Meneladani Rasulullah, Pepadu Keadilan Santuni 106 Anak Yatim Piatu dan Teguhkan Kepedulian Sosial di Dasan Baru

Meneladani Rasulullah, Pepadu Keadilan Santuni 106 Anak Yatim Piatu dan Teguhkan Kepedulian Sosial di Dasan Baru

MSRI, LOMBOK TENGAH - Kepedulian terhadap anak yatim piatu kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Sebanyak 106 anak yatim piatu se-Desa Dasan Baru menerima santunan dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pepadu Keadilan di Masjid Al-Arifin, Kopok, Desa Dasan Baru, Lombok Tengah, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan berlangsung khidmat, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan. Momentum keagamaan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang keteladanan Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi wujud kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim piatu yang membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan dukungan bersama.

Kepedulian terhadap anak yatim memiliki landasan yang kuat dalam ajaran Islam. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ma’un ayat 1–3:

“Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.”

Pesan tersebut menegaskan bahwa keimanan tidak berhenti pada hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga tercermin melalui kepedulian dan keberpihakan kepada sesama, khususnya mereka yang berada dalam kondisi membutuhkan.

Hal senada ditegaskan Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Sahih al-Bukhari, bahwa orang yang memelihara dan menyantuni anak yatim akan mendapatkan kedudukan yang sangat dekat dengan beliau di surga. Rasulullah SAW bersabda:

“Aku dan orang yang menanggung anak yatim seperti ini di surga.”

Beliau kemudian mengisyaratkan kedekatan tersebut dengan jari telunjuk dan jari tengah.

Nilai inilah yang menjadi salah satu ruh dalam kegiatan santunan tersebut. Pemberian bantuan kepada 106 anak yatim piatu tidak sekadar dipandang sebagai kegiatan sosial, tetapi juga sebagai ikhtiar menumbuhkan kepedulian, mempererat ukhuwah, serta menghidupkan kembali semangat berbagi sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Sinergi Menjadi Kekuatan

Ketua LBH Pepadu Keadilan, Shaufi Maulana Anjani, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut.

“Atas nama panitia dan pengurus Pepadu Keadilan, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Bapak Kepala Desa Dasan Baru, Bang Zhen, para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta seluruh kepala dusun yang telah bersinergi dan berkolaborasi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan penuh keberkahan,” ungkapnya.

Menurut Shaufi, kepedulian sosial tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial. Semangat berbagi perlu terus dirawat dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga kepedulian yang kita tunjukkan hari ini membawa keberkahan dan kemajuan bagi Desa Dasan Baru. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan yang diberikan dengan pahala yang berlimpah serta menjadikannya sebagai amal jariyah yang terus mengalir,” harapnya.

Maulid Nabi, Momentum Menghidupkan Keteladanan

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah, termasuk kasih sayang kepada anak yatim, kepedulian terhadap kaum lemah, serta semangat membangun persaudaraan di tengah masyarakat.

Allah SWT juga mengingatkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 177 bahwa kebajikan tidak hanya berkaitan dengan ibadah ritual, tetapi juga mencakup memberikan harta yang dicintai kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, dan mereka yang membutuhkan.

Dengan demikian, santunan kepada anak yatim piatu bukan sekadar persoalan materi. Lebih dari itu, terdapat pesan moral bahwa masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga, memperhatikan, dan memberikan ruang tumbuh yang layak bagi generasi yang membutuhkan dukungan.

Dari Masjid Al-Arifin, Kopok, semangat tersebut kembali diteguhkan: agama mengajarkan kepedulian, Maulid menghidupkan keteladanan, dan kebersamaan membuktikan bahwa kebaikan dapat diwujudkan secara nyata.

Pepadu Keadilan berharap kebersamaan seluruh elemen masyarakat Desa Dasan Baru dapat terus dipertahankan dan dikembangkan dalam berbagai kegiatan sosial lainnya.

Sebab, setiap rupiah yang disedekahkan, setiap tenaga yang dicurahkan, dan setiap doa yang dipanjatkan dengan ikhlas, insyaallah menjadi bagian dari amal kebaikan yang bernilai di sisi Allah SWT.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Reporter: Makbul

MSRI - Perspektif Akurat Terpercaya

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama