MSRI, SURABAYA - Jajaran Direksi Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI) mengucapkan Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, yang menjadi momentum spiritual untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW sekaligus meneguhkan kembali keteladanan beliau dalam kehidupan, pengabdian, serta pelaksanaan tugas jurnalistik.
Bagi keluarga besar MSRI, Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar peringatan keagamaan, melainkan momentum untuk melakukan refleksi dan memperkuat komitmen dalam menghidupkan nilai-nilai kejujuran, amanah, keadilan, kesabaran, kasih sayang, serta keberanian dalam menyampaikan kebenaran.
Sekilas Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW
Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan tradisi umat Islam untuk mengenang kelahiran Rasulullah Muhammad SAW yang secara luas diperingati pada 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah.
Nabi Muhammad SAW lahir di Makkah dari keluarga Bani Hasyim. Sejak sebelum menerima risalah kenabian, beliau telah dikenal masyarakat sebagai Al-Amin, sosok yang terpercaya dan memiliki akhlak mulia.
Pada usia 40 tahun, Rasulullah SAW menerima wahyu pertama di Gua Hira. Sejak saat itu, beliau menjalankan risalah kenabian dengan mengajak umat manusia menyembah Allah SWT, meninggalkan kezaliman, menegakkan keadilan, mempererat persaudaraan, serta membangun kehidupan yang berlandaskan akhlak mulia.
Dalam perjalanan sejarah umat Islam, tradisi peringatan Maulid berkembang di berbagai wilayah dunia sebagai salah satu bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Rasulullah SAW. Bentuk peringatannya pun beragam, mengikuti tradisi dan budaya masyarakat setempat.
Namun, hakikat Maulid bukan berhenti pada seremoni. Esensi terpentingnya adalah menghadirkan kembali akhlak dan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan nyata.
Keteladanan Rasulullah Menjadi Landasan Moral Pers
Pemimpin Redaksi Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Slamet Pramono, yang akrab disapa Cak Bram, menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW harus menjadi momentum untuk memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan kualitas pengabdian.
“Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya tentang mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi bagaimana kita mampu meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari. Kejujuran, amanah, kesabaran, keberanian menyampaikan kebenaran, dan kepedulian kepada sesama merupakan nilai-nilai yang harus terus kita hidupkan,” ujar Cak Bram.
Menurut Cak Bram, keteladanan Rasulullah SAW memiliki relevansi yang kuat dengan dunia jurnalistik. Pers memiliki amanah publik untuk menyampaikan informasi secara benar, berimbang, profesional, dan bertanggung jawab.
“Sebagai insan pers, kita memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kebenaran dan menyampaikan informasi kepada masyarakat secara jujur, berimbang, profesional, dan bertanggung jawab. Jangan sampai pemberitaan menjadi alat untuk merusak, tetapi jadikan pers sebagai jalan untuk memberikan pencerahan dan mencerdaskan masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, seluruh keluarga besar MSRI harus menjadikan profesi jurnalistik bukan semata-mata sebagai pekerjaan, tetapi sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
“MSRI harus terus menjaga marwah pers. Kita bekerja bukan hanya mengejar berita, tetapi membawa amanah untuk masyarakat. Jadikan kejujuran sebagai prinsip, profesionalitas sebagai sikap, dan kemanusiaan sebagai landasan. Semoga spirit Rasulullah SAW menjadi cahaya dalam setiap langkah keluarga besar MSRI,” tutur Cak Bram.
Meneguhkan Amanah dan Marwah MSRI
Jajaran Direksi MSRI menilai bahwa nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW, siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan), dan fathanah (cerdas dan bijaksana) memiliki relevansi kuat dengan prinsip pers yang profesional dan bertanggung jawab.
Dalam menjalankan tugas jurnalistik, nilai tersebut menjadi pengingat agar setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap berpijak pada fakta, etika, tanggung jawab, dan kepentingan publik.
Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW juga diharapkan menjadi penguat komitmen seluruh jajaran MSRI untuk terus meningkatkan kualitas pemberitaan, menjaga independensi, menghormati kode etik jurnalistik, serta menghadirkan informasi yang mencerahkan, mencerdaskan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Lebih dari sekadar seremoni, Maulid Nabi menjadi momentum untuk meneguhkan sebuah keyakinan bahwa profesi, amanah, dan pengabdian harus berjalan seiring dengan akhlak.
Dengan semangat keteladanan Rasulullah SAW, MSRI berkomitmen untuk terus menjaga marwah pers dan menghadirkan jurnalisme yang berpihak pada kebenaran, kemanusiaan, serta kepentingan masyarakat.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan, kekuatan, keistiqamahan, kesehatan, dan petunjuk-Nya kepada seluruh jajaran MSRI dalam menjalankan amanah dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
اللَّÙ‡ُÙ…َّ صَÙ„ِّ عَÙ„َÙ‰ Ù…ُØَÙ…َّدٍ ÙˆَعَÙ„َÙ‰ آلِ Ù…ُØَÙ…َّدٍ
Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW
12 Rabiul Awal 1448 H
Meneladani akhlaknya. Menjaga amanahnya. Menghidupkan semangat perjuangannya.
MSRI - Perspektif • Akurat • Terpercaya
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments