaian. Sikap, etika, dan kemampuan membangun komunikasi yang baik dinilai sebagai modal mendasar bagi generasi muda yang diharapkan mampu membawa perubahan positif.

“Penilaian ini juga mencakup aspek manner atau etika yang baik. Karena sikap tersebut sangat esensial bagi seorang pemimpin agar dapat membawa perubahan bagi Kota Surabaya,” ungkap Herry.

Mengusung Tema Adhigana Manggala, Menegaskan Peran Kepemimpinan Generasi Muda

Pemilihan Cak dan Ning Surabaya 2026 mengusung tema “Adhigana Manggala”, yang merefleksikan semangat kepemimpinan dan pentingnya mempersiapkan generasi muda agar memiliki karakter kuat, wawasan luas, serta kepedulian terhadap masyarakat.

Tema tersebut menjadi pengingat bahwa peran Cak dan Ning tidak berhenti pada gelar maupun seremoni pemilihan. Lebih dari itu, keduanya diharapkan mampu menjadi teladan, penggerak, sekaligus mitra strategis dalam memperkenalkan identitas dan potensi Surabaya kepada masyarakat luas.

Herry menilai momentum ini tepat untuk mendorong anak-anak muda tampil sebagai pemimpin masa depan yang mampu mendampingi masyarakat, membangun kepedulian sosial, serta berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas.

Ia berharap, gagasan yang disampaikan para finalis selama proses pemilihan tidak sekadar menjadi jawaban untuk memenuhi penilaian dewan juri. Ide-ide tersebut diharapkan dapat diterjemahkan menjadi program dan aksi konkret yang berdampak bagi pembangunan kota.

Berbagai gagasan yang muncul mencakup pelestarian cagar budaya, pengembangan destinasi wisata, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas promosi potensi daerah.

Pemerintah Kota Surabaya, lanjut Herry, akan mendorong agar gagasan inovatif tersebut dapat diintegrasikan ke dalam program pemerintah, termasuk melalui pelibatan generasi muda dalam program Kampung Pancasila.

Dengan demikian, keberadaan Cak dan Ning Surabaya diharapkan tidak hanya memperkuat promosi pariwisata, tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian budaya, pengembangan kreativitas, serta penguatan karakter dan partisipasi generasi muda.

Daftar Pemenang Cak dan Ning Surabaya 2026

Berikut daftar pasangan penerima gelar dalam Pemilihan Cak dan Ning Surabaya 2026:

  1. Cak dan Ning Surabaya 2026: Cak Aldo dari Kecamatan Tegalsari dan Ning Rara dari Kecamatan Gubeng.
  2. Wakil I Cak dan Ning Surabaya 2026: Cak Denanta dari Kecamatan Mulyorejo dan Ning Sheyreen dari Kecamatan Pabean Cantian.
  3. Wakil II Cak dan Ning Surabaya 2026: Cak Chesta dari Kecamatan Genteng dan Ning Naydee dari Kecamatan Rungkut.
  4. Wakil III Cak dan Ning Surabaya 2026: Cak Jovan dan Ning Zewar, keduanya dari Kecamatan Wiyung.
  5. Duta Persahabatan Cak dan Ning Surabaya 2026: Cak Radit dari Kecamatan Sukolilo dan Ning Nessa dari Kecamatan Dukuh Pakis.
  6. Cak dan Ning Berbakat Surabaya 2026: Cak Dzaki dari Kecamatan Sukolilo dan Ning Salma dari Kecamatan Wonocolo.
  7. Cak dan Ning Favorit Surabaya 2026: Cak Dio dari Kecamatan Tambaksari dan Ning Nata dari Kecamatan Gayungan.

Terpilihnya Cak Aldo dan Ning Rara menjadi awal dari tanggung jawab baru untuk membawa nama Surabaya melalui promosi pariwisata, pelestarian budaya, serta keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kepemudaan.

Publik kini menantikan bagaimana gagasan yang telah dipaparkan para finalis dapat diwujudkan dalam program nyata, sehingga ajang Cak dan Ning Surabaya benar-benar menjadi ruang lahirnya generasi muda yang inspiratif, berintegritas, dan berkontribusi bagi kemajuan Kota Pahlawan.

Reporter: Ning Eka F. A

MSRI – Perspektif Akurat Terpercaya

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama