Polres Tulungagung Gaspol Literasi AI: 180 Siswa SMAN 1 Kalidawir Didorong Jadi Pengguna Cerdas, Bukan Korban Teknologi

Polres Tulungagung Gaspol Literasi AI: 180 Siswa SMAN 1 Kalidawir Didorong Jadi Pengguna Cerdas, Bukan Korban Teknologi

MSRI, TULUNGAGUNG - Polres Tulungagung, Polda Jawa Timur, terus mendorong peningkatan literasi digital di kalangan pelajar. Sebanyak 180 siswa kelas XII SMAN 1 Kalidawir mengikuti edukasi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara bijak dan bertanggung jawab, Senin (31/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di ruang perpustakaan SMAN 1 Kalidawir tersebut dikemas secara interaktif. Para siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga diberikan kesempatan mempraktikkan penggunaan teknologi AI melalui smartphone masing-masing, dengan pendampingan Tim Bag SDM Polres Tulungagung dan personel Polsek Kalidawir.

Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pelajar agar mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa mengabaikan aspek etika, keamanan, serta tanggung jawab dalam ruang digital.

Kasihumas Polres Tulungagung, Iptu Nanang, mengatakan edukasi pemanfaatan AI penting dilakukan agar pelajar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk menunjang proses pembelajaran dan mengembangkan kreativitas.

“Kegiatan pembelajaran penggunaan AI ini akan terus kami lakukan di berbagai sekolah. Kami berharap para pelajar dapat mengenal dan memanfaatkan teknologi AI secara positif, khususnya untuk mendukung proses belajar dan mengembangkan kreativitas,” ujar Iptu Nanang kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Senin (31/8/2026).

Menurutnya, perkembangan AI yang semakin pesat juga harus diimbangi dengan pemahaman mengenai potensi penyalahgunaannya. Fenomena seperti plagiarisme, penyebaran hoaks, manipulasi informasi, hingga penggunaan teknologi deepfake menjadi tantangan yang perlu dipahami generasi muda.

“Teknologi harus dimanfaatkan secara tepat dan bertanggung jawab. Kami ingin memberikan bekal kepada para pelajar agar mereka dapat mengikuti perkembangan zaman sekaligus memahami pentingnya menggunakan teknologi secara bijak,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan pada sejumlah pemanfaatan AI yang relevan dengan kebutuhan pendidikan, antara lain membantu membuat rangkuman materi, mencari referensi pembelajaran, mengembangkan ide, serta meningkatkan kreativitas.

Namun, penggunaan AI tetap ditekankan harus berada dalam koridor etika akademik. Teknologi tersebut tidak boleh dijadikan sarana untuk mencontek, melakukan plagiarisme, menyebarkan informasi palsu, maupun menghasilkan konten yang merugikan orang lain.

Polres Tulungagung menegaskan edukasi serupa akan terus dikembangkan dan menyasar sekolah-sekolah lain di wilayah Kabupaten Tulungagung. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran digital pelajar sekaligus membangun generasi muda yang adaptif terhadap teknologi.

“Kami ingin generasi muda Tulungagung melek teknologi, tapi juga paham batasan hukum dan etika dalam menggunakannya,” pungkas Iptu Nanang.

Dengan literasi digital yang memadai, pelajar diharapkan mampu menempatkan AI bukan sebagai jalan pintas dalam proses belajar, melainkan sebagai alat pendukung untuk berpikir, berkarya, berinovasi, dan menghasilkan sesuatu yang produktif serta bertanggung jawab.

Reporter: Roni Yuwantoko

Kaperwil MSRI Jawa Timur

MSRI - Perspektif Akurat Terpercaya

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama