Mengenal Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Dari Ajudan Presiden hingga Kepedulian kepada Anak Yatim


MSRI, SURABAYA – Panglima Kodam (Pangdam) V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, merupakan salah satu perwira tinggi TNI Angkatan Darat (TNI AD) dengan rekam jejak panjang dalam berbagai penugasan strategis.

Perwira kelahiran Ujung Pandang, yang kini dikenal sebagai Makassar, 17 September 1975 tersebut telah mengemban sejumlah jabatan penting, baik di lingkungan TNI AD maupun dalam penugasan kenegaraan.

Salah satu pengalaman penting dalam perjalanan kariernya adalah ketika Rudy Saladin dipercaya menjadi Ajudan Presiden Joko Widodo pada 2019 hingga 2021. Penugasan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan profesionalnya sebelum kembali mengemban sejumlah jabatan strategis di lingkungan TNI AD.

Rudy Saladin kemudian dipercaya menduduki posisi Danrem 074/Warastratama, Danrem 061/Surya Kencana, Staf Khusus Kasad, hingga Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres) Kementerian Sekretariat Negara pada 2023–2024.

Pada 2024, tongkat komando Kodam V/Brawijaya dipercayakan kepadanya. Penugasan tersebut menempatkan Rudy Saladin sebagai salah satu figur penting dalam jajaran kepemimpinan TNI AD di wilayah Jawa Timur.

Lulusan Akmil dengan Prestasi Gemilang

Karier militernya tidak terlepas dari perjalanan pendidikan yang panjang. Rudy Saladin merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1997. Pada masa pendidikan, ia tercatat meraih dua penghargaan bergengsi, yakni Adhi Makayasa dan Tri Sakti Wiratama.

Pengabdiannya juga diperkuat dengan berbagai pendidikan dan kursus militer, baik di dalam maupun luar negeri.

Di antaranya, Advanced Infantry Officers Course di Singapura pada 2003, US Army Command and General Staff College di Amerika Serikat pada 2011, pendidikan di Webster University pada 2011, serta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXIV Lemhannas RI pada 2023.

Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam membentuk kepemimpinannya sebagai perwira yang kemudian dipercaya mengemban berbagai posisi strategis.

Dari Satuan Tempur hingga Lingkar Penugasan Kenegaraan

Sebelum mencapai posisi sebagai Pangdam V/Brawijaya, Rudy Saladin telah melewati berbagai jenjang penugasan.

Ia mengawali karier sebagai Danton Yontar Remaja Akmil pada 1999. Setelah itu, ia bertugas sebagai Danton, Danki, dan Pasiops Yonif Linud 328/Dirgahayu pada 1999–2007.

Kariernya berlanjut sebagai Kasi Brigif Linud 17/Kujang I, Wadanyonif Linud 330/Tridarma, hingga Sespri Pangkostrad.

Ia kemudian dipercaya menduduki sejumlah jabatan, antara lain Pabandya Ops Kodam VI/Mulawarman, Danyonif Raider 613/Raja Alam, Dansecata Rindam VI/Mulawarman, Dandim 1008/Tanjung, serta Waaspers Kasdivif 1/Kostrad.

Pada 2016–2017, Rudy Saladin mendapat kepercayaan sebagai Sespri Kasad, kemudian menjadi Danbrigif Mekanis Raider 6/Trisakti Baladaya pada 2017–2018 dan Asops Kodam VI/Mulawarman pada 2018–2019.

Setelah itu, ia menjalani penugasan sebagai Ajudan Presiden RI pada 2019–2021.

Usai dari penugasan tersebut, perjalanan kariernya terus berkembang. Ia dipercaya menjadi Danrem 074/Warastratama, Danrem 061/Surya Kencana, Staf Khusus Kasad, hingga Sesmilpres Kemensetneg RI sebelum akhirnya dipercaya memimpin Kodam V/Brawijaya.

Di Balik Ketegasan Seorang Pangdam, Ada Kepedulian kepada Anak Yatim

Di balik perjalanan karier militernya yang panjang, terdapat sisi humanis Mayjen TNI Rudy Saladin yang tidak banyak terekspos.

Ia dikenal memiliki perhatian terhadap anak-anak yatim dan menjadikan kegiatan santunan sebagai bagian dari kepedulian sosial dalam sejumlah momentum yang dihadirinya.

Dalam berbagai kesempatan, puluhan anak yatim diundang untuk menerima santunan. Bahkan, perhatian tersebut diarahkan kepada anak-anak yatim yang berada di pelosok atau belum banyak mendapatkan perhatian dan bantuan.

Rudy Saladin tidak sekadar memberikan santunan. Ia juga berupaya mencari informasi mengenai keberadaan anak yatim yang membutuhkan perhatian.

Salah satu bentuk kepedulian tersebut terlihat ketika dirinya menghadiri HUT Kogartap III Surabaya pada 30 Oktober 2024. Dalam momentum tersebut, sekitar 50 anak yatim turut diundang.

Untuk menghadirkan suasana yang lebih membahagiakan, kegiatan tersebut juga diwarnai pemberian doorprize, termasuk hadiah perjalanan umrah bagi ibu-ibu dari anak yatim yang hadir.

Bagi seorang perwira tinggi TNI, kepedulian semacam itu menjadi sisi lain dari kepemimpinan: bukan hanya tentang ketegasan dalam menjalankan tugas, tetapi juga tentang bagaimana hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Perjalanan Mayjen TNI Rudy Saladin menunjukkan bahwa karier militer dibangun melalui rangkaian penugasan, pendidikan, pengabdian, serta kepercayaan yang diberikan negara.

Kini, sebagai Pangdam V/Brawijaya, Rudy Saladin mengemban tanggung jawab besar menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah Jawa Timur, sekaligus meneruskan pengabdian dengan semangat kepemimpinan yang tegas, profesional, dan humanis.

Rekam Jejak Penugasan Mayjen TNI Rudy Saladin

- Danton Yontar Remaja Akmil (1999)

- Danton, Danki dan Pasiops Yonif Linud 328/Dirgahayu (1999–2007)

- Kasi Brigif Linud 17/Kujang I (2007–2008)

- Wadanyonif Linud 330/Tridarma (2008–2009)

- Sespri Pangkostrad (2009–2010)

- Pabandya Ops Kodam VI/Mulawarman (2011–2012)

- Danyonif Raider 613/Raja Alam (2012–2013)

- Dansecata Rindam VI/Mulawarman (2013–2014)

- Dandim 1008/Tanjung (2014–2015)

- Waaspers Kasdivif 1/Kostrad (2015–2016)

- Sespri Kasad (2016–2017)

- Danbrigif Mekanis Raider 6/Trisakti Baladaya (2017–2018)

- Asops Kodam VI/Mulawarman (2018–2019)

- Ajudan Presiden RI (2019–2021)

- Danrem 074/Warastratama (2021–2022)

- Danrem 061/Surya Kencana (2022–2023)

- Staf Khusus Kasad (2023)

- Sesmilpres Kemensetneg RI (2023–2024)

- Pangdam V/Brawijaya (2024–sekarang)

Reporter : Excel AW

MSRI - Perspektif • Akurat • Terpercaya

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama