Kapolres Tulungagung Buka Lomba Seni Cethe, Angkat Warisan Budaya Lokal di HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71

Kapolres Tulungagung Buka Lomba Seni Cethe, Angkat Warisan Budaya Lokal di HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71

MSRI, TULUNGAGUNG – Suasana penuh semangat dan kearifan lokal mewarnai halaman Mapolres Tulungagung, Jumat malam, 25 September 2026. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Polres Tulungagung menggelar Lomba Seni Cethe, yang dibuka langsung oleh Kapolres Tulungagung AKBP Wiwin Junianto Supriyadi, S.I.K.

Berdasarkan pantauan wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI) di lokasi, kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara yang memadukan semangat kebersamaan dengan upaya mengenalkan kembali seni tradisional khas Tulungagung.

Seni cethe merupakan tradisi menghias atau melukis batang rokok menggunakan endapan ampas kopi. Bagi masyarakat Tulungagung, cethe tidak sekadar aktivitas seni, tetapi juga bagian dari karakter dan warisan budaya lokal yang perlu terus dikenalkan kepada generasi berikutnya.

Kegiatan yang digagas KBO Satlantas Polres Tulungagung bersama jajaran tersebut dihadiri Wakapolres Tulungagung Kompol Siswanto, S.H., M.H., Kasihumas Iptu Nanang Murdianto, Kasatlantas AKP Ivan Danara Oktavian, S.Tr.K., S.I.K., M.H., KBO Satlantas Iptu Zainudin, jajaran PJU Polres, para Kapolsek serta jajaran Polsek se-Kabupaten Tulungagung, dan ratusan anggota Polres Tulungagung.

Kapolres Tulungagung Buka Lomba Seni Cethe, Angkat Warisan Budaya Lokal di HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71


Angkat Kembali Budaya Lokal

Saat membuka kegiatan sekaligus memberikan keterangan kepada wartawan MSRI, Kapolres Tulungagung AKBP Wiwin Junianto Supriyadi mengatakan, lomba tersebut merupakan bagian dari upaya Polres Tulungagung menginisiasi dan mengangkat kembali budaya lokal.

“Ini adalah lomba cethe di mana Polres Tulungagung mencoba menginisiasi dan mengangkat kembali budaya lokal, yaitu budaya melukis di rokok. Kita coba wadahi dan lombakan mulai dari tingkat kecamatan,” ujar AKBP Wiwin.

Antusiasme masyarakat, menurut Kapolres, cukup tinggi. Seleksi telah dilaksanakan di 19 kecamatan se-Kabupaten Tulungagung dengan jumlah peserta hampir 400 orang.

Para peserta terbaik dari masing-masing kecamatan kemudian mengikuti babak final yang digelar di tingkat Polres Tulungagung.

Kapolres Tulungagung Buka Lomba Seni Cethe, Angkat Warisan Budaya Lokal di HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71


“Hari ini merupakan babak final. Alhamdulillah, sudah terpilih para juara, mulai dari Juara 1, Juara 2, hingga Juara 3. Kegiatan ini terlaksana atas ide bersama dari seluruh anggota Polres Tulungagung yang kemudian kita fasilitasi dan akomodasi menjadi perlombaan,” jelasnya.

AKBP Wiwin menegaskan, pelestarian budaya lokal menjadi salah satu tujuan utama kegiatan tersebut agar warisan budaya tidak tergerus perkembangan zaman.

“Tujuannya tidak lain adalah untuk menggali keterampilan serta melestarikan budaya asli Tulungagung. Polres Tulungagung sangat mengapresiasi dan menghormati karakteristik budaya lokal ini,” tambahnya.

Melihat antusiasme peserta dan masyarakat, Polres Tulungagung juga mempertimbangkan agar Lomba Seni Cethe dapat menjadi agenda rutin tahunan.

Kapolres Tulungagung Buka Lomba Seni Cethe, Angkat Warisan Budaya Lokal di HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71


HUT Lalu Lintas Juga Diisi Kegiatan Olahraga

Rangkaian peringatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 tidak berhenti pada kegiatan seni. Polres Tulungagung juga menyiapkan sejumlah kegiatan olahraga yang melibatkan masyarakat dan generasi muda.

Di antaranya:

1. Turnamen bola voli antar-ibu-ibu perwakilan kecamatan se-Kabupaten Tulungagung.

2. Turnamen sepak bola kelompok umur U-10 dan U-12.

“Selain seni cethe, besok ada final turnamen bola voli antar-ibu-ibu se-kecamatan, serta turnamen sepak bola U-10 dan U-12. Tujuannya agar Polres Tulungagung bisa memberikan sumbangsih positif serta wadah kreativitas bagi generasi muda tanpa melupakan karakteristik budaya asli Tulungagung,” pungkas AKBP Wiwin.

Kapolres Tulungagung Buka Lomba Seni Cethe, Angkat Warisan Budaya Lokal di HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71


Suasana Semakin Meriah

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Tidak hanya diisi perlombaan, suasana malam itu juga semakin cair ketika Kasatlantas AKP Ivan Danara, Kasihumas Iptu Nanang Murdianto, serta sejumlah PJU turut menyumbangkan lagu di hadapan peserta dan para juri.

Kebersamaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang mempertemukan jajaran kepolisian dengan masyarakat dalam suasana yang lebih dekat dan humanis.

Acara kemudian ditutup dengan pengumuman para pemenang Juara 1, Juara 2, dan Juara 3 Lomba Seni Cethe, dilanjutkan dengan foto bersama serta makan bersama peserta dan panitia.

Lomba Seni Cethe tersebut pada akhirnya tidak hanya menjadi ajang kompetisi. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali salah satu kekayaan budaya Tulungagung kepada masyarakat luas.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Tulungagung memperlihatkan bahwa peringatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara dapat diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, termasuk melalui seni, olahraga, dan pelestarian budaya lokal.

Reporter: Roni Yuwantoko

Kaperwil MSRI Jawa Timur

MSRI – Perspektif Akurat Terpercaya

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama