MSRI, LOMBOK TIMUR - Suasana penuh khidmat dan nuansa religius menyelimuti Masjid Nurul Yaqin Nibas, Desa Masbagik Baru, ketika dua insan, Makbul, putra almarhum Bapak Nasoha dan Ibu Baiq Soleha, dengan I Ayu Umami, putri almarhum Bapak Mahmud dan Ibu Jumayah, mengikrarkan janji suci pernikahan. Minggu (23/8/2026) pagi.
Akad nikah berlangsung sederhana, namun sarat makna. Di hadapan keluarga, kerabat, serta para tamu undangan, ijab kabul menjadi penanda dimulainya perjalanan baru bagi keduanya sebagai pasangan suami istri.
Prosesi sakral tersebut dipimpin oleh Kepala KUA, Bapak Ali Akbar. Dalam kesempatan yang sama, Ali Akbar memberikan nasihat dan siraman rohani kepada kedua mempelai, mengingatkan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan antara seorang laki-laki dan perempuan, tetapi juga amanah yang dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
Pernikahan dalam Islam memiliki kedudukan yang mulia. Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Rum ayat 21:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.”
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa tujuan berumah tangga bukan semata hidup bersama, tetapi menghadirkan sakinah, merawat mawaddah, serta menumbuhkan rahmah dalam setiap perjalanan kehidupan.
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik kepada keluargaku.” (HR. Tirmidzi)
Pesan tersebut menjadi bekal penting bagi kedua mempelai agar kehidupan rumah tangga senantiasa dibangun dengan akhlak, kesabaran, saling menghormati, serta kesetiaan dalam suka maupun duka.
Setelah akad dinyatakan sah, suasana haru dan bahagia pecah di tengah keluarga. Doa dan ucapan selamat mengiringi kedua mempelai yang kini resmi mengemban amanah sebagai pasangan suami istri.
Dari masjid, keduanya kemudian menuju tempat resepsi untuk menyambut para tamu yang telah hadir. Pihak keluarga menyiapkan hidangan bagi para undangan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ungkapan kebahagiaan atas terlaksananya prosesi pernikahan.
Tidak berlebihan dalam kemeriahan, tetapi kaya akan makna. Akad yang dilangsungkan di rumah Allah menjadi sebuah pengingat bahwa rumah tangga yang baik bukan hanya tentang bagaimana memulai, melainkan bagaimana mempertahankan cinta dalam ketaatan kepada-Nya.
Bagi Makbul dan I Ayu Umami, hari itu bukan sekadar hari pernikahan. Ia menjadi awal dari sebuah perjalanan panjang, perjalanan untuk belajar saling memahami, menguatkan, menjaga kehormatan, dan bersama-sama menjemput ridha Allah SWT.
Semoga Allah SWT melimpahkan keberkahan kepada kedua mempelai, menganugerahkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, diberikan keturunan yang saleh dan salehah, serta menjadikan setiap langkah rumah tangga mereka sebagai bagian dari ibadah menuju ridha-Nya.
Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fi khair.
Semoga Allah memberkahimu, melimpahkan keberkahan atasmu, dan menyatukan kalian berdua dalam kebaikan. {Makbul}
MSRI - Perspektif • Akurat • Terpercaya
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments